Rabu, 04 Februari 2026

Gozco Capital Tingkatkan Kepemilikan Saham Bank Neo Commerce Hingga Lebih Dari 10 Persen

Gozco Capital Tingkatkan Kepemilikan Saham Bank Neo Commerce Hingga Lebih Dari 10 Persen
Gozco Capital Tingkatkan Kepemilikan Saham Bank Neo Commerce Hingga Lebih Dari 10 Persen

JAKARTA - PT Gozco Capital sebagai pemegang saham lebih dari 5% di PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) kembali menambah kepemilikannya. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Februari 2026, Gozco membeli 164 juta lembar saham BBYB dengan harga rata-rata Rp364 per saham.

Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp59,69 miliar, menjadikan aksi ini salah satu pembelian saham terbesar tahun ini. Dengan tambahan saham tersebut, porsi kepemilikan Gozco Capital di BBYB naik dari 9,31% menjadi 10,53%, setara 1,40 miliar lembar saham.

Pembelian Saham Sebelumnya dan Tren Kepemilikan

Baca Juga

Strategi Buyback Saham BRPT 2026 Diprediksi Tingkatkan Kinerja dan Struktur Modal Perusahaan

Sebelumnya, pada pertengahan Januari 2026, Gozco Capital juga menambah saham BBYB sebanyak 207 juta lembar. Harga saat itu tercatat Rp474 per lembar, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp98,11 miliar.

Langkah ini menegaskan strategi Gozco Capital untuk memperkuat pengaruhnya di BBYB. Aksi berturut-turut ini menunjukkan keyakinan investor utama terhadap prospek jangka panjang bank tersebut.

Kinerja Saham BBYB di Tengah Pembelian

Meski aksi borong berlangsung, harga saham BBYB justru mengalami tren pelemahan tahun ini. Sepanjang year-to-date (YTD) hingga 3 Februari 2026, saham BBYB turun 20,00% menjadi Rp384 per lembar.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan pasar meski pemegang saham utama aktif melakukan akumulasi. Hal ini menimbulkan peluang bagi investor strategis untuk memperbesar kepemilikan dengan harga yang lebih rendah.

Laporan Keuangan dan Kinerja Bank

Bank Neo Commerce membukukan laba bersih sebesar Rp464 miliar hingga kuartal III/2025. Angka ini melonjak dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp4,06 miliar, menandakan perbaikan kinerja operasional yang signifikan.

Namun, penyaluran kredit BBYB justru menyusut 19,13% year-on-year (YoY) menjadi Rp7,48 triliun dari sebelumnya Rp9,26 triliun pada kuartal III/2024. Penurunan ini menjadi tantangan dalam menjaga pertumbuhan aset produktif bank.

Perkembangan Dana Pihak Ketiga

Dana pihak ketiga (DPK) BBYB juga tercatat menurun hingga September 2025. Angka DPK turun 3,70% YoY menjadi Rp13,61 triliun dari sebelumnya Rp14,14 triliun, mencerminkan tekanan pada dana simpanan nasabah.

Simpanan deposito dan tabungan masing-masing menyusut 4,81% dan 2,22% YoY. Sebaliknya, simpanan giro mencatat pertumbuhan 7,88% YoY menjadi Rp595,80 miliar hingga kuartal III/2025.

Signifikansi Aksi Gozco Capital

Pembelian saham oleh Gozco Capital memperlihatkan kepercayaan terhadap fundamental jangka panjang BBYB. Aksi ini juga memberikan sinyal positif bagi investor lain bahwa saham BBYB masih menarik untuk dikoleksi.

Selain itu, langkah ini dapat membantu menstabilkan harga saham di tengah fluktuasi pasar. Dengan kepemilikan lebih dari 10%, Gozco Capital memiliki posisi strategis untuk mendukung arah pengembangan bisnis bank ke depan.

Tinjauan Prospek Jangka Panjang

Kinerja laba yang meningkat drastis menjadi indikator positif bagi prospek BBYB. Meski kredit dan dana pihak ketiga mengalami penurunan, perbaikan laba bersih menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam mengelola efisiensi operasional dan risiko.

Langkah Gozco Capital dalam menambah kepemilikan saham menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan jangka panjang bank. Investor lain dapat memandang aksi ini sebagai kesempatan untuk masuk di level harga yang kompetitif.

Strategi Investasi Gozco Capital

Dengan akumulasi saham terbaru, Gozco Capital menegaskan strategi penguatan kontrol dan keyakinannya pada BBYB. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa saham BBYB memiliki potensi nilai fundamental yang belum sepenuhnya tercermin di harga pasar.

Secara keseluruhan, pembelian saham oleh Gozco Capital mencerminkan kombinasi antara strategi investasi jangka panjang dan pemanfaatan peluang pasar. Investor dapat menilai ini sebagai momen strategis untuk menambah kepemilikan saham di bank yang menunjukkan kinerja laba positif meski di tengah tekanan pasar.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham Saratoga Investama Sedaya Hingga Rp2,47 Miliar

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham Saratoga Investama Sedaya Hingga Rp2,47 Miliar

Bangun Kosambi (CBDK) Siapkan Buyback Saham Rp250 Miliar Untuk Jaga Kepercayaan Investor

Bangun Kosambi (CBDK) Siapkan Buyback Saham Rp250 Miliar Untuk Jaga Kepercayaan Investor

PT Barito Renewables Energy (BREN) Siapkan Buyback Saham Rp2 Triliun Untuk Stabilkan Harga dan Struktur Modal

PT Barito Renewables Energy (BREN) Siapkan Buyback Saham Rp2 Triliun Untuk Stabilkan Harga dan Struktur Modal

Danantara Indonesia Siap Groundbreaking Pabrik Baja 3 Juta Ton Untuk Kurangi Ketergantungan Impor

Danantara Indonesia Siap Groundbreaking Pabrik Baja 3 Juta Ton Untuk Kurangi Ketergantungan Impor

Panduan Jadwal KA Bandara YIA Xpress Rabu Perjalanan Langsung Tanpa Transit

Panduan Jadwal KA Bandara YIA Xpress Rabu Perjalanan Langsung Tanpa Transit