JAKARTA - Sektor pariwisata Kota Batam kembali menunjukkan performa positif sepanjang 2025. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat mencapai 1,61 juta kunjungan, melampaui target Pemerintah Kota Batam.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam menunjukkan capaian tersebut melebihi target Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam sebanyak 1,5 juta kunjungan. Surplus kunjungan ini tercatat sekitar 113 ribu orang, menandai rekor baru bagi sektor pariwisata Batam.
Tren Kenaikan Wisman Lima Tahun Terakhir
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menyatakan tren pertumbuhan kunjungan wisman ke Batam terus meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, jumlah wisman hanya tercatat 2.651 kunjungan, lalu meningkat drastis menjadi 565.936 pada 2022.
Tahun 2023 mencatat 1.192.931 kunjungan, meningkat lagi pada 2024 menjadi 1.326.831 kunjungan. Tren positif ini berlanjut pada 2025 hingga menembus rekor baru 1,61 juta wisman.
Dominasi Wisman Singapura dan Malaysia
Menurut Ardiwinata, mayoritas kunjungan berasal dari Singapura dengan 789.674 wisman. Disusul Malaysia sebanyak 418.330 kunjungan, menegaskan posisi Batam sebagai destinasi lintas batas yang strategis.
Wisatawan dari China tercatat 53.275 orang, India 45.338, dan Filipina 25.283 kunjungan. Dominasi ini menunjukkan kedekatan geografis, kemudahan transportasi, dan daya tarik wisata yang terus dikembangkan.
Momentum Libur Akhir Tahun Tingkatkan Kunjungan
Secara bulanan, puncak kunjungan wisman terjadi pada Desember 2025 dengan 195.525 kunjungan. Momentum ini seiring libur akhir tahun dan meningkatnya mobilitas perjalanan internasional.
Ardiwinata menekankan capaian ini hasil sinergi semua pemangku kepentingan pariwisata. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat bersama-sama menjaga iklim pariwisata Batam agar tetap aman dan nyaman.
Penguatan Posisi Batam sebagai Gerbang Internasional
Batam akan terus memperkuat posisi strategisnya sebagai gerbang internasional melalui promosi dan peningkatan kualitas event. Pengembangan destinasi dan ekonomi kreatif juga menjadi fokus untuk meningkatkan daya saing pariwisata Batam.
Secara nasional, Provinsi Kepulauan Riau menempati tiga besar pintu masuk wisatawan mancanegara Indonesia pada 2025 dengan total 2.027.037 kunjungan. Batam menjadi penopang utama capaian tersebut, berada di bawah Bali dan DKI Jakarta.
Pariwisata Batam sebagai Motor Penggerak Ekonomi
Dengan tren pertumbuhan konsisten, pariwisata Batam diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Posisi ini sekaligus memperkuat Kepulauan Riau sebagai destinasi unggulan nasional yang menarik wisatawan mancanegara.
Pengembangan berkelanjutan, inovasi produk wisata, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci agar Batam tetap unggul dan kompetitif. Pariwisata Batam diharapkan terus mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.