Senin, 30 Maret 2026

Sunarso: Human Capital Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap pada 2041

Sunarso: Human Capital Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap pada 2041

JAKARTA – Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sunarso, menyatakan bahwa kunci bagi Indonesia untuk lepas dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap) adalah melalui investasi pada human capital. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Bappenas, Indonesia diproyeksikan mampu keluar dari jebakan ini pada tahun 2041, asalkan rata-rata pertumbuhan ekonomi minimal 6 persen dapat dicapai.

Menurut Sunarso, pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen sangat bergantung pada peningkatan nilai ekonomi dari pengalaman dan keterampilan tenaga kerja atau yang dikenal sebagai human capital. Ia menjelaskan, terdapat tiga faktor utama yang harus diupayakan dalam pengembangan human capital. Faktor pertama adalah fokus pada peningkatan ketahanan pangan dan pemenuhan nutrisi.

“Maka menjadi sangat penting bagi kita untuk memiliki strategi yang jelas, spesifik, dan visioner dalam menghadapi masalah ketahanan pangan,” kata Sunarso saat berbicara dalam acara Indonesia Future Policy Dialogue yang diselenggarakan oleh Katadata Forum di Jakarta, Rabu (9/10/2024).

Baca Juga

Bale by BTN Tembus 3,6 Juta Pengguna dan Dorong Transformasi Digital Bank Sepanjang 2025

Selain itu, negara juga memiliki peran penting dalam menyejahterakan rakyat, yang menurut Sunarso, salah satu cara paling efektif adalah dengan memperluas lapangan pekerjaan. “Semua penduduk usia produktif harus mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Oleh karena itu, pemerataan kesempatan kerja menjadi sangat penting,” ujarnya.

Untuk menciptakan pemerataan kesempatan kerja, diperlukan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dalam hal ini, pertumbuhan ekonomi tidak hanya harus merata, tetapi juga memungkinkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pertumbuhan dan pembangunan.

“Investasi yang paling penting adalah human capital, dan untuk meningkatkan kualitas human capital, langkah pertama adalah memperbaiki ketahanan pangan dan nutrisi. Setelah itu, kita juga perlu memastikan adanya pemerataan dan inklusivitas dalam pertumbuhan ekonomi,” jelas Sunarso.

Redaksi

Redaksi

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Buyback Emas Antam 30 Maret 2026: Investor Perlu Waspada Penurunan

Harga Buyback Emas Antam 30 Maret 2026: Investor Perlu Waspada Penurunan

Bank Neo Commerce Tegaskan Layanan Nasabah Tetap Normal Meski Izin Referal Saham Dibatalkan

Bank Neo Commerce Tegaskan Layanan Nasabah Tetap Normal Meski Izin Referal Saham Dibatalkan

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 30 Maret 2026 Stabil, Buyback Rajaemas Tertinggi

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 30 Maret 2026 Stabil, Buyback Rajaemas Tertinggi

BNI Catat Laba Bersih Rp3,41 Triliun Februari 2026, Kredit dan DPK Tumbuh Signifikan

BNI Catat Laba Bersih Rp3,41 Triliun Februari 2026, Kredit dan DPK Tumbuh Signifikan

Syarat, Tabel Angsuran, dan Cara Pengajuan KUR BRI 2026 Lengkap untuk Semua UMKM

Syarat, Tabel Angsuran, dan Cara Pengajuan KUR BRI 2026 Lengkap untuk Semua UMKM