PT Pertamina Hulu Rokan Capai Produksi Pertama Sumur Libo SE #86, Minyak Murni Tanpa Air
- Rabu, 18 Februari 2026
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil melakukan uji produksi pertama dari sumur Libo SE #86 di Kabupaten Siak, Riau. Hasilnya menunjukkan sumur mampu memproduksi 1.274 barel minyak per hari (BOPD/BPH).
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan lapangan minyak di Blok Rokan. Angka produksi menunjukkan kualitas hidrokarbon yang tinggi dan potensial untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Hasil Produksi Sumur Tanpa Air dan Strategi Teknis Presisi
Baca JugaTarif Listrik PLN Stabil April–Juni 2026 Meski Krisis Energi Global Melanda Dunia
General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, menjelaskan pencapaian ini istimewa karena menunjukkan 0 persen Water Cut. Artinya, minyak yang keluar murni tanpa tercampur air, menunjukkan efektivitas sumur.
Keberhasilan ini bukan semata keberuntungan. PHR menerapkan strategi teknis presisi dan inovatif di lapisan Top Menggala pada kedalaman 5.680 kaki dengan permeabilitas maksimal 2.2 Darcy.
Beberapa strategi teknis yang digunakan antara lain selective perforation, yaitu metode pelubangan pipa sumur secara selektif. Metode ini memastikan aliran minyak berasal dari titik reservoir yang paling potensial.
Selain itu, optimasi pompa ESP juga diterapkan, berupa penggunaan pompa listrik rendam dengan laju rendah. Pemasangan Advanced Gas Handler (AGH) di pompa bawah permukaan dan Gas Separator di fasilitas permukaan memastikan aliran minyak tetap stabil meski kondisi gassy.
Andre menegaskan, pencapaian ini membuktikan inovasi teknologi dan kerja keras tim PHR. Blok Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Pengeboran Berkelanjutan dan Potensi Sumur Tambahan
Keberhasilan sumur Libo SE #86 menjadi awal yang baik untuk peningkatan produksi migas nasional. Tim di lapangan kini bergerak cepat melakukan pengeboran sumur Libo SE #88 di lokasi wellpad yang sama.
Selain itu, terdapat empat sumur tambahan yang akan segera dibor (infill drilling). Langkah ini bertujuan mengangkat potensi minyak di area Libo SE secara maksimal.
Pengeboran berkelanjutan menjadi strategi PHR untuk memaksimalkan produksi dari lapangan yang sudah terbukti potensial. Hal ini sekaligus menjaga kestabilan pasokan minyak nasional.
Skala dan Signifikansi Wilayah Kerja Rokan
Wilayah Kerja (WK) Rokan memiliki luas sekitar 6.200 km², tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Di dalamnya terdapat 80 lapangan aktif, 11.300 sumur, dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations).
WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional, atau sepertiga produksi Pertamina. Hal ini menjadikan Blok Rokan salah satu tulang punggung ketahanan energi Indonesia.
PHR juga menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR). Fokus utama mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
Keandalan Operasi dan Komitmen HSE
Keberhasilan sumur Libo SE #86 menjadi bukti keandalan operasi PHR. Perusahaan menekankan pentingnya menjaga aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan (HSE) dalam setiap kegiatan produksi.
Andre menutup pernyataannya dengan harapan agar PHR terus membuktikan keandalan operasinya. Dengan inovasi teknologi dan pengelolaan berkelanjutan, Blok Rokan tetap menjadi aset strategis bagi ketahanan energi nasional.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Resep Sambal Dabu-Dabu Khas Manado, Cocok Untuk Hidangan Laut Favorit
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Update Lengkap Harga BBM Pertamina Hari Ini Senin 30 Maret 2026 di Seluruh Indonesia
- Senin, 30 Maret 2026
Tarif Listrik PLN Triwulan II Tahun 2026 Tetap, Simak Cara Hitung Token Efisien
- Senin, 30 Maret 2026
Inilah 5 Pilihan Rumah Subsidi Murah di Majalengka yang Cocok Untuk Keluarga Muda
- Senin, 30 Maret 2026












