Jumat, 03 April 2026

TNI AU Terima Pengalihan Aset dari PT Angkasa Pura Indonesia, Perkuat Operasional Lanud Sultan Hasanuddin

TNI AU Terima Pengalihan Aset dari PT Angkasa Pura Indonesia, Perkuat Operasional Lanud Sultan Hasanuddin
TNI AU Terima Pengalihan Aset dari PT Angkasa Pura Indonesia, Perkuat Operasional Lanud Sultan Hasanuddin

JAKARTA - Komando Lanud Sultan Hasanuddin resmi menerima aset dari PT Angkasa Pura Indonesia melalui penandatanganan Berita Acara Verifikasi dan Inventarisasi, sebagai langkah strategis dalam penguatan fasilitas militer TNI AU di wilayah Indonesia timur. Penandatanganan ini dilaksanakan di Hotel Harper, Makassar, pada Rabu, 30 April 2025 , dan menjadi bagian penting dari optimalisasi pemanfaatan aset negara.

Penandatanganan dilakukan oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., bersama General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus E.T. Gandeguai. Acara ini turut disaksikan oleh berbagai pihak terkait, termasuk pejabat dari Kementerian Pertahanan RI dan perwakilan instansi pengelola aset negara.

Pengalihan aset ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, PT Angkasa Pura Indonesia, dan Markas Besar TNI Angkatan Udara (Mabesau), yang fokus pada efisiensi dan optimalisasi penggunaan aset negara. Proses verifikasi dan inventarisasi ini menjadi langkah krusial untuk memastikan keabsahan dan kejelasan status aset sebelum diserahterimakan kepada pihak militer.

Baca Juga

Panduan Lengkap Perjalanan Kapal Pelni Balikpapan ke Makassar Bulan April 2026

Turut hadir dalam penandatanganan tersebut antara lain Kadisbtbau Marsma TNI Easter Hariyanto, Kapus BMN Baranahan Kemhan Marsma TNI Tisna Kurniawan, serta Asset Management Group Head PT. Aviasi Pariwisata Indonesia, Farid Indra Nugraha, dan Kelik Hari Purwanto dari PT Angkasa Pura Indonesia. Selain itu, pejabat teknis dari BPKP dan DJKN juga hadir untuk memastikan transparansi proses.

Danlanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, menegaskan bahwa pengalihan aset ini sangat penting untuk keberlanjutan operasional pangkalan udara.

“Proses verifikasi dan inventarisasi ini penting untuk memastikan kejelasan status aset yang digunakan, serta untuk mendukung operasional Lanud Sultan Hasanuddin ke depan. Pengalihan aset ini akan memperkuat dukungan fasilitas Lanud Sultan Hasanuddin, khususnya dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia, Minggus E.T. Gandeguai, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah ini sebagai bentuk sinergi antara pengelola bandara dengan institusi pertahanan negara.

Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam hal penguatan pertahanan dan keamanan, terutama di wilayah strategis seperti Makassar, yang menjadi salah satu gerbang udara penting di kawasan timur Indonesia.

Dengan pengalihan ini, Lanud Sultan Hasanuddin dipastikan akan memiliki dukungan infrastruktur yang lebih kuat dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan udara, baik dalam konteks latihan, operasi militer, maupun dukungan logistik nasional.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jadwal dan Harga Tiket Kereta Api Kayu Klasik Museum Ambarawa Terbaru 2026

Jadwal dan Harga Tiket Kereta Api Kayu Klasik Museum Ambarawa Terbaru 2026

PT KAI Daop 7 Madiun Catat 492 Ribu Penumpang Selama Lebaran 2026

PT KAI Daop 7 Madiun Catat 492 Ribu Penumpang Selama Lebaran 2026

Strategi PT PP Perkuat Fondasi Keuangan dan Transformasi Bisnis Konstruksi Nasional

Strategi PT PP Perkuat Fondasi Keuangan dan Transformasi Bisnis Konstruksi Nasional

Hutama Karya Resmi Operasikan Junction Palembang, Permudah Akses Tol dan Perjalanan Warga

Hutama Karya Resmi Operasikan Junction Palembang, Permudah Akses Tol dan Perjalanan Warga

WIKA Pacu Pembangunan Bendungan Jenelata di Sulawesi Selatan Untuk Ketahanan Pangan

WIKA Pacu Pembangunan Bendungan Jenelata di Sulawesi Selatan Untuk Ketahanan Pangan