Rabu, 04 Februari 2026

Indonesia Siap Tingkatkan Transparansi Pasar Modal dalam Pertemuan MSCI

Indonesia Siap Tingkatkan Transparansi Pasar Modal dalam Pertemuan MSCI
Indonesia Siap Tingkatkan Transparansi Pasar Modal dalam Pertemuan MSCI

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap menggelar pertemuan virtual dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026, sore hari, untuk membahas isu transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia.

Hasan Fawzi, Anggota Dewan Komisioner OJK, menyampaikan bahwa pertemuan akan fokus pada konfirmasi kesiapan OJK dan Self Regulatory Organization (SRO). Agenda ini mencakup rencana pelaksanaan langkah-langkah yang menjadi perhatian indeks provider global tersebut.

OJK telah memberikan arahan kepada tim internal dan SRO untuk mempersiapkan pertemuan ini. Tujuannya agar setiap isu yang menjadi perhatian MSCI dapat dijawab secara komprehensif dan tepat sasaran.

Baca Juga

Bank Mandiri Perkuat Dampak Sosial dan Lingkungan Lewat 1.174 Program TJSL Sepanjang 2025

Fokus Pertemuan dan Harapan OJK

Hasan menekankan bahwa pertemuan diharapkan menghasilkan pernyataan atau kesepakatan sebagai tindak lanjut komunikasi sebelumnya. "Kita berharap dari mekanisme yang dilakukan, kita akan mendapatkan pernyataan atau kesepakatan sebagai hasil dari pertemuan itu," tegas Hasan.

Poin penting dalam pertemuan ini adalah memastikan kesiapan Indonesia sebagai pasar modal yang transparan. Hal ini sekaligus menjadi langkah untuk meyakinkan MSCI terkait integritas pasar modal domestik.

BEI juga menegaskan keterlibatannya dalam agenda tersebut. Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, akan mewakili bursa untuk bertemu langsung dengan pihak MSCI bersama OJK.

Jeffrey menegaskan, tujuan pertemuan adalah menunjukkan komitmen Indonesia meningkatkan tata kelola dan keterbukaan informasi. Hal ini penting untuk memperkuat kepercayaan investor global terhadap pasar saham domestik.

Langkah BEI dalam Transparansi Data Kepemilikan Saham

Salah satu poin yang akan disampaikan BEI adalah perluasan disclosure data kepemilikan saham. Data pemegang saham di bawah 5% akan diungkap secara lebih umum untuk memperkuat akurasi dan transparansi informasi.

Selain itu, BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan memperdalam klasifikasi tipe investor. Langkah ini bertujuan agar kategori investor menjadi lebih jelas dan sesuai harapan MSCI.

Klasifikasi investor yang diperluas mencakup SWF, PE, investment advisor, discretionary fund, dan kategori lain yang relevan. Hal ini diharapkan dapat membantu MSCI menilai pasar modal Indonesia secara lebih objektif dan komprehensif.

BEI menekankan bahwa langkah-langkah ini juga sejalan dengan praktik internasional. Dengan memperjelas klasifikasi investor, transparansi pasar domestik akan meningkat signifikan.

Dampak bagi Pasar Modal dan Investor Global

Pertemuan ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia di mata investor internasional. Komitmen terhadap disclosure dan tata kelola yang baik menjadi indikator kesiapan pasar untuk menghadapi standar global.

Transparansi yang lebih baik akan memudahkan MSCI dalam menilai pasar modal Indonesia. Hasil positif dari pertemuan dapat meningkatkan peringkat pasar saham domestik di indeks global.

Dengan adanya pertemuan ini, OJK dan BEI menunjukkan keseriusan dalam menjaga integritas pasar. Langkah-langkah konkret yang dibahas diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi stabilitas dan kepercayaan investor.

Penguatan tata kelola ini juga menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar lokal. Investor domestik dapat memperoleh kepastian bahwa mekanisme perdagangan dan informasi pasar berjalan sesuai prinsip transparansi.

Selain itu, penyampaian data yang lebih akurat dan klasifikasi investor yang komprehensif akan meminimalisir potensi kesalahpahaman. Hal ini akan membantu terciptanya pasar modal yang lebih sehat dan efisien.

Ke depannya, OJK dan BEI akan terus memantau implementasi langkah-langkah yang dibahas dalam pertemuan. Tujuannya adalah memastikan setiap komitmen dijalankan dengan baik dan konsisten.

Pertemuan dengan MSCI juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat citra Indonesia di kancah pasar global. Investor internasional akan menilai keseriusan pemerintah dan regulator dalam menjaga integritas pasar.

Jika langkah-langkah ini berhasil diterapkan, potensi masuknya investasi asing akan meningkat. Hal ini sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan penguatan pasar modal dalam negeri.

Transparansi pasar modal menjadi kunci untuk menghadirkan investor yang lebih percaya dan aktif. Dengan data yang lebih terbuka dan klasifikasi investor yang jelas, perdagangan saham dapat berlangsung lebih efisien.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bank Jateng Tingkatkan Konservasi Lingkungan dan Nilai Ekonomi Lewat Program Low Carbon di Banjarnegara

Bank Jateng Tingkatkan Konservasi Lingkungan dan Nilai Ekonomi Lewat Program Low Carbon di Banjarnegara

Allo Bank Menyikapi Perlambatan BNPL Industri Perbankan dengan Strategi Pertumbuhan Selektif dan Berkelanjutan

Allo Bank Menyikapi Perlambatan BNPL Industri Perbankan dengan Strategi Pertumbuhan Selektif dan Berkelanjutan

Cara Cerdas Kelola Gaji Bulanan dengan OCTO Savers Payroll dari CIMB Niaga

Cara Cerdas Kelola Gaji Bulanan dengan OCTO Savers Payroll dari CIMB Niaga

Tabel KUR BRI 2026, Pinjaman Mulai Rp10 Juta untuk Modal UMKM

Tabel KUR BRI 2026, Pinjaman Mulai Rp10 Juta untuk Modal UMKM

Tabel KUR Bank Mandiri 2026 Pinjaman Rp500 Juta Bisa Jadi Modal Ekspansi UMKM

Tabel KUR Bank Mandiri 2026 Pinjaman Rp500 Juta Bisa Jadi Modal Ekspansi UMKM