Senin, 30 Maret 2026

Perpanjangan Larangan Ekspor Bawang Merah, India Membuat Eksportir Meradang

Perpanjangan Larangan Ekspor Bawang Merah,  India Membuat Eksportir Meradang

JAKARTA -  India telah memutuskan untuk memperpanjang larangan ekspor bawang merah tanpa menetapkan tenggat waktu pasti. Awalnya, larangan ini diberlakukan sejak Desember 2023 dengan rencana berakhir pada 31 Maret 2024. Namun, pemerintah India kembali memperpanjang larangan tersebut, yang dipandang sebagai langkah politis menjelang pemilihan umum. Langkah ini diprediksi akan menyebabkan lonjakan harga bawang merah di pasar global.

Para eksportir bawang merah di India telah bersiap-siap untuk kembali menjual produk mereka ke luar negeri karena harga lokal telah mengalami penurunan signifikan sejak pembatasan ekspor diberlakukan. Meskipun stok bawang merah melimpah karena larangan ekspor, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan kebijakan tersebut tanpa memberikan penjelasan yang jelas.

Kebijakan ini mengejutkan para eksportir, yang menganggap bahwa perpanjangan larangan tidaklah diperlukan mengingat penurunan harga dan peningkatan pasokan dari panen musim baru. Negara-negara seperti Bangladesh, Malaysia, Nepal, dan Uni Emirat Arab, yang mengimpor bawang merah dari India, akan terkena dampak harga yang tinggi akibat kebijakan ini.

Baca Juga

Strategi BRI Mendorong Kepemilikan Rumah Terjangkau untuk Masyarakat Indonesia Hingga 2026

Para eksekutif di perusahaan ekspor Mumbai menyatakan bahwa langkah India memberikan kesempatan bagi pesaingnya untuk meningkatkan harga, karena pembeli tidak memiliki alternatif lain. India, yang memiliki waktu pengiriman lebih cepat daripada pesaingnya seperti China atau Mesir, mendominasi lebih dari separuh impor bawang merah oleh negara-negara Asia.

Pada tahun keuangan yang berakhir pada 31 Maret 2023, India mencatat rekor ekspor bawang bombay sebesar 2,5 juta metrik ton.

Redaksi

Redaksi

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi UMKM Memanfaatkan KUR BSI 2026 Pinjaman 50 Juta Hingga 100 Juta Agar Bisnis Tetap Lancar

Strategi UMKM Memanfaatkan KUR BSI 2026 Pinjaman 50 Juta Hingga 100 Juta Agar Bisnis Tetap Lancar

BSI Catatkan Laba dan Pembiayaan Tumbuh Pesat Hingga Februari 2026, Dukungan UMKM dan Program Pemerintah Terus Meluas

BSI Catatkan Laba dan Pembiayaan Tumbuh Pesat Hingga Februari 2026, Dukungan UMKM dan Program Pemerintah Terus Meluas

Strategi BCA Dorong UMKM Naik Kelas dengan Program KUR 2026 Bunga Rendah

Strategi BCA Dorong UMKM Naik Kelas dengan Program KUR 2026 Bunga Rendah

Pertumbuhan Bank Jago 2025 dan Prospek 2026 Menunjukkan Momentum Keuangan yang Kuat

Pertumbuhan Bank Jago 2025 dan Prospek 2026 Menunjukkan Momentum Keuangan yang Kuat

Update Harga Emas 27 Maret 2026: Batangan Galeri24 dan UBS Stabil di Rp2,8 Jutaan

Update Harga Emas 27 Maret 2026: Batangan Galeri24 dan UBS Stabil di Rp2,8 Jutaan