Kamis, 05 Februari 2026

Indonesia Amankan Pinjaman $658 Juta dari Bank Dunia untuk Pengembangan Infrastruktur Geospasial dan Tata Ruang

Indonesia Amankan Pinjaman $658 Juta dari Bank Dunia untuk Pengembangan Infrastruktur Geospasial dan Tata Ruang
Indonesia Amankan Pinjaman $658 Juta dari Bank Dunia untuk Pengembangan Infrastruktur Geospasial dan Tata Ruang

Jakarta – Dalam upaya mempercepat pengembangan infrastruktur geospasial dan sistem tata ruang, Indonesia baru-baru ini memperoleh pinjaman sebesar $658 juta (sekitar Rp10,6 triliun) dari Bank Dunia. 

Pinjaman ini ditujukan untuk tiga entitas kunci, yakni Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Badan Informasi Geospasial, dan Kementerian Dalam Negeri, Kamis, 9 Januari 2025.

Pendanaan Bertahap untuk Penguatan Infrastruktur

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menegaskan bahwa pinjaman tersebut akan dicairkan secara bertahap selama lima tahun ke depan. “Dana dari Bank Dunia yang bakal dialokasikan untuk kementerian kami sebesar $353 juta atau sekitar Rp5,7 triliun,” jelas Nusron. Pinjaman ini diharapkan dapat menjawab berbagai tantangan dalam tata kelola tanah dan ruang di Indonesia.

Fokus pada Pemetaan Tanah

Salah satu aspek krusial yang akan dibiayai dengan pinjaman ini adalah peningkatan kualitas pemetaan tanah dan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). “Kita mengalokasikan US$ 353 juta terutama untuk penyusunan RDTR. Kemudian, fokus berikutnya adalah pembuatan peta kadastral, khususnya bagi tanah yang belum terdokumentasi,” ujar Nusron dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 9 Januari 2025.

Pemetaan tanah menjadi prioritas karena masih banyak tanah di Indonesia yang belum memiliki gambaran kadastral yang jelas, sehingga rawan terhadap sengketa. Dana ini diharapkan bisa menyusun peta kadastral yang lebih komprehensif dan akurat.

Pemanfaatan Dana untuk Tapal Batas dan Tanah Adat

Lebih lanjut, Nusron menjelaskan bahwa dana pinjaman ini juga akan digunakan untuk membangun tapal batas antara kawasan hutan dan lahan transmigrasi. Proyek ini bertujuan untuk menghindari potensi silang klaim yang sering terjadi antara masyarakat adat dan pemerintah. “Tapal batas dengan transmigrasi harus diperjelas supaya tidak terjadi tabrakan dengan lahan transmigrasi. Pemetaan dan pendaftaran tanah adat ulayat harus dilakukan dengan seksama agar tidak ada masalah di kemudian hari,” jelas Nusron.

Selain itu, dana ini juga akan diarahkan untuk meningkatkan sistem informasi pertanahan di Indonesia. Sistem yang lebih canggih diharapkan dapat memberikan transparansi dan kemudahan akses yang lebih baik bagi masyarakat dan pemerintah.

Dampak Ekonomi dan Sosial Pinjaman

Pinjaman dari Bank Dunia ini diharapkan tidak hanya meningkatkan infrastruktur geospasial tetapi juga berdampak positif pada pembangunan ekonomi lokal. Implementasi RDTR yang baik dapat menarik investasi dan memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, penyelesaian masalah tapal batas dan pendaftaran tanah adat dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Dengan strategi dan alokasi dana yang tepat, Nusron optimistis bahwa pinjaman ini akan membawa dampak signifikan dalam pembangunan infrastruktur tanah dan tata ruang di Indonesia. “Kami percaya bahwa langkah ini akan berdampak besar pada penyelesaian berbagai masalah tanah dan tata ruang yang telah lama membandel di negeri ini,” pungkasnya.

Baca Juga

Keluhan Pedagang Pasar Wiradesa Terkait Kenaikan Harga Sembako Menjelang Bulan Ramadan

Tri Kismayanti

Tri Kismayanti

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

DPRD Kota Banjarmasin Bahas Rencana Pengurangan Penerima Iuran BPJS Kesehatan 2026

DPRD Kota Banjarmasin Bahas Rencana Pengurangan Penerima Iuran BPJS Kesehatan 2026

Revolusi Layanan BPJS Kesehatan Melalui Empat Inovasi Canggih Berbasis Kecerdasan Buatan

Revolusi Layanan BPJS Kesehatan Melalui Empat Inovasi Canggih Berbasis Kecerdasan Buatan

Panduan Lengkap Lokasi dan Jam Layanan Samsat Keliling untuk Bayar Pajak Kendaraan di Jadetabek

Panduan Lengkap Lokasi dan Jam Layanan Samsat Keliling untuk Bayar Pajak Kendaraan di Jadetabek

Peran Praja IPDN dan ASN Kemendagri dalam Pemulihan Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang

Peran Praja IPDN dan ASN Kemendagri dalam Pemulihan Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang

Wapres Gibran Dorong Santri di Mojokerto Kuasai Teknologi untuk Hadapi Transformasi Digital

Wapres Gibran Dorong Santri di Mojokerto Kuasai Teknologi untuk Hadapi Transformasi Digital