Jumat, 06 Februari 2026

KAI Siapkan Kereta Tambahan dan Skema H-45 untuk Mudik Lebaran 2026, Tiket Terus Laku Keras

KAI Siapkan Kereta Tambahan dan Skema H-45 untuk Mudik Lebaran 2026, Tiket Terus Laku Keras
KAI Siapkan Kereta Tambahan dan Skema H-45 untuk Mudik Lebaran 2026, Tiket Terus Laku Keras

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengoperasikan kereta api tambahan untuk periode mudik Lebaran 2026. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap finalisasi sebelum diumumkan secara resmi.

“KAI terus menyiapkan langkah operasional untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran, termasuk rencana pengoperasian KA tambahan yang akan diumumkan setelah proses finalisasi,” kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam siaran resmi, dikutip Jumat, 3 Februari 2026.

Tren Pemesanan Tiket Menjelang Lebaran

Baca Juga

PT Chandra Asri Pacific Tbk Siapkan Obligasi Berkelanjutan Tahap II Tahun 2026 Senilai Triliunan Rupiah

Hingga Kamis, 5 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, total pemesanan tiket untuk periode 11 Maret hingga 22 Maret 2026 telah mencapai 496.967 tiket. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya penjualan tiket.

“Pemesan tiket baru dapat melakukan pembelian hingga 22 Maret 2026 sesuai skema H-45,” kata Anne. Skema ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas perjalanan sekaligus mengelola arus penumpang lebih proporsional.

Penjualan Tiket Bertahap dan Tingkat Kepadatan Per Hari

Melalui skema Angkutan Lebaran 2026, KAI membuka penjualan tiket secara bertahap mulai H-3, H-2, H-1, H1, hingga H2 Lebaran. Pola ini membantu masyarakat memilih tanggal keberangkatan sesuai kebutuhan dan mengurangi kepadatan pada hari tertentu.

Secara rinci, pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026 tercatat 58.430 tiket telah terjual. Penjualan tiket H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026 mencapai 60.577 tiket, menjadi tanggal dengan pemesanan tertinggi sejauh ini.

Sementara itu, H-1 Lebaran atau 20 Maret 2026 tercatat 47.490 tiket terjual. Pada H1 Lebaran atau 21 Maret 2026, tiket yang terjual mencapai 41.228, dan H2 Lebaran atau 22 Maret 2026 sebanyak 39.802 tiket telah dipesan.

Berdasarkan data tersebut, H-3 dan H-2 Lebaran menjadi tanggal favorit bagi pemudik. Meski demikian, tiket untuk tanggal lain masih tersedia dan bisa menjadi alternatif perjalanan bagi masyarakat.

Persiapan Sarana dan Proses Boarding

KAI melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana perkeretaapian, termasuk lokomotif dan rangkaian kereta. Hal ini bertujuan memastikan layanan berada dalam kondisi optimal saat melayani pelanggan pada puncak mudik dan balik.

Selain itu, sistem ticketing KAI menerapkan mekanisme pemesanan yang transparan dan terkontrol. Setiap tiket wajib menggunakan identitas asli penumpang dengan ketentuan satu identitas untuk satu nama.

Proses boarding juga didukung teknologi face recognition dan pembatasan transaksi per kode booking. Sistem ini memastikan tiket digunakan oleh pemesan yang berhak, menjaga keamanan dan ketertiban selama perjalanan.

Kanal Resmi Pembelian Tiket dan Pemesanan Rombongan

Masyarakat diimbau membeli tiket melalui kanal resmi, yaitu aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, dan mitra resmi Online Travel Agent (OTA) yang bekerja sama dengan KAI. Langkah ini penting untuk menghindari potensi penipuan dan memastikan keabsahan tiket perjalanan.

KAI juga memberlakukan ketentuan khusus untuk pemesanan tiket rombongan. Alokasi tiket rombongan dibatasi maksimal 10 persen dari total kapasitas tempat duduk, dengan prioritas utama bagi program mudik gratis pemerintah dan instansi terkait.

Dengan langkah ini, akses ke tiket tetap merata bagi masyarakat umum. Program mudik gratis juga mendapat jaminan ketersediaan tempat duduk untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Komitmen KAI terhadap Keselamatan dan Kenyamanan

KAI menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan transparansi. “Dengan dukungan seluruh Insan KAI Group, kami ingin memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan kereta api berlangsung tertib, aman, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat,” kata Anne.

Perencanaan sejak dini memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk memilih jadwal perjalanan yang sesuai. Layanan kereta api reguler yang disiapkan sejak awal memastikan arus penumpang lebih seimbang di berbagai tanggal keberangkatan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Intiland Teken MoU dengan MRT Jakarta untuk Kembangkan Kawasan Properti Terpadu TOD Strategis

Intiland Teken MoU dengan MRT Jakarta untuk Kembangkan Kawasan Properti Terpadu TOD Strategis

Komisaris PT Chandra Daya Investasi Tbk Tingkatkan Kepemilikan Saham Secara Signifikan Tahun 2026

Komisaris PT Chandra Daya Investasi Tbk Tingkatkan Kepemilikan Saham Secara Signifikan Tahun 2026

PT Chandra Asri Pacific Tbk Siapkan Strategi Pendanaan Obligasi Berkelanjutan untuk Modal Kerja

PT Chandra Asri Pacific Tbk Siapkan Strategi Pendanaan Obligasi Berkelanjutan untuk Modal Kerja

CDIA Siapkan Strategi Buyback Saham Rp 1 Triliun untuk Stabilkan Nilai Perusahaan

CDIA Siapkan Strategi Buyback Saham Rp 1 Triliun untuk Stabilkan Nilai Perusahaan

Langkah Nyata PLN Merauke Bersama Pemerintah Daerah Wujudkan Generasi Papua Bebas Stunting

Langkah Nyata PLN Merauke Bersama Pemerintah Daerah Wujudkan Generasi Papua Bebas Stunting