Senin, 30 Maret 2026

Strategi Pendanaan Adira Dinamika Multi Finance Lewat Obligasi dan Sukuk 2026

Strategi Pendanaan Adira Dinamika Multi Finance Lewat Obligasi dan Sukuk 2026
Strategi Pendanaan Adira Dinamika Multi Finance Lewat Obligasi dan Sukuk 2026

JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) resmi melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 26 Februari 2026, jumlah pokok obligasi mencapai Rp 2 triliun.

Penerbitan ini merupakan bagian dari target PUB obligasi senilai Rp 8 triliun secara keseluruhan. Obligasi dibagi dalam tiga seri dengan tenor dan bunga berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan investor.

Rincian Seri Obligasi dan Imbal Hasil

Baca Juga

Strategi BRI Mendorong Kepemilikan Rumah Terjangkau untuk Masyarakat Indonesia Hingga 2026

Seri A senilai Rp 1,1 triliun memiliki tenor 370 hari dengan bunga tetap 4,80% per tahun. Seri B sebesar Rp 860 miliar bertenor tiga tahun dengan bunga 5,75% per tahun.

Sementara itu, Seri C senilai Rp 40 miliar memiliki tenor lima tahun dengan bunga 5,95% per tahun. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan untuk semua seri obligasi tersebut.

Penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap III

Selain obligasi, ADMF juga menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026 senilai Rp 500 miliar. Sukuk ini menjadi bagian dari target PUB sukuk senilai Rp 2 triliun secara keseluruhan.

Sukuk mudharabah terbagi menjadi dua seri dengan nisbah dan tenor berbeda. Seri A senilai Rp 400 miliar memiliki tenor 370 hari kalender dengan nisbah bagi hasil 40% dari pendapatan, setara indikasi imbal hasil 4,80% per tahun.

Seri B sebesar Rp 100 miliar memiliki tenor 36 bulan dengan nisbah bagi hasil 47,92%. Indikasi imbal hasil ekuivalen 5,75% per tahun, dan pembayaran pokok kedua seri dilakukan penuh saat jatuh tempo.

Penggunaan Dana Hasil Penawaran

Seluruh dana hasil penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya emisi dialokasikan untuk kegiatan pembiayaan konsumen. Langkah ini sejalan dengan kegiatan usaha utama ADMF untuk mendukung pembiayaan kendaraan bermotor.

Sementara itu, dana hasil penerbitan sukuk digunakan untuk kegiatan yang sesuai prinsip syariah. Fokusnya adalah pendanaan pembiayaan kendaraan bermotor yang tetap sesuai regulasi dan prinsip etika syariah.

Manfaat Strategi Pendanaan untuk Perusahaan

Penerbitan obligasi dan sukuk memungkinkan ADMF meningkatkan likuiditas secara signifikan. Strategi ini juga memperkuat kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan pembiayaan konsumen di pasar yang kompetitif.

Dengan kombinasi obligasi dan sukuk, ADMF dapat menjangkau beragam investor konvensional maupun syariah. Pendekatan ini meningkatkan fleksibilitas pendanaan dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi UMKM Memanfaatkan KUR BSI 2026 Pinjaman 50 Juta Hingga 100 Juta Agar Bisnis Tetap Lancar

Strategi UMKM Memanfaatkan KUR BSI 2026 Pinjaman 50 Juta Hingga 100 Juta Agar Bisnis Tetap Lancar

BSI Catatkan Laba dan Pembiayaan Tumbuh Pesat Hingga Februari 2026, Dukungan UMKM dan Program Pemerintah Terus Meluas

BSI Catatkan Laba dan Pembiayaan Tumbuh Pesat Hingga Februari 2026, Dukungan UMKM dan Program Pemerintah Terus Meluas

Strategi BCA Dorong UMKM Naik Kelas dengan Program KUR 2026 Bunga Rendah

Strategi BCA Dorong UMKM Naik Kelas dengan Program KUR 2026 Bunga Rendah

Pertumbuhan Bank Jago 2025 dan Prospek 2026 Menunjukkan Momentum Keuangan yang Kuat

Pertumbuhan Bank Jago 2025 dan Prospek 2026 Menunjukkan Momentum Keuangan yang Kuat

Update Harga Emas 27 Maret 2026: Batangan Galeri24 dan UBS Stabil di Rp2,8 Jutaan

Update Harga Emas 27 Maret 2026: Batangan Galeri24 dan UBS Stabil di Rp2,8 Jutaan