Selasa, 31 Maret 2026

Pemetaan dan Penanganan Kawasan Kumuh di Mukomuko Menjadi Prioritas Utama Pemerintah Kabupaten

Pemetaan dan Penanganan Kawasan Kumuh di Mukomuko Menjadi Prioritas Utama Pemerintah Kabupaten
Pemetaan dan Penanganan Kawasan Kumuh di Mukomuko Menjadi Prioritas Utama Pemerintah Kabupaten

MUKOMUKO – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) berkomitmen untuk mengatasi permasalahan permukiman kumuh di wilayahnya. Dalam upaya ini, mereka sedang mempersiapkan proses pemetaan ulang kawasan kumuh yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan di Mukomuko.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Mukomuko, Suryanto, mengatakan bahwa langkah ini diawali dengan rapat koordinasi bersama pihak terkait untuk memastikan keakuratan data dan efektivitas penanganan. "Kami akan segera menyelenggarakan rapat koordinasi untuk mempertegas kawasan-kawasan yang perlu menjadi prioritas dalam pemetaan kumuh," ujar Suryanto.

Tercatat, sebanyak 28 desa dan kelurahan telah secara resmi diidentifikasi sebagai kawasan kumuh berdasarkan penilaian dari tim Dinas Perkim Kabupaten Mukomuko yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Penilaian ini dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bahwa penanganan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Penanganan kawasan kumuh ini telah masuk dalam program prioritas Kabupaten Mukomuko, mengingat pentingnya lingkungan yang layak huni bagi masyarakat. "Kami fokus pada meningkatkan kualitas hidup warga dengan menyediakan lingkungan yang lebih sehat dan layak," tambah Suryanto.

Dalam mewujudkan program ini, Pemerintah Kabupaten Mukomuko sebelumnya telah mengusulkan alokasi anggaran yang memadai. Ini untuk memastikan semua rencana dapat direalisasikan secara tepat waktu dan optimal.

Pemetaan yang akan dilakukan tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi kawasan kumuh, tetapi juga untuk menilai tingkat keparahan dan kebutuhan spesifik dari setiap daerah. Hal ini penting agar bantuan dan penanganan yang diberikan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan segera.

Berdasarkan ketentuan yang ada, penanganan untuk kawasan kumuh yang memiliki luas lebih dari 10 hektar menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi. Sementara itu, kawasan yang lebih kecil, di bawah 10 hektar, akan dikelola dan ditangani langsung oleh Pemerintah Kabupaten Mukomuko. Pendekatan ini diyakini akan mempermudah distribusi tanggung jawab dan mempercepat proses revitalisasi kawasan kumuh.

Sebagai tindak lanjut dari pemetaan ini, Dinas Perkim juga akan bekerja sama dengan berbagai stakeholder, termasuk lembaga lintas sektor dan masyarakat setempat. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan program-program penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Selain fisik, aspek sosial juga menjadi perhatian dalam program penanganan kawasan kumuh ini. Pemerintah Kabupaten Mukomuko berharap dapat memberdayakan masyarakat setempat melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan ekonomi. Harapannya adalah agar masyarakat dapat secara aktif berperan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal mereka.

"Kerja sama dengan masyarakat sangat penting. Kami ingin masyarakat juga turut bergerak dan merasakan perubahan positif dari program ini," jelas Suryanto lebih lanjut.

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam penanganan kawasan kumuh tidak hanya berdampak pada perbaikan fisik lingkungan. Namun juga diharapkan dapat menimbulkan efek domino positif, seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat dan terbukanya peluang-peluang baru dalam sektor ekonomi.

Masyarakat Mukomuko menyambut baik langkah ini dan berharap agar upaya pemetaan dan penanganan kawasan kumuh dapat dilakukan dengan efektif dan cepat. Keberhasilan program ini bisa menjadi model bagi daerah lain dalam usaha mengatasi masalah permukiman kumuh yang serupa.

Melalui komitmen yang kuat dan kerja sama berbagai pihak, diharapkan kawasan kumuh di Mukomuko bisa segera tertangani dan menjadi titik balik menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bermanfaat bagi semua.

Baca Juga

Indonesia Jadi Magnet Investor Global dengan Kesepakatan Strategis Jepang Senilai Rp401 Triliun

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Presiden Prabowo Dorong Pembangunan 280 Jembatan Perintis Demi Akses Pendidikan dan Konektivitas

Presiden Prabowo Dorong Pembangunan 280 Jembatan Perintis Demi Akses Pendidikan dan Konektivitas

Peresmian Gedung Gus Dur RSU Muslimat NU Dorong Layanan Kesehatan Ramah Perempuan dan Anak

Peresmian Gedung Gus Dur RSU Muslimat NU Dorong Layanan Kesehatan Ramah Perempuan dan Anak

Kemenkes Catat Penurunan 93 Persen Kasus Campak, Tapi Kewaspadaan Terhadap Tenaga Kesehatan Tetap Tinggi

Kemenkes Catat Penurunan 93 Persen Kasus Campak, Tapi Kewaspadaan Terhadap Tenaga Kesehatan Tetap Tinggi

Panduan Lengkap Perpanjangan SIM dan Layanan Keliling Jakarta untuk Masyarakat

Panduan Lengkap Perpanjangan SIM dan Layanan Keliling Jakarta untuk Masyarakat

5 Mobil Listrik Harga LCGC di Bawah 200 Juta yang Wajib Dimiliki Anak Muda 2026

5 Mobil Listrik Harga LCGC di Bawah 200 Juta yang Wajib Dimiliki Anak Muda 2026