BSI Targetkan Dua Juta Tambahan Akun Tabungan Haji, Proyeksikan Dana Pihak Ketiga Mencapai Rp20 Triliun pada 2025
- Kamis, 16 Januari 2025
Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau yang lebih dikenal dengan BSI, telah mengumumkan proyeksi ambisius untuk meningkatkan jumlah akun Tabungan Haji mereka sebesar dua juta akun menjadi total 7,6 juta Nomor Rekening (NoA) pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dari jumlah saat ini. Bersamaan dengan proyeksi peningkatan jumlah akun tersebut, BSI juga menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari Tabungan Haji mencapai Rp20 triliun pada akhir 2025.
Optimisme BSI dalam mencapai proyeksi ini tidak terlepas dari inovasi digitalnya yang dikenal dengan aplikasi BYOND by BSI. Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menyatakan keyakinannya bahwa BSI dapat merealisasikan target ini berkat kemudahan yang ditawarkan oleh BYOND yang semakin memudahkan calon jemaah untuk mendaftar haji. "Sehingga, nasabah yang ingin mendaftar haji bisa lebih mudah dengan menggunakan super app BYOND. Melalui BYOND, kami berusaha menghadirkan solusi terintegrasi dan inovatif agar seluruh layanan keuangan, termasuk persiapan ibadah haji, dapat diakses dalam satu genggaman,” ujar Anton dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 16 Januari 2025.
Data terbaru menunjukkan bahwa pada Desember 2024, BSI telah berhasil mengelola 5,6 juta NoA Tabungan Haji dengan total dana mencapai Rp14,5 triliun. Angka tersebut mewakili pertumbuhan tahunan sebesar 15,5 persen. Anton menjelaskan bahwa fitur-fitur canggih dari BYOND seperti pembukaan rekening tabungan haji secara digital, pelacakan status pendaftaran haji, perencanaan haji melalui auto debet bulanan, hingga transaksi pembayaran yang cepat dan aman, menjadi nilai tambah bagi nasabah.
Tidak hanya menyasar layanan haji dan umrah, Anton menegaskan bahwa BYOND dirancang sebagai solusi finansial yang lengkap untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah. "BYOND dihadirkan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah sekaligus menjadi sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual," tambah Anton.
Komitmen BSI dalam memberikan layanan terbaik bagi calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1446 Hijriah juga terlihat dari infrastrukturnya yang telah disiapkan. Tahun ini, BSI mencatatkan bahwa 185.000 nasabahnya akan berangkat, yang merupakan 83,8 persen dari total kuota haji Indonesia sebesar 221.000 orang. "BSI telah menyiapkan infrastruktur dan layanan untuk para jemaah melunasi BPIH-nya," tutup Anton.
Inovasi digital yang diimplementasikan oleh BSI melalui BYOND tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mempermudah proses tetapi juga sebagai strategi pengembangan layanan yang terintegrasi dan komprehensif. Dengan menawarkan akses yang mudah dan layanan pelanggan yang unggul, BSI berharap dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk dan layanan syariah, sekaligus berkontribusi dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
Kehadiran BYOND memperkuat posisi BSI sebagai pemain utama dalam industri perbankan syariah di Indonesia. Koneksi yang lebih baik antara platform digital dan kebutuhan pelanggan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan baik dari sisi jumlah akun maupun DPK, sehingga memberikan hasil positif bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Dengan strategi yang jelas dan berfokus pada peningkatan layanan, BSI optimistis dapat mencapai targetnya pada 2025.
Tri Kismayanti
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Strategi Sumatera Barat Lindungi UMKM Lokal dari Masuknya Ritel Nasional di 2026
- Jumat, 03 April 2026
Berita Lainnya
Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online 2026 Lebih Cepat Lewat Fitur Antrean
- Jumat, 03 April 2026
Harga Sembako di Jawa Timur Terus Naik dan Turun, Simak Perkembangan Terbarunya
- Jumat, 03 April 2026







.jpg)




