Dampak Serius Ultra Processed Food terhadap Kesehatan Anak Perlu Diwaspadai
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Anak-anak saat ini mudah terpapar makanan cepat saji, camilan kemasan, minuman manis, dan sereal berwarna-warni. Banyak dari makanan ini termasuk kategori Ultra-Processed Food (UPF), produk yang mengalami pengolahan intensif dan mengandung pemanis buatan, pewarna, pengawet, serta emulsifier.
Rasanya memang enak dan tampak menarik, tetapi konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek buruk jangka panjang. Orang tua perlu menyadari bahwa kesenangan sesaat dari UPF bisa berdampak pada kesehatan anak di masa depan.
Risiko Obesitas dan Penyakit Kronis
Baca JugaTimnas Futsal Indonesia Lolos Semifinal Piala Asia 2026 Hadapi Jepang
Anak-anak yang sering mengonsumsi UPF berisiko lebih tinggi mengalami obesitas. Makanan jenis ini tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan garam, tetapi rendah serat dan protein.
Kelebihan berat badan akibat UPF juga meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker di kemudian hari. Profesor Lily Arsanti Lestari dari FK-KMK UGM menekankan bahwa efek ini dipicu oleh peradangan kronis, gangguan metabolisme, dan perubahan mikrobiota usus.
Gangguan Mikroba Usus dan Sistem Imun
Mikrobiota usus berperan penting dalam fungsi imun dan metabolisme anak. UPF yang rendah serat dan tinggi bahan kimia tambahan seperti emulsifier dapat mengubah keseimbangan mikroba baik dalam usus.
Perubahan ini memicu peradangan tingkat rendah yang bisa berkontribusi pada penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Masa bayi dan balita menjadi fase krusial bagi pembentukan sistem kekebalan, sehingga dampak UPF pada usia ini sangat signifikan.
Risiko Gangguan Mental dan Perkembangan Otak
Beberapa penelitian menemukan konsumsi UPF berkorelasi dengan meningkatnya risiko kecemasan, depresi, dan gangguan kognitif pada anak. Bahan tambahan seperti nanopartikel titanium dioksida dan zat kimia bisfenol dapat menembus blood–brain barrier, memengaruhi memori, pembelajaran, dan regulasi emosi.
Selain itu, kekurangan nutrisi penting seperti asam lemak rantai panjang, zat besi, seng, dan protein akibat pola makan tinggi UPF dapat memengaruhi pembentukan sinaps, mielinasi, dan transmisi neurotransmiter. Kondisi ini meningkatkan potensi gangguan perkembangan saraf seperti ADHD dan autisme (ASD).
Penurunan Asupan Nutrisi Esensial
UPF sering memberi rasa kenyang instan, tetapi nilai gizinya rendah. Anak-anak yang sering mengonsumsinya cenderung kekurangan serat, protein, vitamin, dan mineral penting.
Kekurangan nutrisi ini bisa menimbulkan gangguan pertumbuhan, penurunan daya tahan tubuh, hingga masalah metabolik. Makanan utuh seperti sayur, buah, ikan, telur, dan biji-bijian tetap menjadi sumber nutrisi utama untuk mendukung perkembangan otak dan tubuh yang optimal.
Paparan Bahan Kimia dan Aditif
Banyak UPF mengandung pewarna, pengawet, pemanis, dan emulsifier buatan yang belum sepenuhnya diteliti efek jangka panjangnya pada anak-anak. Tubuh anak lebih rentan terhadap paparan zat kimia dibanding orang dewasa.
Kesadaran orang tua terhadap kandungan UPF menjadi kunci untuk mengurangi risiko. Memilih makanan bergizi dan mengutamakan produk alami dapat membantu anak tumbuh sehat dan terhindar dari dampak buruk jangka panjang.
Kesimpulannya, bahaya Ultra Processed Food bagi kesehatan anak tidak bisa dianggap remeh. Selain meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis, UPF juga mengganggu mikroba usus, memengaruhi perkembangan otak, menurunkan asupan nutrisi esensial, dan memaparkan anak pada bahan kimia berbahaya.
Orang tua perlu lebih bijak dalam memilih makanan harian si kecil. Dengan kesadaran dan pengawasan, anak dapat menikmati masa tumbuh kembang yang sehat tanpa efek buruk UPF.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Revolusi Layanan BPJS Kesehatan Melalui Empat Inovasi Canggih Berbasis Kecerdasan Buatan
- Rabu, 04 Februari 2026
10 Tempat Makan 24 Jam di Bandung yang Wajib Dikunjungi Para Pecinta Kuliner Malam
- Rabu, 04 Februari 2026
12 Ide Kegiatan Sosial di Bulan Ramadhan yang Bisa Dilakukan Semua Orang
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
10 Manfaat Pepaya yang Efektif Mengatasi Sembelit dan Menjaga Kesehatan Tubuh
- Rabu, 04 Februari 2026
8 Cara Ampuh dan Terbukti Secara Ilmiah Meredakan Sakit Kepala Dengan Cepat
- Rabu, 04 Februari 2026
Penting! Ini Alasan Mengapa Handuk Mandi Harus Dicuci Minimal Seminggu Sekali
- Rabu, 04 Februari 2026
Cara Membuat Face Mist Alami Sendiri di Rumah untuk Kulit Segar dan Glowing Setiap Hari
- Rabu, 04 Februari 2026
Tips Cerdas Mengupdate Wardrobe di 2026 Tanpa Harus Menguras Kantong Sama Sekali
- Rabu, 04 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Panduan Lengkap Cara Bayar iCloud dengan Mudah dan Cepat
- 04 Februari 2026
3.
Cara Membuat Akun Telegram dengan Mudah plus Cara Login
- 04 Februari 2026













