Presiden Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Penerima
- Selasa, 03 Februari 2026
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 60 juta penerima dalam lebih dari satu tahun pelaksanaannya. Presiden menilai pencapaian ini melampaui prediksi awal yang meragukan kemampuan pemerintah menjalankan program berskala besar.
Capaian MBG dan Respons Terhadap Kritik
Dalam Taklimat Presiden pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin, 2 Februari 2026, Prabowo menyampaikan keberhasilan program tersebut. Ia mengatakan, “Alhamdulillah, hari ini, tadi malam saya cek kepala BGN. Kita sudah mencapai 60 juta penerima manfaat. Tidak ada yang menduga kita mampu.”
Baca JugaBocoran Harga dan Spesifikasi Suzuki e Vitara, Mobil Listrik SUV Menengah
Presiden juga menanggapi kritik soal potensi kegagalan dan isu keracunan makanan. Menurutnya, jika dibandingkan jumlah makanan yang telah dibagikan, kasus keracunan sangat kecil, hanya 0,007 hingga 0,008 persen.
“Artinya 99,99 persen usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” tegas Prabowo. Ia menilai sebagian kritik lebih didorong oleh kepentingan politis ketimbang penilaian objektif terhadap data dan fakta di lapangan.
Meskipun demikian, pemerintah tetap terbuka untuk berdialog dan menjelaskan pelaksanaan program MBG. Prabowo menekankan bahwa transparansi tetap dijaga demi memastikan masyarakat percaya terhadap hasil program.
MBG Menarik Perhatian Internasional
Prabowo menuturkan Program MBG kini mendapat perhatian dari berbagai lembaga dan pakar internasional. Beberapa ahli dari Amerika Serikat, termasuk dari White House, mempelajari langsung pelaksanaan MBG di Indonesia.
Selain itu, Rockefeller Institute pernah melakukan kajian dan menilai MBG sebagai investasi terbaik sebuah negara. Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk makan bergizi dinilai bisa memberikan dampak ekonomi berlipat ganda dalam jangka panjang.
“Satu rupiah yang kita keluarkan untuk makan bergizi akan menimbulkan lipat ganda minimal lima kali, dan dalam jangka panjang bisa menjadi 35 kali investasinya,” kata Presiden. Kajian ini menunjukkan manfaat ekonomi sekaligus sosial dari program MBG.
Prabowo menyesalkan masih ada kalangan yang lebih percaya pada pandangan asing dibandingkan kemampuan bangsa sendiri. Ia menekankan, pemerintah tetap membuka ruang dialog berbasis data dan bukti nyata pelaksanaan program.
Pejabat kesehatan Amerika Serikat, termasuk Secretary of Health, menunjukkan minat untuk berdiskusi langsung tentang program MBG. “Secretary of Health dari Amerika Serikat ingin jumpa dengan saya, ingin bertanya tentang MBG,” ujar Prabowo.
Program MBG dan Dampak Sosial-Ekonomi
Program MBG tidak hanya menjadi perhatian domestik tetapi juga internasional karena efektivitas dan skala pelaksanaannya. Dengan menjangkau 60 juta penerima, program ini menunjukkan kemampuan pemerintah menjalankan program sosial berskala besar.
Capaian MBG menjadi bukti bahwa intervensi pemerintah di bidang kesehatan dan gizi memiliki dampak nyata. Program ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ekonomi negara.
Selain dampak gizi, MBG berpotensi menurunkan biaya kesehatan jangka panjang. Peningkatan asupan gizi akan mengurangi risiko penyakit akibat malnutrisi, sehingga menekan beban sistem kesehatan nasional.
Pemerintah juga menekankan transparansi pelaksanaan MBG agar publik dan pengamat tetap yakin terhadap efektivitas program. Data akurat dan monitoring berkala menjadi kunci keberhasilan serta pengakuan internasional.
Ke depan, Presiden berharap MBG bisa menjadi model program sosial yang diikuti negara lain. Capaian ini menunjukkan bahwa kebijakan berbasis data dan implementasi efektif mampu menarik perhatian dunia.
Selain itu, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi antarinstansi untuk menjaga kualitas dan distribusi program. Partisipasi berbagai pihak termasuk lembaga internasional turut membantu memastikan keberhasilan MBG.
Dengan capaian 60 juta penerima, MBG menjadi contoh nyata kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Program ini membuktikan bahwa intervensi sosial dapat dilakukan dengan efektif, transparan, dan berdampak luas.
Transparansi, pengawasan, dan dialog dengan berbagai pihak menjadi strategi utama pemerintah untuk mempertahankan keberhasilan MBG. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu menjalankan program sosial berskala besar.
Ke depan, program MBG diharapkan terus berkembang dan memperluas jangkauan penerima. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan setiap warga mendapatkan akses gizi yang memadai.
Dengan perhatian internasional yang meningkat, MBG juga menjadi media diplomasi kesehatan dan gizi. Hal ini memperkuat citra Indonesia di mata dunia sebagai negara yang proaktif menangani isu sosial dan kesehatan masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis kini bukan sekadar program domestik, melainkan contoh global. Keberhasilan ini membuka peluang kolaborasi internasional dan pertukaran praktik terbaik di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Daftar Harga Motor Listrik Honda 2026 dan Opsi Kredit Ringan untuk Konsumen Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Panduan Lengkap Cara Daftar CPNS 2026 untuk Lulusan S1 Beserta Bocoran Formasi
- Rabu, 04 Februari 2026
Update Lengkap Cara Cek dan Besaran Bansos PKH dan BPNT Februari 2026 untuk Masyarakat
- Rabu, 04 Februari 2026
Kemenhaj Tingkatkan Pengawasan Umrah 2026 Demi Perlindungan Hak Jemaah Secara Maksimal
- Rabu, 04 Februari 2026
Rencana Peluncuran iPhone Lipat Akhir 2026 Harga Diperkirakan Tembus Rp40 Juta
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Panduan Lengkap Cara Daftar CPNS 2026 untuk Lulusan S1 Beserta Bocoran Formasi
- Rabu, 04 Februari 2026
Update Lengkap Cara Cek dan Besaran Bansos PKH dan BPNT Februari 2026 untuk Masyarakat
- Rabu, 04 Februari 2026
Kemenhaj Tingkatkan Pengawasan Umrah 2026 Demi Perlindungan Hak Jemaah Secara Maksimal
- Rabu, 04 Februari 2026









