Kamis, 05 Februari 2026

Langkah Pendanaan Baru Medco Energi Dorong Akselerasi Produksi Migas dan Ekspansi Bisnis 2026

Langkah Pendanaan Baru Medco Energi Dorong Akselerasi Produksi Migas dan Ekspansi Bisnis 2026
Langkah Pendanaan Baru Medco Energi Dorong Akselerasi Produksi Migas dan Ekspansi Bisnis 2026

JAKARTA - Strategi pendanaan kembali menjadi perhatian utama di tengah upaya perusahaan energi nasional memperkuat fondasi bisnisnya. Akses pembiayaan dinilai sebagai instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan di sektor migas yang kompetitif.

PT Medco Energi Internasional Tbk. menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keberlanjutan operasional melalui langkah pendanaan strategis. Perusahaan ini memperoleh fasilitas kredit bernilai besar untuk mendukung berbagai kebutuhan korporasi.

PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) mendapatkan pinjaman dari PT Bank ICBC Indonesia senilai Rp800 miliar. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai kebutuhan perseroan dalam jangka menengah hingga panjang.

Baca Juga

Top 11 Perusahaan Batu Bara di Indonesia 2026, Kapasitas Fantastis!

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, fasilitas kredit tersebut dimanfaatkan untuk belanja modal dan pendanaan umum perusahaan. Langkah ini sejalan dengan strategi Medco dalam memperkuat struktur permodalan.

Pendanaan ini menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang disiapkan menghadapi target produksi yang semakin agresif. Manajemen menilai pembiayaan ini penting untuk menjaga fleksibilitas operasional.

Detail Perjanjian Kredit dan Ketentuan Pinjaman

Siendy K. Wisandana selaku Corporate Secretary Medco Energi Internasional menjelaskan bahwa perseroan telah menandatangani Perjanjian Kredit. Penandatanganan dilakukan bersama PT Bank ICBC Indonesia pada 4 Februari 2026.

Perjanjian tersebut menandai dimulainya kerja sama pendanaan antara Medco dan Bank ICBC Indonesia. Fasilitas kredit ini diharapkan mendukung kebutuhan investasi perusahaan.

“Nilai pokok pinjaman Rp800.000.000.000 [delapan ratus miliar rupiah], jatuh tempo 60 bulan dari tanggal pencairan pertama,” kata Siendy. Ketentuan tersebut memberikan ruang waktu yang cukup bagi perseroan dalam pengelolaan arus kas.

Jangka waktu 60 bulan dinilai sejalan dengan karakter investasi sektor migas yang bersifat jangka panjang. Pengembalian investasi diharapkan mampu mengimbangi kewajiban pinjaman.

Siendy juga menyampaikan bahwa tidak terdapat dampak khusus dari penyampaian keterbukaan informasi ini. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban regulasi.

Penyampaian keterbukaan informasi dilakukan sesuai dengan POJK Nomor 31 Tahun 2015. Ketentuan ini mengatur transparansi informasi bagi emiten di pasar modal.

Langkah transparansi ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor. Medco menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik.

Target Produksi Migas dan Kinerja Operasional

Sebagai gambaran, Medco menargetkan produksi migas antara 165.000 hingga 170.000 barel setara minyak per hari pada 2026. Target ini menjadi yang tertinggi dalam sejarah produksi perusahaan.

Ambisi tersebut didukung oleh kinerja produksi yang terus menunjukkan tren positif. Perusahaan mencatat peningkatan produksi secara konsisten dari tahun ke tahun.

CEO MedcoEnergi Roberto Lorato mengungkapkan bahwa perseroan telah mencatatkan produksi rata-rata sebesar 156.000 boepd pada 2025. Angka tersebut mencerminkan stabilitas operasional di tengah tantangan global.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, produksi migas sepanjang 2025 mengalami kenaikan. Pada tahun sebelumnya, produksi berada di level 152.000 boepd.

Kenaikan produksi tersebut menjadi sinyal positif bagi pencapaian target tahun berikutnya. Manajemen menilai fondasi operasional telah terbentuk dengan baik.

“Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal,” kata Roberto. Pernyataan ini menegaskan arah strategis perusahaan.

