JAKARTA - Harga minyak mentah mengalami penurunan pada Kamis, 26 Februari 2026. Investor tetap memantau jalannya pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir, sekaligus risiko gangguan pasokan jika ketegangan meningkat.
Minyak Brent berjangka turun 10 sen atau 0,14 persen menjadi USD 70,75 per barel. Sedangkan WTI berjangka menurun 21 sen atau 0,32 persen menjadi USD 65,21 per barel.
Harga Batu Bara Naik Tipis di Pasar Global
Batu bara ICE Newcastle mencatatkan kenaikan tipis pada penutupan perdagangan Kamis. Berdasarkan situs Barchart, kontrak batu bara Maret 2026 naik 0,3 persen dan diperdagangkan di harga USD 117,60 per ton.
Kenaikan ini menunjukkan permintaan batu bara masih relatif stabil. Namun investor tetap waspada terhadap fluktuasi harga akibat perubahan kebijakan energi global.
Pergerakan Harga Minyak Sawit Mentah (CPO)
Harga CPO berjangka Malaysia mengalami penurunan pada Kamis. Data tradingeconomics menunjukkan harga CPO turun 0,17 persen menjadi sekitar MYR 4.046 per ton.
Pergerakan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasokan dan permintaan global. Investor memperhitungkan faktor cuaca dan kebijakan ekspor yang dapat mempengaruhi harga.
Tren Penurunan Harga Nikel di LME
Harga nikel mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Kamis. Berdasarkan London Metal Exchange, harga nikel turun 2,16 persen menjadi USD 17.694 per ton.
Investor memantau kondisi pasar nikel yang dipengaruhi oleh produksi dan permintaan industri baterai kendaraan listrik. Penurunan ini menunjukkan sentimen pasar yang hati-hati terhadap logam industri.
Kenaikan Harga Timah Mengimbangi Penurunan Logam Lain
Sementara itu, harga timah justru mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Kamis. Situs London Metal Exchange mencatat harga timah naik 1,37 persen menjadi USD 54.434 per ton.
Kenaikan ini didorong oleh permintaan global yang meningkat. Timah tetap menjadi logam penting untuk industri elektronik dan kemasan di berbagai negara.
Tren Komoditas Global Februari 2026
Secara keseluruhan, harga komoditas global menunjukkan pergerakan yang beragam. Minyak mentah dan nikel turun, sementara batu bara stabil, CPO menurun tipis, dan timah naik, mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh geopolitik dan permintaan industri.
Investor disarankan terus memantau perkembangan diplomasi internasional dan laporan produksi. Pergerakan harga komoditas global akan tetap sensitif terhadap berita ekonomi dan politik yang muncul setiap hari.