Kamis, 19 Februari 2026

Kemendes PDT Dorong Desa Memperkuat Ketahanan Terhadap Bencana Hidrometeorologi Secara Sistematis

Kemendes PDT Dorong Desa Memperkuat Ketahanan Terhadap Bencana Hidrometeorologi Secara Sistematis
Kemendes PDT Dorong Desa Memperkuat Ketahanan Terhadap Bencana Hidrometeorologi Secara Sistematis

JAKARTA - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong peningkatan kapasitas desa dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Langkah ini penting menyusul tingginya tren bencana hidrometeorologi yang berdampak langsung pada wilayah perdesaan.

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Kemendes PDT, Samsul Widodo, mengatakan mayoritas bencana di Indonesia berupa banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan. Dampak bencana tersebut paling rentan dirasakan oleh masyarakat desa karena sumber penghidupan mereka sangat bergantung pada alam.

Data Bencana Tahun 2025 dan Dampaknya

Baca Juga

BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Sedang Akan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini

Samsul menjelaskan total kejadian bencana sepanjang 2025 mencapai 3.116 kejadian. Angka ini meningkat 121?persen dibandingkan 2024, menandakan risiko bencana semakin tinggi dan berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat desa.

Kerusakan akibat bencana memengaruhi sawah, kebun, dan ternak, yang menjadi sumber penghidupan utama warga. Ketika sumber penghasilan ini terganggu, masyarakat desa menghadapi kesulitan ekonomi yang berat dan terbatasnya alternatif pendapatan.

Peningkatan Kapasitas Mitigasi Bencana Desa

Kemendes PDT mendorong peningkatan kapasitas mitigasi bencana secara sistematis di desa. Salah satu langkahnya adalah pelatihan bagi kepala desa dan perangkat desa agar mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi bencana.

Pelatihan ini juga meliputi perencanaan darurat, koordinasi penanganan bencana, serta strategi pengurangan risiko secara lokal. Dengan bekal keterampilan ini, perangkat desa dapat merespons bencana lebih cepat dan efektif.

Pemanfaatan Indeks Risiko Iklim Desa

Samsul menekankan pentingnya penggunaan Indeks Risiko Iklim Desa sebagai dasar kebijakan dan perencanaan anggaran. Data ini tidak boleh hanya tersimpan, tetapi harus digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut mitigasi bencana.

Pemanfaatan indeks risiko juga membantu desa menentukan prioritas pembangunan dan strategi pengurangan risiko. Dengan demikian, anggaran desa dapat dialokasikan secara tepat untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Penguatan SDM Desa dan Integrasi Perubahan Iklim

Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa menjadi kunci utama dalam menghadapi risiko bencana. Melalui pelatihan, edukasi, dan pendampingan, perangkat desa dapat mengintegrasikan data risiko dan isu perubahan iklim ke dalam kebijakan lokal.

Integrasi isu perubahan iklim ke dalam perencanaan desa memungkinkan mitigasi bencana dilakukan lebih strategis dan berkelanjutan. Desa yang tangguh terhadap bencana akan mampu menjaga kesinambungan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup warganya.

Harapan Kemendes PDT untuk Desa Tangguh Bencana

Kemendes PDT berharap langkah-langkah ini dapat meningkatkan ketahanan desa secara menyeluruh. Desa yang siap menghadapi bencana diharapkan mampu mengurangi kerugian ekonomi dan sosial, sekaligus mempertahankan keberlanjutan pembangunan lokal.

Dengan kapasitas mitigasi yang lebih baik, desa juga dapat merencanakan kegiatan pembangunan dengan lebih aman. Kesiapsiagaan ini menjadi fondasi bagi masyarakat untuk tetap produktif meski menghadapi risiko bencana alam.

Desa sebagai Pilar Ketahanan dan Keberlanjutan Pembangunan

Peningkatan kapasitas mitigasi bencana di desa adalah strategi penting menghadapi tren bencana hidrometeorologi yang meningkat. Penguatan SDM, pemanfaatan data risiko, dan integrasi isu perubahan iklim diharapkan menjadikan desa lebih tangguh sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Langkah ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga desa dan masyarakat setempat. Desa yang kuat dan terencana mampu menghadapi risiko bencana sekaligus menjaga kelangsungan hidup warganya secara berkelanjutan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Transjakarta Hadirkan 69 Halte dengan Mushalla untuk Kemudahan Ibadah Selama Ramadhan 1447 Hijriah

Transjakarta Hadirkan 69 Halte dengan Mushalla untuk Kemudahan Ibadah Selama Ramadhan 1447 Hijriah

Penyesuaian Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026 untuk Tingkatkan Produktivitas dan Ibadah

Penyesuaian Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026 untuk Tingkatkan Produktivitas dan Ibadah

Pemerintah Dorong Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan Santri Siap Kerja dan Mandiri Ekonomi

Pemerintah Dorong Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan Santri Siap Kerja dan Mandiri Ekonomi

Perguruan Tinggi Siap Bantu Pemerintah Atasi Sampah Nasional Lewat Mahasiswa dan Teknologi

Perguruan Tinggi Siap Bantu Pemerintah Atasi Sampah Nasional Lewat Mahasiswa dan Teknologi

Bakamla RI Ikuti Pelatihan Pemantauan Laut Dari Udara Bersama Jepang

Bakamla RI Ikuti Pelatihan Pemantauan Laut Dari Udara Bersama Jepang