Senin, 09 Februari 2026

Permudah Mobilitas Kendaraan Listrik, PLN Operasikan 4.655 SPKLU Sepanjang 2025

Permudah Mobilitas Kendaraan Listrik, PLN Operasikan 4.655 SPKLU Sepanjang 2025
Foto: Ilustrasi pelanggan saat melakukan pengisian daya kendaraan listrik di SPKLU Rest Area A KM 65 tol Medan - Tebing Tinggi.

Jakarta, 8 Februari 2026 - Pengguna kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) kini dapat menikmati pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan bebas khawatir kehabisan daya. Sepanjang 2025, PT PLN (Persero) bersama mitra menghadirkan 4.655 mesin SPKLU di berbagai wilayah Indonesia, meningkat sekitar 44% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.223 unit.

Pertumbuhan jumlah SPKLU dibarengi dengan sebaran lokasi yang semakin luas. Pada 2025, jangkauan SPKLU tercatat telah beroperasi di 3.007 titik lokasi, naik signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 2.192 lokasi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa peningkatan jumlah SPKLU ini merupakan komitmen perseroan dalam mendukung instruksi pemerintah dalam mempercepat ekosistem EV di tanah air. Hal ini selaras dengan agenda transisi energi dalam menekan emisi karbon di sektor transportasi.

Baca Juga

Setrum BJB Tandamata 3-0 di Putaran Kedua, Jakarta Electric PLN Mobile Jaga Peluang ke Final Four Proliga 2026

"Sejalan dengan instruksi pemerintah untuk mendorong adopsi EV di tanah air, PLN berkomitmen penuh menjadi garda terdepan dalam menyediakan infrastruktur charging station yang andal. Dengan ketersediaan SPKLU yang semakin masif dan merata, kami ingin memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik," ujar Darmawan.

Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menyampaikan bahwa upaya pemutakhiran teknologi pada SPKLU juga terus dilakukan. Tercatat, saat ini telah tersedia 633 unit Ultra Fast Charging, 482 unit Fast Charging, 2.681 unit Medium Charging, serta 859 unit Standard Charging.

"Kami tidak hanya fokus di kuantitas, tapi juga kualitas layanan. Hadirnya teknologi pengisian daya yang lebih cepat diharapkan dapat mengurangi range anxiety para pengguna EV," jelas Adi.

Di sisi lain, minat masyarakat terhadap layanan Home Charging Services (HCS) PLN juga melonjak tajam. Hingga akhir 2025, tercatat 70.250 pelanggan telah menggunakan layanan HCS, meningkat pesat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 32.215 pelanggan.

Pertumbuhan HCS ini didorong oleh berbagai program stimulus yang ditawarkan PLN, seperti promo diskon 50% untuk biaya pasang baru maupun tambah daya serta diskon tarif tenaga listrik sebesar 30% bagi pengisian daya pada pukul 22.00–05.00 WIB, yang berlaku sejak 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026.

Selain memperkuat infrastruktur fisik, PLN juga mengoptimalkan layanan digital Electric Vehicle Digital Services (EVDS) pada aplikasi PLN Mobile sebagai pendukung operasional pengguna. Melalui fitur Trip Planner, pengguna kendaraan listrik dapat merencanakan rute perjalanan dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan lokasi SPKLU, sementara fitur AntreEV membantu mengatur antrean pengisian daya agar layanan tetap tertib di tengah lonjakan mobilitas.

"Seiring dengan ekosistem EV yang terus bertumbuh, kami akan terus meningkatkan kesiapan layanan pengisian kendaraan listrik melalui penguatan infrastruktur di berbagai wilayah dan layanan digital yang semakin solid," tutup Adi.

Redaksi

Redaksi

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

KAI Siapkan Kereta Tambahan dan Skema H-45 untuk Mudik Lebaran 2026, Tiket Terus Laku Keras

KAI Siapkan Kereta Tambahan dan Skema H-45 untuk Mudik Lebaran 2026, Tiket Terus Laku Keras

ALVA Optimistis Pertumbuhan Motor Listrik di Indonesia Meski Tanpa Insentif Pemerintah Tahun Ini

ALVA Optimistis Pertumbuhan Motor Listrik di Indonesia Meski Tanpa Insentif Pemerintah Tahun Ini

Intiland Teken MoU dengan MRT Jakarta untuk Kembangkan Kawasan Properti Terpadu TOD Strategis

Intiland Teken MoU dengan MRT Jakarta untuk Kembangkan Kawasan Properti Terpadu TOD Strategis

Komisaris PT Chandra Daya Investasi Tbk Tingkatkan Kepemilikan Saham Secara Signifikan Tahun 2026

Komisaris PT Chandra Daya Investasi Tbk Tingkatkan Kepemilikan Saham Secara Signifikan Tahun 2026

PT Chandra Asri Pacific Tbk Siapkan Strategi Pendanaan Obligasi Berkelanjutan untuk Modal Kerja

PT Chandra Asri Pacific Tbk Siapkan Strategi Pendanaan Obligasi Berkelanjutan untuk Modal Kerja