Inovasi Pengelolaan Sampah di Indonesia Jadi Kunci Strategi Energi Nasional 2026

Kamis, 05 Februari 2026 | 14:54:25 WIB
Inovasi Pengelolaan Sampah di Indonesia Jadi Kunci Strategi Energi Nasional 2026

JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah mendorong penelitian untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di berbagai skala. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan hal ini dilakukan melalui riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dipimpin oleh Arif Satria.

Hasil penelitian BRIN telah menghasilkan inovasi yang mampu menangani sampah mulai dari skala rumah tangga hingga tingkat desa. "Alhamdulillah dilaporkan sudah, sudah ada produk-produk penelitian yang itu bisa mengatasi masalah sampah untuk skala rumah tangga bahkan sampai satu skala satu desa sudah bisa, sudah ada ketemu hasil inovasinya," ujar Prasetyo di Bappenas, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Program Waste to Energy di 34 Kabupaten

Pengelolaan sampah ini juga terkait dengan program pemerintah waste to energy yang akan dijalankan di 34 kabupaten di Indonesia. Program ini bertujuan mengubah sampah yang melimpah menjadi sumber energi untuk jangka panjang.

Menurut Prasetyo, skala pengelolaan sampah menentukan jenis peralatan yang dibutuhkan. "Nah, manakala skalanya sudah sebesar itu, maka jenis peralatan yang harus dibangun tentu berbeda kalau kita bandingkan dengan jenis skala sampah misalnya di rumah tangga atau di RT atau di RW atau mungkin di lingkup di desa," tambahnya.

Edukasi Masyarakat sebagai Kunci Efektivitas

Selain inovasi teknologi, edukasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam pengelolaan sampah. Prasetyo menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya tergantung pada pembangunan insinerator, tetapi juga pada kesadaran masyarakat memilah sampah organik dan anorganik.

"Jadi penyelesaian sampah tidak sekedar bentuk kita membangun insineratornya, tapi edukasinya juga menjadi salah satu kunci. Saya kira begitu," tutur Prasetyo. Dengan edukasi yang tepat, pemanfaatan sampah untuk energi akan lebih optimal dan berkelanjutan.

Peran Bappenas dalam Implementasi Penelitian

Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa lembaganya bertugas mengakomodasi hasil penelitian BRIN melalui perumusan RPJPN dan RPJMN. Dengan demikian, kebijakan yang ada dapat segera diimplementasikan setelah penelitian selesai.

"Intinya, kita sepakat bahwa dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional akan merumuskan bersama dan juga secepat-cepatnya mengimplementasikan arahan Bapak Presiden," ujar Rachmat. Langkah ini memastikan inovasi pengelolaan sampah dapat berjalan efektif di lapangan.

Manfaat dan Tantangan Program Waste to Energy

Pemanfaatan sampah sebagai energi menawarkan solusi ganda: mengurangi limbah sekaligus mendukung ketahanan energi. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal pengelolaan peralatan yang sesuai dengan skala sampah di masing-masing wilayah.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Sinergi ini memastikan pengelolaan sampah berjalan lancar sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan.

Kesimpulan: Inovasi dan Implementasi Berbasis Riset

Inisiatif ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi juga peluang strategis bagi energi nasional. Dengan dukungan riset BRIN, program waste to energy, dan edukasi masyarakat, pengelolaan sampah di Indonesia dapat lebih efektif dan efisien.

Pemerintah menegaskan bahwa implementasi riset harus dilakukan secepatnya agar hasil inovasi dapat langsung diaplikasikan. Kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjadikan sampah sebagai sumber energi yang berkelanjutan.

Terkini