Konglomerat Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan Saham BRPT di Tengah Fluktuasi Pasar
- Jumat, 30 Januari 2026
JAKARTA - Konglomerat Prajogo Pangestu menunjukkan langkah strategis di tengah gejolak pasar dengan menambah kepemilikan saham di PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Langkah ini menjadi sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan meski pasar sedang bergerak fluktuatif.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Prajogo melakukan pembelian 4 juta saham BRPT dalam enam kali transaksi pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026. Transaksi ini menegaskan komitmennya sebagai pengendali utama untuk memperkuat posisi di perusahaan.
Saham dibeli dengan harga antara Rp 2.130 per saham hingga Rp 2.180 per saham. Total dana yang digelontorkan Prajogo untuk akuisisi ini diperkirakan mencapai Rp 8,52 miliar hingga Rp 8,72 miliar.
Baca JugaLonjakan Tajam Harga Emas Dan Perak Mendorong Penguatan Saham Tambang Global
Strategi Investasi dan Kepemilikan Langsung
Dalam keterbukaan informasi, Prajogo menyebutkan tujuan pembelian adalah untuk investasi dengan status kepemilikan langsung. Langkah ini memperkuat posisi kendalinya dan menegaskan keyakinan terhadap nilai fundamental BRPT.
Akibat transaksi ini, jumlah saham BRPT yang dimiliki Prajogo bertambah dari 66.906.030.165 saham atau 71,3685% menjadi 66.910.030.165 saham atau 71,373%. Perubahan ini menunjukkan penguatan minoritas kepemilikan yang tetap signifikan di tengah pergerakan pasar.
Pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, saham BRPT terkoreksi 4,35% ke level Rp 2.200 per saham. Koreksi tersebut terjadi di tengah kondisi pasar yang sedang menghadapi tekanan dari faktor global dan domestik.
Di awal perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, saham BRPT menguat 0,91% ke Rp 2.220 per saham. Lonjakan ini menunjukkan adanya minat beli di pasar yang mendorong pemulihan harga setelah koreksi sehari sebelumnya.
Dampak dan Persepsi Investor
Langkah akuisisi tambahan saham oleh pengendali utama kerap menjadi sinyal positif bagi investor. Ini memberikan pesan bahwa pemegang saham utama tetap percaya terhadap pertumbuhan perusahaan meski harga saham sempat terkoreksi.
Investor biasanya menilai kepemilikan langsung sebagai bentuk keyakinan pengendali terhadap nilai intrinsik perusahaan. Kegiatan ini dapat memengaruhi persepsi pasar dan mendorong stabilitas harga saham dalam jangka menengah.
Peningkatan kepemilikan di tengah fluktuasi pasar menunjukkan strategi yang lebih defensif sekaligus proaktif. Hal ini menekankan pentingnya kepercayaan manajemen dan pemegang saham utama terhadap prospek fundamental perusahaan.
Prospek BRPT dan Pergerakan Saham Selanjutnya
PT Barito Pacific Tbk merupakan salah satu emiten yang bergerak di sektor energi dan industri berbasis bahan baku. Perusahaan ini memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang menarik bagi investor strategis seperti Prajogo Pangestu.
Fluktuasi harga saham yang terjadi mencerminkan dinamika pasar dan sentimen investor jangka pendek. Namun, penambahan kepemilikan oleh pengendali utama dapat menjadi faktor stabilisasi dan meningkatkan kepercayaan pemegang saham lain.
Penguatan saham di awal perdagangan Jumat menunjukkan adanya respons positif pasar terhadap kepemilikan langsung tambahan. Hal ini memperlihatkan bahwa investor menilai langkah Prajogo sebagai sinyal fundamental yang solid.
Secara keseluruhan, tindakan Prajogo Pangestu membeli saham BRPT di tengah tekanan pasar menekankan strategi investasi jangka panjang. Ini sekaligus menunjukkan bahwa pengendali perusahaan siap mempertahankan kendali dan mendukung pertumbuhan perusahaan ke depan.
Investor kini akan mengamati pergerakan saham BRPT dalam beberapa hari ke depan. Kepemilikan tambahan ini bisa menjadi faktor penyeimbang ketika harga saham mengalami tekanan pasar sementara.
Selain itu, langkah ini menguatkan posisi strategis Prajogo dalam pengambilan keputusan perusahaan. Dengan kepemilikan lebih dari 71%, pengaruhnya tetap dominan dalam arah strategi jangka panjang BRPT.
Pergeseran harga saham dan transaksi pengendali utama menjadi sorotan utama pelaku pasar. Analisis terhadap aktivitas seperti ini penting untuk memahami sentimen investor dan potensi pergerakan saham.
Dengan adanya akuisisi tambahan, perusahaan memiliki landasan lebih kuat untuk mengeksekusi rencana bisnis strategis. Investor menilai ini sebagai upaya pengendali utama untuk mempertahankan nilai perusahaan meski kondisi pasar tidak menentu.
Kesimpulannya, pembelian saham BRPT oleh Prajogo Pangestu bukan sekadar transaksi finansial. Langkah ini mengirimkan sinyal positif bagi pasar mengenai keyakinan pengendali terhadap potensi pertumbuhan perusahaan.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Daftar Harga Motor Listrik Honda 2026 dan Opsi Kredit Ringan untuk Konsumen Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Panduan Lengkap Cara Daftar CPNS 2026 untuk Lulusan S1 Beserta Bocoran Formasi
- Rabu, 04 Februari 2026
Update Lengkap Cara Cek dan Besaran Bansos PKH dan BPNT Februari 2026 untuk Masyarakat
- Rabu, 04 Februari 2026
Kemenhaj Tingkatkan Pengawasan Umrah 2026 Demi Perlindungan Hak Jemaah Secara Maksimal
- Rabu, 04 Februari 2026
Rencana Peluncuran iPhone Lipat Akhir 2026 Harga Diperkirakan Tembus Rp40 Juta
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Menteri Keuangan Purbaya Proyeksikan Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30 Persen
- Rabu, 04 Februari 2026
Menkeu Purbaya Sebut Mundurnya Bos BEI-OJK Pertanda Baik Bagi Integritas Pasar
- Rabu, 04 Februari 2026
Bank Mandiri Perkuat Dampak Sosial dan Lingkungan Lewat 1.174 Program TJSL Sepanjang 2025
- Rabu, 04 Februari 2026












