Bapanas Pastikan Harga dan Mutu Pangan di Jawa Timur Terkendali Menjelang Ramadhan 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga dan mutu pangan di Jawa Timur tetap aman dan terkendali menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan pangan dan keterjangkauan bagi masyarakat.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan turun langsung ke lapangan. “Satgas Saber ini turun ke lapangan untuk memperkuat pengendalian harga serta pengawasan keamanan dan mutu pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.
Langkah pengawasan ini bertujuan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dibayangi lonjakan harga bahan pangan pokok. Andriko menegaskan, meski ada beberapa kenaikan harga, seluruh komoditas masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Baca JugaIndustri Pengolahan Dominasi Ekonomi Indonesia 2025, Jadi Pilar PDB Terbesar
Arah Langsung dari Kepala Bapanas
Andriko menyampaikan pengendalian harga pangan pokok menjelang hari besar keagamaan merupakan arahan langsung dari Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. “Jadi sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, tidak boleh ada harga-harga kebutuhan bahan pangan pokok yang lebih dari HET maupun HAP,” katanya saat meninjau Pasar Pucang Anom, Surabaya, Kamis, 5 Februari 2026.
Pemerintah menegaskan tidak menoleransi lonjakan harga pangan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Harga-harga memang masih terpantau normal, dengan kenaikan yang masih di bawah HET dan HAP.
Andriko menambahkan, beberapa komoditas yang harganya sempat melebihi HET akan ditelusuri ke pihak distributor. Hal ini untuk memastikan setiap kenaikan memiliki dasar yang wajar dan tidak merugikan konsumen.
Penguatan Margin Distribusi dan Keadilan Pedagang
Bapanas memperkuat pengaturan margin di setiap mata rantai distribusi agar pedagang eceran tetap memperoleh keuntungan wajar tanpa harus menaikkan harga secara berlebihan. “Kadang-kadang kan pedagang ini menaikkan karena di distributor naik,” jelas Andriko.
Pengawasan distribusi ini juga bertujuan menekan praktik spekulasi harga di pasar. Dengan begitu, konsumen mendapatkan harga yang stabil sementara pedagang tetap memperoleh margin keuntungan yang adil.
Tantangan Distribusi Komoditas Cabai dan Minyakita
Terkait komoditas cabai, hambatan distribusi antarwilayah masih menjadi tantangan yang memengaruhi dinamika harga di pasaran. “Ini akan kami perkuat melalui penguatan jaringan distribusi dari daerah surplus ke daerah minus, nanti kita akan telusuri lebih dalam,” ujar Andriko.
Harga minyak goreng kemasan, seperti Minyakita, ditegaskan tetap mengikuti harga eceran Rp15.700 per liter. Bapanas bekerja sama dengan Perum Bulog menambah titik distribusi dan menelusuri penyebab fluktuasi harga di tingkat pengecer.
Pengendalian Harga Daging Sapi di Bawah HAP
Kenaikan harga daging sapi dipicu keterbatasan pasokan sapi hidup dari hulu. Meski demikian, harga daging sapi di Jawa Timur masih berada di bawah HAP.
Andriko menekankan, pihaknya akan menelusuri setiap tekanan harga yang berasal dari sisi pasokan. “Daging tadi kita tanya harganya masih di bawah Rp130.000/kg, artinya ada kenaikan tapi masih di bawah HAP, jadi nanti yang kita jaga adalah jangan sampai lebih dari HAP, kalau ada tekanan dari sisi pasokan, itu yang akan kami telusuri ke pemasoknya,” jelasnya.
Pengawasan ini menjadi kunci untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan pokok dengan harga wajar. Dengan pengendalian distribusi yang ketat, harga pangan di Jawa Timur diproyeksikan tetap stabil hingga akhir Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Strategi Bapanas Menjaga Stabilitas Pangan
Satgas Saber Pangan menjadi instrumen utama Bapanas dalam menjaga stabilitas harga dan mutu pangan. Langkah ini mencakup inspeksi lapangan, pemantauan harga di pasar, serta koordinasi dengan distributor dan pedagang eceran.
Selain itu, Bapanas menekankan perlunya keterlibatan semua pihak dalam rantai distribusi. Kolaborasi antara pemerintah, distributor, dan pedagang diharapkan mampu mencegah lonjakan harga dan memastikan keterjangkauan bagi masyarakat luas.
Langkah-langkah pengawasan ini juga menjadi contoh bagaimana pemerintah berperan aktif dalam menghadapi tantangan pasokan menjelang momen-momen besar keagamaan. Dengan pendekatan ini, masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan pokok.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Industri Pengolahan Dominasi Ekonomi Indonesia 2025, Jadi Pilar PDB Terbesar
- Jumat, 06 Februari 2026
Menekraf Dorong Ekonomi Kreatif Sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Nasional Berbasis Komunitas
- Jumat, 06 Februari 2026
Menekraf Fokus Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah Hingga Level Internasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Menekraf Dorong Ekonomi Kreatif Sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Nasional Berbasis Komunitas
- Jumat, 06 Februari 2026
Menekraf Fokus Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah Hingga Level Internasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Batam Catat Rekor Wisatawan Mancanegara 2025 dan Jadi Pintu Masuk Utama Kepri
- Jumat, 06 Februari 2026
BPJPH Tegaskan Ekosistem Halal Nasional Makin Matang Jelang Wajib Halal 2026
- Jumat, 06 Februari 2026










