Menteri Pertanian Tegaskan Strategi Pemerintah Agar Harga Daging Sapi Stabil Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan agar seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) tidak menaikkan harga daging sapi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan nasional menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat mengakses daging sapi dengan harga wajar. Kebijakan ini juga bertujuan agar momentum hari besar keagamaan dapat dirayakan tanpa tekanan kenaikan harga pangan.
Kebijakan Harga Daging dan Kontrol RPH
Baca JugaTeknologi Megawatt Generasi Kedua BYD Siap Pangkas Waktu Pengisian Daya Mobil Listrik
Amran menyampaikan, seluruh RPH wajib melarang jagal menaikkan harga daging sapi secara tidak wajar. Pemerintah telah menetapkan harga sapi siap potong dari feedloter tidak lebih dari Rp55.000/kg dan diterima di RPH maksimal Rp56.000/kg.
Harga karkas yang stabil menjadi kunci agar harga daging di pasar tidak lebih dari Rp130.000/kg. Setiap jagal wajib mematuhi ketentuan ini agar rantai pasok tetap terkendali dan harga daging tidak merugikan konsumen.
Pemerintah juga menekankan bahwa kenaikan harga yang memanfaatkan kebutuhan masyarakat pada hari besar tidak akan ditoleransi. Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak yang bermain-main dengan harga daging sapi.
Pengawasan dan Penindakan Satgas Pangan
Mentan meminta Satgas Pangan Mabes Polri bersama instansi terkait turun langsung untuk memeriksa RPH yang dicurigai memainkan harga. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diberikan kepada RPH yang melanggar aturan.
Langkah pengawasan ini penting untuk menjaga stabilitas harga daging selama periode permintaan tinggi. Satgas Pangan berperan memastikan semua aktor di rantai pasok mematuhi kebijakan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain itu, feedloter juga diinstruksikan untuk tidak menyalurkan sapi hidup ke jagal atau RPH yang melanggar aturan harga. Penertiban pasokan ini menjadi strategi tambahan untuk memastikan harga daging tetap stabil dan adil bagi masyarakat.
Kondisi Pasokan dan Stabilitas Pangan Nasional
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi pada Januari 2026 terutama pada komoditas harga bergejolak. Penurunan harga sejumlah komoditas pangan, termasuk telur ayam ras dan cabai merah, membantu menjaga stabilitas harga pangan secara umum.
Secara tahunan, beberapa komoditas seperti beras, daging ayam ras, dan bawang merah masih menyumbang inflasi. Namun, inflasi tersebut masih berada dalam batas wajar dan tidak mengganggu kestabilan harga pangan nasional.
Amran menegaskan, pemerintah memiliki pasokan pangan strategis yang cukup untuk menghadapi periode Ramadhan dan Idul Fitri. Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar tanpa tekanan lonjakan harga pangan.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan feedloter, RPH, dan Satgas Pangan agar setiap kebijakan harga diimplementasikan dengan tepat. Strategi terpadu ini menjadi kunci sukses menjaga stabilitas harga daging sapi.
Harga daging yang stabil tidak hanya menguntungkan konsumen tetapi juga mendukung pelaku usaha agar tetap beroperasi dengan adil. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah menjaga keseimbangan kepentingan antara produsen dan masyarakat.
Amran menekankan pentingnya kepatuhan seluruh jagal dan RPH. Feedloter yang melanggar ketentuan akan dikenakan sanksi berupa penghentian suplai sapi.
Pengawasan dan penertiban ini dilakukan untuk memastikan bahwa harga daging di tingkat pasar tetap terkendali. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi permintaan tinggi selama momen hari besar keagamaan.
Mentan menegaskan, RPH yang patuh akan mendapat kepastian suplai sapi dari feedloter. Hal ini menjadi insentif agar semua pihak di rantai pasok mematuhi aturan harga dan menjaga stabilitas pangan.
Dengan semua langkah ini, pemerintah optimis harga daging sapi akan tetap stabil hingga Idul Fitri 2026. Komitmen tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi masyarakat dan mendukung kelancaran perayaan hari besar keagamaan.
Mentan juga menegaskan bahwa seluruh pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang merugikan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Pemerintah menekankan perlunya sinergi antara feedloter, RPH, Satgas Pangan, dan instansi terkait. Sinergi ini menjadi kunci agar kebijakan harga daging sapi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dengan pengendalian harga yang tepat, masyarakat dapat menikmati daging sapi dengan harga wajar. Strategi ini sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional dan mendukung ekonomi masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
PLN DIY Lakukan Pemeliharaan Jaringan Distribusi Listrik Rabu 4 Februari 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
7 Rekomendasi Cushion Brand Lokal untuk Kulit Kering yang Bikin Makeup Tahan Lama
- Rabu, 04 Februari 2026
Kenali 8 Gejala Awal Diabetes yang Sering Terabaikan tapi Perlu Diwaspadai
- Rabu, 04 Februari 2026
Harga Oppo Reno 15 Series Mulai Rp5,5 Juta, Siap Pre-Order Februari 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
Review Samsung Galaxy S21 Ultra: Performa Kencang, Layar AMOLED, Baterai Tahan Lama
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Perbandingan Harga BBM Pertamina Hingga Shell Per Februari 2026 Kompak Turun
- Rabu, 04 Februari 2026
Laporan Terbaru PIHPS Harga Cabai Rawit Merah Kini Menyentuh Rp65.600 Per Kilogram
- Rabu, 04 Februari 2026
Coretax Hadir Mudahkan Pelaku UMKM Indonesia Melaporkan Kewajiban Pajak Secara Digital
- Rabu, 04 Februari 2026
Kemenekraf Perkuat Hilirisasi Produk UMKM Muda Guna Memenangkan Persaingan Pasar Global
- Rabu, 04 Februari 2026









.jpg)



