Kamis, 05 Februari 2026

Kapolri Tegaskan Warisan Nilai Integritas Keluarga Hoegeng Akan Terus Dijaga Polri

Kapolri Tegaskan Warisan Nilai Integritas Keluarga Hoegeng Akan Terus Dijaga Polri
Kapolri Tegaskan Warisan Nilai Integritas Keluarga Hoegeng Akan Terus Dijaga Polri

JAKARTA - Kepergian sosok yang selama ini dikenal sebagai penjaga nilai moral dan integritas kembali mengingatkan Polri pada akar keteladanan yang diwariskan sejak lama. Momentum duka ini menjadi ruang refleksi bagi institusi kepolisian untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Suasana khidmat menyelimuti prosesi pemakaman Meriyati Roeslani Hoegeng atau yang akrab disapa Eyang Meri. Kehadiran pimpinan Polri dalam prosesi tersebut menegaskan kedekatan emosional sekaligus penghormatan mendalam atas nilai-nilai yang ditinggalkan almarhumah.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa warisan nilai dan keteladanan keluarga Hoegeng akan terus dijaga oleh seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pesan moral tidak berhenti bersama kepergian sosok yang dihormati.

Baca Juga

Istana Tegaskan Pertemuan Prabowo Dan Kapolri Tidak Membahas Mengenai Pergantian Jabatan

Penegasan itu disampaikan Kapolri usai menghadiri prosesi pemakaman di Taman Pemakaman Giri Tama, Desa Tonjong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu. Kehadiran Kapolri menjadi simbol penghormatan institusi terhadap figur yang selama ini dikenal konsisten menyuarakan integritas.

Momen tersebut tidak hanya menjadi ajang penghormatan terakhir, tetapi juga penguatan komitmen moral bagi Polri. Nilai-nilai yang diwariskan keluarga Hoegeng kembali diangkat sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.

Pesan Moral yang Konsisten Disampaikan Sepanjang Hayat

Kapolri menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhumah Meriyati Roeslani Hoegeng. Ia mengenang almarhumah sebagai sosok yang tak pernah lelah menyampaikan pesan moral kepada keluarga besar Polri.

Selama hidupnya, almarhumah dikenal konsisten mengingatkan pentingnya integritas dan keteladanan dalam menjalankan tugas kepolisian. Pesan tersebut disampaikan dengan kesederhanaan namun memiliki makna yang kuat.

“Beliau selalu berpesan kepada kami, jadilah polisi yang baik, polisi yang memiliki integritas, polisi yang bisa melindungi dan mengayomi masyarakat,” ujar Kapolri. Kutipan tersebut kembali ditegaskan sebagai pesan utama yang terus diingat.

Pesan tersebut bukan sekadar nasihat, melainkan pengingat akan esensi tugas kepolisian. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik.

Kapolri menyampaikan bahwa pesan moral dari almarhumah menjadi penguat komitmen institusi. Polri diharapkan terus menjaga profesionalisme dalam setiap lini tugas.

Kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam pesan tersebut. Integritas dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga hubungan antara Polri dan masyarakat.

Keteladanan yang Dimulai dari Diri Sendiri

Selain menekankan integritas, Kapolri mengungkapkan bahwa almarhumah kerap mengingatkan pentingnya keteladanan personal. Menurutnya, pesan tersebut selalu disampaikan dengan konsistensi yang sama.

Almarhumah menekankan bahwa keteladanan tidak bisa hanya dituntut dari orang lain. Setiap anggota Polri diminta memulai dari dirinya sendiri.

“Pesan beliau jelas, jadilah contoh, jadilah teladan, dan mulai lah dari dirimu sendiri,” katanya. Kutipan ini kembali diingat sebagai prinsip dasar dalam menjalankan tugas kepolisian.

Keteladanan tersebut dipandang sebagai fondasi utama dalam membangun citra Polri. Tanpa contoh nyata, pesan moral dinilai akan kehilangan maknanya.

Kapolri menilai bahwa pesan tersebut relevan dalam setiap kondisi. Keteladanan personal diyakini mampu membentuk budaya kerja yang sehat.

Menurut Kapolri, pesan itu bukan sekadar nasihat personal yang ditujukan kepada individu tertentu. Amanah tersebut harus dijaga bersama oleh seluruh anggota Polri.

