Industri Manufaktur Indonesia Catat Pertumbuhan Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 Pada 2025
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri pengolahan nonmigas atau manufaktur tumbuh 5,15% year-on-year (yoy) pada 2025. Pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11% yoy.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, industri pengolahan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025. “Jika dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi secara kumulatif tahun 2025, dari sisi lapangan usaha terlihat industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,07%. Angka ini merupakan yang tertinggi selama 4 tahun terakhir,” ujar Amalia dalam rilis berita resmi statistik pada Kamis, 5 Februari 2026.
Pertumbuhan manufaktur yang tinggi menunjukkan pemulihan sektor industri dari dampak pandemi. Hal ini menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi nasional dan kepercayaan investor.
Baca Juga
Dorongan dari Permintaan Domestik dan Ekspor
Amalia menekankan pertumbuhan industri pengolahan didorong oleh permintaan baik dari pasar domestik maupun luar negeri. Permintaan domestik meningkat seiring dengan konsumsi masyarakat yang terus tumbuh, khususnya pada produk pangan dan kesehatan.
Industri makanan dan minuman mencatat pertumbuhan 6,39% pada 2025. Lonjakan ini didukung oleh meningkatnya produksi beras, minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya, serta kapasitas produksi industri makanan yang tetap terjaga.
Selain itu, industri logam dasar mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 15,71%. Peningkatan permintaan dari pasar luar negeri, terutama komoditas besi, baja, dan logam mulia, menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ini.
Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga berkontribusi positif dengan pertumbuhan 8,35%. Kenaikan ini seiring dengan permintaan domestik untuk komoditas kimia dasar dan produk farmasi pada segmen obat serta produk kesehatan lainnya.
Kontribusi Sektor Manufaktur Terhadap Ekonomi Nasional
Industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusinya yang mencapai 1,07% menjadi angka tertinggi dibandingkan sektor lain selama empat tahun terakhir.
Sektor manufaktur memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan neraca perdagangan. Ekspor produk manufaktur yang meningkat memberi tambahan devisa sekaligus menguatkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Pertumbuhan ini juga mencerminkan ketahanan sektor industri dalam menghadapi berbagai tantangan global. Sektor manufaktur terbukti mampu beradaptasi dengan fluktuasi permintaan dan perubahan harga komoditas internasional.
Industri Pangan dan Kesehatan Jadi Fokus Pertumbuhan
Sektor makanan dan minuman menjadi primadona pertumbuhan dengan kenaikan produksi yang stabil. Keberhasilan ini didorong oleh kapasitas produksi yang terjaga dan peningkatan konsumsi masyarakat domestik.
Industri kimia dan farmasi turut memperkuat pertumbuhan manufaktur nasional. Produk kesehatan dan obat tradisional menjadi kebutuhan penting yang mendorong penyerapan kapasitas produksi secara signifikan.
Pertumbuhan sektor ini tidak hanya mendukung ekonomi domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor. Permintaan global terhadap produk farmasi dan kimia dasar turut memperluas pasar industri Indonesia.
Manufaktur Logam Dasar Tumbuh Pesat Didukung Pasar Global
Industri logam dasar mencatat pertumbuhan 15,71%, menjadi sektor manufaktur dengan laju peningkatan tercepat pada 2025. Permintaan dari luar negeri, terutama untuk besi, baja, dan logam mulia, menjadi faktor utama pertumbuhan sektor ini.
Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan industri logam Indonesia untuk bersaing di pasar global. Efisiensi produksi dan kualitas produk menjadi daya tarik bagi importir dari berbagai negara.
Ekspansi pasar logam dasar turut meningkatkan pendapatan devisa negara. Hal ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Optimisme Pemulihan Industri Manufaktur Pasca Pandemi
Pertumbuhan manufaktur yang melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan optimisme pemulihan industri. Sektor ini menjadi indikator kunci kesehatan ekonomi setelah pandemi Covid-19.
Keberhasilan industri pengolahan dalam mempertahankan pertumbuhan menunjukkan adaptasi yang baik terhadap tantangan ekonomi global. Hal ini termasuk fluktuasi harga komoditas, gangguan rantai pasok, dan perubahan permintaan pasar.
Industri manufaktur diharapkan tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di tahun-tahun mendatang. Peningkatan kapasitas produksi, kualitas, dan penetrasi pasar global menjadi fokus utama untuk mempertahankan momentum positif.
Pemantauan sektor industri oleh pemerintah dan BPS menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan. Data statistik yang akurat membantu pengambilan kebijakan yang tepat, baik untuk mendukung investasi maupun pengembangan sektor manufaktur.
Pertumbuhan industri pengolahan juga menandakan peluang lapangan kerja yang semakin terbuka. Peningkatan kapasitas produksi di berbagai sektor manufaktur menyerap tenaga kerja baru dan memperkuat daya beli masyarakat.
Sektor manufaktur menjadi tulang punggung bagi penguatan ekonomi regional maupun nasional. Investasi dalam teknologi dan kapasitas produksi akan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Dengan pertumbuhan 5,15% pada 2025, industri manufaktur mencatat capaian tertinggi sejak pandemi. Data ini menunjukkan bahwa industri pengolahan tetap menjadi faktor utama stabilitas ekonomi Indonesia.
Manufaktur yang tangguh akan mendukung keberlanjutan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pemerintah dan pelaku industri diharapkan terus bersinergi untuk mempertahankan tren positif ini.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Danantara Indonesia Dorong PT PAL dan INKA Jadi Motor Utama Hilirisasi Baja Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Resep Nugget Udang Homemade Anti Pengawet, Gurih, dan Mudah Dibuat
- Kamis, 05 Februari 2026
Cara Praktis Membuat Es Mambo Kacang Merah yang Segar dan Lezat di Rumah
- Kamis, 05 Februari 2026
4 Resep Olahan Pisang Praktis dan Lezat untuk Menu Buka Puasa di Rumah
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Pemerintah Tuntaskan Keadilan Transmigran dengan Penerbitan Ribuan Sertifikat Hak Milik
- Kamis, 05 Februari 2026
Kemenhub Perkuat Bandara Sebagai Pusat Respon Bencana dan Mobilisasi Kemanusiaan
- Kamis, 05 Februari 2026
Kementerian UMKM Dorong Usaha Rakyat Terlibat Langsung di Sektor Pertambangan
- Kamis, 05 Februari 2026