Fokus pada disiplin modal dinilai krusial di tengah fluktuasi harga energi global. Medco berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi dan efisiensi.

Pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi tujuan utama manajemen. Setiap keputusan investasi diarahkan untuk mendukung visi jangka panjang.

Proyek Strategis Pendukung Produksi

Realisasi produksi migas MEDC pada 2025 didukung oleh sejumlah proyek baru. Salah satunya adalah pengembangan di Blok B Natuna.

Selain itu, peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor juga berkontribusi signifikan. Medco meningkatkan kepemilikan operasi menjadi 70 persen.

Langkah tersebut memberikan kontrol operasional yang lebih besar. Dengan demikian, optimalisasi produksi dapat dilakukan secara lebih efektif.

Sebelumnya, MEDC mengakuisisi Fortuna International (Barbados) Inc. Akuisisi tersebut dilakukan dari Repsol E&P, S.à.r.l.

Fortuna International merupakan pemegang hak kepemilikan tidak langsung sebesar 24 persen di PSC Corridor. Akuisisi ini memperkuat posisi Medco di blok strategis tersebut.

Langkah akuisisi ini menjadi bagian dari strategi anorganik perusahaan. Medco memanfaatkan peluang untuk memperbesar portofolio aset produktif.

Penguatan kepemilikan ini berdampak langsung pada volume produksi. Medco mampu meningkatkan kontribusi dari PSC Corridor.

Manajemen menilai langkah tersebut sebagai keputusan strategis. Investasi ini diharapkan memberikan imbal hasil optimal dalam jangka panjang.

Puncak Produksi dan Prospek Ke Depan

Pada kuartal IV 2025, produksi migas MEDC mencapai puncaknya. Produksi tercatat sebesar 178.000 boepd pada periode tersebut.

Rata-rata produksi selama kuartal IV 2025 berada di level 176.000 boepd. Angka ini mencerminkan performa operasional yang solid.

Pencapaian tersebut menjadi indikator kesiapan Medco menghadapi target 2026. Infrastruktur dan sumber daya dinilai telah memadai.

Dengan dukungan pendanaan dari Bank ICBC Indonesia, Medco memiliki ruang lebih luas untuk ekspansi. Dana tersebut dapat dialokasikan secara fleksibel sesuai kebutuhan.

Belanja modal menjadi salah satu fokus utama penggunaan dana. Investasi diarahkan pada proyek-proyek dengan potensi produksi tinggi.

Selain itu, pendanaan umum perusahaan juga menjadi bagian dari strategi penguatan likuiditas. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas keuangan.

Manajemen menilai bahwa kombinasi pendanaan dan peningkatan produksi akan memperkuat posisi Medco. Perusahaan optimistis menghadapi dinamika industri energi.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan. Medco menegaskan komitmennya untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Dengan target produksi yang ambisius dan dukungan pembiayaan yang solid, Medco bersiap menghadapi tahun 2026. Perusahaan memposisikan diri sebagai salah satu pemain utama di sektor energi nasional.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota Perkuat Transportasi Publik Jakarta

Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota Perkuat Transportasi Publik Jakarta

WIKA Beton Catat Omzet Rp4 Triliun 2025, Dorong Proyek Infrastruktur dan ESG Nasional dan Internasional

WIKA Beton Catat Omzet Rp4 Triliun 2025, Dorong Proyek Infrastruktur dan ESG Nasional dan Internasional

Rekrutmen Bersama BUMN 2026 Siap Membuka Peluang Karier Lebih Luas bagi Pencari Kerja Indonesia

Rekrutmen Bersama BUMN 2026 Siap Membuka Peluang Karier Lebih Luas bagi Pencari Kerja Indonesia

PLN EPI Mulai Konstruksi Pipa Gas WNTS-Pemping, Pastikan Pasokan Energi Natuna Stabil ke Batam

PLN EPI Mulai Konstruksi Pipa Gas WNTS-Pemping, Pastikan Pasokan Energi Natuna Stabil ke Batam

MIND ID dan IBC Optimalkan Nikel Indonesia Sebagai Pilar Utama Industri Baterai Global 2026

MIND ID dan IBC Optimalkan Nikel Indonesia Sebagai Pilar Utama Industri Baterai Global 2026