Rute Baru Transjabodetabek Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta Siap Permudah Perjalanan Warga Jakarta
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan ada 20 bus yang disiapkan untuk rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta. Headway atau jarak waktu antarbus untuk rute ini diperkirakan setiap 5 hingga 10 menit, sehingga penumpang tidak perlu menunggu lama.
“ Mengenai armada yang disiapkan untuk trayek ini adalah 20. Sehingga dengan demikian setiap 5, maksimum 10 menit itu selalu ada,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Utara.
Rapat Terbatas untuk Finalisasi Operasional Rute Baru
Baca JugaPrakiraan Cuaca Jakarta Jumat 6 Februari 2026: Hujan Ringan dan Awan Tebal
Untuk membahas finalisasi operasional Transjabodetabek rute Blok M–Soetta, Pramono menggelar rapat terbatas secara khusus. Rapat ini menjadi langkah penting sebelum rute baru resmi beroperasi pekan depan.
Rute baru ini dirancang agar perjalanan penumpang lebih nyaman dan efektif. Setiap detail operasional, termasuk jadwal, armada, dan frekuensi bus, dibahas secara matang dalam rapat tersebut.
Tarif Tetap dan Terjangkau bagi Seluruh Penumpang
Pramono menegaskan tarif untuk rute Blok M–Soetta tidak mengalami perubahan dari tarif Transjakarta reguler. Sebelum pukul 06.00 WIB, tarifnya Rp 2.000, sedangkan tarif setelahnya Rp 3.500.
“ Mengenai rencana tarifnya belum ada perubahan, tetap sebelum jam 6 pagi Rp 2.000, setelah jam 6 pagi Rp 3.500. Jadi belum ada,” kata Pramono menegaskan. Hal ini bertujuan agar transportasi publik tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Optimisme Rute Baru Diminati Penumpang
Pramono optimistis rute Blok M–Soetta akan diminati masyarakat seperti halnya rute Transjabodetabek P11 Blok M–Bogor. Saat ini, rute Blok M–Bogor hampir selalu dipadati penumpang setiap harinya.
Keberhasilan rute sebelumnya menjadi acuan bahwa masyarakat siap beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. “Saya yakin, saya berharap ini seperti rute Blok M ke Bogor. Sekarang hampir setiap hari busnya penuh. Artinya ini akan efektif untuk mencoba mengurangi masyarakat menggunakan transportasi pribadi seperti mobil dan sejenisnya,” jelas Pramono.
Dorongan untuk Mengurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi
Dengan adanya rute baru, Pemprov DKI berharap lebih banyak warga meninggalkan kendaraan pribadi. Hal ini menjadi salah satu strategi mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta.
Transjabodetabek Blok M–Soetta diharapkan memberikan alternatif perjalanan yang cepat, nyaman, dan terjangkau. Warga yang sering bepergian ke bandara kini memiliki pilihan transportasi yang lebih efisien.
Keunggulan Rute Baru untuk Mobilitas Warga
Rute Blok M–Soetta dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas warga perkotaan. Armada 20 bus dengan headway setiap 5–10 menit memastikan penumpang tidak mengalami waktu tunggu yang lama.
Frekuensi tinggi ini menjadi salah satu keunggulan rute baru dibandingkan opsi transportasi lain. Penumpang dapat merencanakan perjalanan tanpa khawatir tertinggal bus.
Kontribusi Rute Baru terhadap Transportasi Umum Jakarta
Pemprov DKI menargetkan rute baru ini mampu meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum di ibu kota. Keberadaan rute Blok M–Soetta menjadi bagian dari upaya menjadikan transportasi publik lebih menarik dan dapat diandalkan.
Selain itu, rute baru ini mendukung program jangka panjang Pemprov DKI untuk menghadirkan transportasi modern yang berkelanjutan. Warga diharapkan semakin terbiasa memanfaatkan bus sebagai alternatif utama.
Harapan Terhadap Efektivitas Rute Baru
Pemprov DKI optimistis rute ini akan membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan utama. Dengan banyaknya penumpang yang beralih ke bus, kemacetan di Jakarta diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Pramono menekankan bahwa rute baru bukan hanya soal transportasi, tetapi juga tentang perubahan kebiasaan masyarakat. Keberhasilan rute ini akan menjadi langkah penting menuju transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.
Transjabodetabek Blok M–Soetta sebagai Solusi Mobilitas Masa Kini
Dengan persiapan armada, tarif terjangkau, dan headway yang optimal, rute baru ini siap melayani masyarakat mulai pekan depan. Kehadiran Transjabodetabek Blok M–Soetta diharapkan mendorong warga Jakarta beralih ke transportasi umum.
Strategi ini tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga menjadi upaya nyata mengurangi kendaraan pribadi. Rute baru menjadi simbol perubahan mobilitas perkotaan menuju Jakarta yang lebih nyaman, efisien, dan ramah lingkungan.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Roti Bakar Legendaris di Bandung yang Tetap Eksis Puluhan Tahun dan Selalu Diburu
- Jumat, 06 Februari 2026
Daftar Nasi Goreng Enak di Jakarta Favorit Warga Lokal dan Kuliner Malam
- Jumat, 06 Februari 2026
Rekomendasi 11 Takjil Kekinian untuk Buka Puasa yang Lagi Viral dan Menggugah Selera
- Jumat, 06 Februari 2026
Resep Tandoori Chicken Autentik Khas India dengan Aroma Rempah Kuat dan Tekstur Lembut
- Jumat, 06 Februari 2026
Resep Nasi Telur Mentai Ala Jepang yang Praktis Gurih Creamy dan Bikin Ketagihan
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Jakarta Siap Transformasi Transportasi Publik dengan 10.000 Bus Listrik pada 2029
- Jumat, 06 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Work From Anywhere untuk Dorong Konsumsi dan Ekonomi Lebaran 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Pencairan KJP Plus Tahap II 2026 Dimulai, Ratusan Ribu Siswa Dapat Dana
- Jumat, 06 Februari 2026












