Senin, 16 Maret 2026

Lonjakan Transaksi E-Commerce Selama Ramadan Diproyeksikan Dorong Pertumbuhan Logistik ASSA Secara Signifikan

Lonjakan Transaksi E-Commerce Selama Ramadan Diproyeksikan Dorong Pertumbuhan Logistik ASSA Secara Signifikan
Lonjakan Transaksi E-Commerce Selama Ramadan Diproyeksikan Dorong Pertumbuhan Logistik ASSA Secara Signifikan

JAKARTA - PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) memproyeksikan lonjakan transaksi e-commerce selama Ramadan dan Idulfitri 2026 akan mendorong kinerja perseroan. Fokus utama pertumbuhan diperkirakan berasal dari segmen logistik Anteraja dan Cargoshare yang melayani pengiriman last mile maupun mid-mile.

Peningkatan Aktivitas Last Mile Saat Ramadan

Corporate Secretary ASSA, Jerry Fandy, menjelaskan bahwa secara historis, momen Ramadan menunjukkan tren masyarakat lebih banyak berbelanja online. Hal ini berdampak positif pada volume pengiriman layanan last mile yang dikelola oleh Anteraja.

Baca Juga

Pemutakhiran Data Sertipikat Lama: Upaya Meningkatkan Akurasi Administrasi Pertanahan Kabupaten Pati

Selain itu, volume pengiriman juga diproyeksikan meningkat di segmen mid-mile melalui Cargoshare. Platform ini melayani berbagai pelanggan korporasi, termasuk perusahaan express logistics, sehingga ekosistem logistik perseroan semakin lengkap.

Ekosistem Logistik Terintegrasi Mendukung Pertumbuhan

ASSA terus mengembangkan ekosistem logistik terintegrasi, mulai dari first mile, mid mile hingga last mile. Strategi ini ditujukan untuk memaksimalkan peluang pertumbuhan industri logistik nasional di tengah peningkatan transaksi e-commerce.

Meski laporan keuangan audit tahun buku 2025 dan kuartal I/2026 masih dalam proses, manajemen optimistis segmen logistik akan mencatat pertumbuhan positif. Peningkatan ini didorong oleh ekspansi layanan logistik yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir.

Target Pertumbuhan Pendapatan 2026

Secara keseluruhan, ASSA menargetkan pertumbuhan pendapatan 2026 sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini akan ditopang oleh ekspansi bisnis logistik serta kinerja stabil dari ekosistem bisnis lainnya, seperti rental kendaraan dan penjualan mobil bekas melalui PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC).

Selain itu, lini bisnis lelang kendaraan JBA tetap menjadi kontributor utama perusahaan. Dengan jaringan 39 hub dan tempat lelang di seluruh Indonesia, JBA mendukung pertumbuhan pendapatan konsolidasi ASSA secara signifikan.

Kinerja Keuangan Konsolidasi 2025

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, ASSA mencatat pendapatan konsolidasi Rp4,41 triliun, meningkat 21 persen secara year-on-year. Sektor logistik dan pengiriman menyumbang Rp1,9 triliun atau melonjak 39 persen, menjadi pendorong utama pertumbuhan konsolidasi.

Segmen sewa kendaraan dan Autopool memberikan kontribusi Rp1,2 triliun, disusul oleh bisnis rental korporasi yang juga tetap stabil. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham tercatat Rp348,60 miliar, meningkat 64 persen dari Rp212,68 miliar tahun sebelumnya.

Dampak Ramadan dan Idulfitri Terhadap Logistik

Momen Ramadan dan Idulfitri menjadi periode strategis bagi ASSA untuk memaksimalkan volume pengiriman. Lonjakan transaksi e-commerce selama periode ini diperkirakan memberikan dampak positif jangka pendek sekaligus mendorong pertumbuhan tahunan perseroan.

Penguatan ekosistem logistik dan layanan tambahan seperti Anteraja, Cargoshare, serta JBA memungkinkan ASSA memanfaatkan peluang tersebut secara optimal. Manajemen terus menekankan pengembangan integrasi layanan untuk menangkap tren pasar logistik yang terus berkembang.

Dengan strategi ini, ASSA menegaskan komitmennya untuk menjadi pemain utama di industri logistik nasional. Pertumbuhan konsisten pada setiap lini bisnis menjadi bukti kemampuan perusahaan memanfaatkan momentum Ramadan dan Idulfitri secara maksimal.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sugar Co Siapkan Akuisisi 7 Pabrik Gula ID Food untuk Perkuat Industri Nasional 2026

Sugar Co Siapkan Akuisisi 7 Pabrik Gula ID Food untuk Perkuat Industri Nasional 2026

Prochiz (KEJU) Rencanakan Buyback Saham Rp28,12 Miliar untuk Stabilkan Harga 2026

Prochiz (KEJU) Rencanakan Buyback Saham Rp28,12 Miliar untuk Stabilkan Harga 2026

Gojek Ungkap Faktor Utama Kesulitan Dapatkan Driver Saat Puncak Ramadhan dan Idul Fitri 2026

Gojek Ungkap Faktor Utama Kesulitan Dapatkan Driver Saat Puncak Ramadhan dan Idul Fitri 2026

Garuda Indonesia Pastikan Diskon Tiket Lebaran 2026 Tidak Ganggu Kinerja Operasional Perusahaan

Garuda Indonesia Pastikan Diskon Tiket Lebaran 2026 Tidak Ganggu Kinerja Operasional Perusahaan

HERO Catat Kenaikan Penjualan Signifikan dan Tren Konsumen Baru di Industri Ritel Indonesia

HERO Catat Kenaikan Penjualan Signifikan dan Tren Konsumen Baru di Industri Ritel Indonesia