OJK Perkuat Dukungan untuk Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo: Strategi dan Kebijakan Terbaru
- Rabu, 12 Februari 2025
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan berbagai strategi untuk menyukseskan program pembangunan 3 juta rumah yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ambisius ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan harapan dapat menciptakan efek berganda yang akan merangsang investasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengungkapkan kepercayaan dirinya bahwa pembangunan 3 juta rumah ini dapat terwujud melalui kebijakan yang komprehensif. "Kami mengambil langkah kebijakan yang holistik dengan memperluas dan mempermudah akses kredit pembiayaan kepemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat berpendapatan rendah," ujar Mahendra saat membuka Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2025 di JCC Senayan Jakarta.
Strategi Holistik dalam Mendukung Program Perumahan
Dalam rangka mendukung program ini, OJK telah menyiapkan pengaturan yang memungkinkan penilaian kualitas aset bank dilakukan hanya berdasar satu pilar, yakni ketepatan pembayaran. Hal ini tercantum dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor Tahun 2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum. Mahendra menegaskan bahwa penetapan kualitas aset produktif bagi debitur dengan plafon hingga Rp 5 miliar dapat berfokus pada ketepatan pembayaran pokok.
Berbeda dengan kredit lain yang dinilai berdasarkan tiga pilar prospek usaha, kinerja debitur, dan kemampuan membayar dukungan KPR juga mencakup penerapan bobot risiko rendah untuk menilai risiko kredit dalam perhitungan aset tertimbang menurut risiko (ATMR). Kebijakan ini, diatur dalam Surat Edaran OJK Nomor 24 Tahun 2021, menyatakan bahwa kredit untuk properti rumah tinggal dapat dikenakan bobot risiko ATMR kredit yang lebih rendah dibandingkan kredit kepada korporasi.
Fokus pada Penanganan Pengaduan dan Dukungan Kredit Non Lancar
OJK juga menekankan bahwa tidak ada larangan dalam pemberian kredit kepada debitur non lancar. Untuk mempercepat penanganan proses pengaduan KPR, terutama yang berkaitan dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), OJK berkomitmen untuk menyiapkan kanal pengaduan khusus. "Kami menyiapkan kanal pengaduan khusus dan membentuk task force bersinergi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta para pemangku kepentingan lain," jelas Mahendra.
Kerja sama antara OJK dan kementerian terkait menunjukkan upaya sinergis yang diperlukan guna memastikan bahwa program perumahan ini dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi masyarakat berpenghasilan rendah dalam mengakses KPR.
Pelaksanaan program 3 juta rumah tidak luput dari tantangan, terutama dalam hal pendanaan dan penyediaan infrastruktur yang memadai. Namun, dengan strategi yang telah disusun OJK, diharapkan dapat mempermudah akses MBR untuk mendapatkan pembiayaan perumahan yang layak.
Program ini juga dianggap dapat memicu pertumbuhan sektor konstruksi dan bahan bangunan, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru yang signifikan. Potensi ini dianggap akan berdampak positif bagi perekonomian nasional dalam jangka panjang.
Dukungan OJK terhadap program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui strategi kebijakan yang menyeluruh, termasuk kemudahan akses KPR dan penanganan pengaduan yang efektif, diharapkan program ini tidak hanya membawa manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Dengan langkah-langkah ini, OJK berupaya mewujudkan visi pembangunan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
MIND ID dan IBC Optimalkan Nikel Indonesia Sebagai Pilar Utama Industri Baterai Global 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Cek Simulasi KUR BRI 2026 untuk Modal Usaha Ramadhan dengan Pinjaman Ringan
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
BNI Raih Laba Rp20 Triliun 2025 dan Perkuat Peran Strategis dalam Pembangunan Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Nasabah BCA Wajib Tahu Aturan Saldo Minimum Terbaru 2026 Agar Rekening Tidak Terblokir
- Kamis, 05 Februari 2026
Bank Mandiri Tingkatkan Dampak Sosial dan Lingkungan dengan 1.174 Program TJSL 2025
- Kamis, 05 Februari 2026
BRI Dapat Mandat Tambah Kuota KPR FLPP Hingga 60.000 Unit di Tahun 2026
- Kamis, 05 Februari 2026