Di mana pun bertugas, anggota Polri diingatkan untuk membawa nilai keteladanan tersebut. Prinsip ini diharapkan menjadi identitas yang melekat pada setiap insan Bhayangkara.

Amanah Terakhir untuk Menjaga Institusi Polri

Kapolri juga mengungkapkan bahwa pada masa-masa terakhir, almarhumah menitipkan pesan khusus kepada institusi Polri. Pesan tersebut disampaikan dengan penuh harapan dan tanggung jawab moral.

Menurut Kapolri, pesan itu selalu diulang dalam berbagai kesempatan. Intinya adalah menjaga institusi Polri dengan sebaik-baiknya.

“Setiap pesan beliau selalu sama, tolong jaga, titip institusi Polri. Itu menjadi amanah dan wasiat yang harus kami pegang,” ujar Kapolri. Kutipan ini menjadi penegasan atas kepercayaan yang diberikan kepada Polri.

Amanah tersebut dipandang sebagai beban moral sekaligus kehormatan. Polri diharapkan mampu menjaga marwah institusi di tengah tantangan zaman.

Pesan itu juga menjadi pengingat akan sejarah panjang perjuangan nilai integritas di tubuh Polri. Warisan keluarga Hoegeng kembali dijadikan cermin dalam menjalankan tugas.

Kapolri menyebut bahwa amanah tersebut akan terus dipegang oleh jajaran Polri. Komitmen ini diharapkan tercermin dalam setiap kebijakan dan tindakan.

Dengan menjaga institusi, Polri diharapkan mampu menjawab harapan masyarakat. Kepercayaan publik menjadi tujuan utama dari pengabdian tersebut.

Penghormatan Negara atas Keteladanan yang Ditinggalkan

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan keteladanan almarhumah, Kapolri menyampaikan langkah konkret yang akan ditempuh Polri. Penghormatan tersebut diwujudkan melalui pengajuan penghargaan negara.

Kapolri menyebut bahwa Polri mengajukan kepada Presiden Republik Indonesia agar almarhumah dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama. Penghargaan ini dimaksudkan sebagai pengakuan atas kontribusi moral yang telah diberikan.

Pengajuan tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi negara terhadap nilai-nilai keteladanan yang diwariskan. Almarhumah dinilai memiliki peran penting dalam menjaga moral institusi.

Penghargaan tersebut bukan hanya simbol kehormatan. Nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi Polri selanjutnya.

Kapolri menilai bahwa kontribusi almarhumah melampaui peran formal. Pesan-pesan moral yang disampaikan telah membentuk kesadaran kolektif di tubuh Polri.

Dengan adanya penghargaan tersebut, negara diharapkan turut mengabadikan keteladanan yang ditinggalkan. Warisan nilai tersebut diharapkan terus hidup dalam setiap pengabdian anggota Polri.

Momentum duka ini sekaligus menjadi pengingat bagi Polri untuk terus berbenah. Nilai integritas, keteladanan, dan tanggung jawab kembali ditegaskan sebagai kompas utama pengabdian.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Guncangan Gempa Magnitudo 3,8 Getarkan Bonjol Pasaman Tidak Memiliki Potensi Tsunami

Guncangan Gempa Magnitudo 3,8 Getarkan Bonjol Pasaman Tidak Memiliki Potensi Tsunami

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi Mencapai Empat Meter Di Perairan Talaud

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi Mencapai Empat Meter Di Perairan Talaud

Kabar Gembira Bansos Mulai Cair Penerima PKH Dan BPNT Segera Cek

Kabar Gembira Bansos Mulai Cair Penerima PKH Dan BPNT Segera Cek

Kemensos Rilis Jadwal Resmi Pencairan Bansos PKH Tahap Satu Tahun 2026

Kemensos Rilis Jadwal Resmi Pencairan Bansos PKH Tahap Satu Tahun 2026

Yusril Ihza Mahendra Tekankan Pentingnya Mitigasi Risiko Keuangan Digital Bagi UMKM

Yusril Ihza Mahendra Tekankan Pentingnya Mitigasi Risiko Keuangan Digital Bagi UMKM