Senin, 30 Maret 2026

IHSG Terkoreksi, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp178 Triliun dalam Sepekan

IHSG Terkoreksi, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp178 Triliun dalam Sepekan

JAKARTA - Pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja negatif selama sepekan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sebesar 1,73%, turun ke level 7.161,258 pada periode 11—15 November 2024, dari posisi 7.287,191 pada pekan sebelumnya.

Penurunan IHSG ini turut menyeret kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 1,46% atau senilai Rp178 triliun menjadi Rp12.063 triliun dari Rp12.241 triliun.

Koreksi IHSG juga memengaruhi rata-rata frekuensi transaksi harian yang turun 1,77% menjadi 1,28 juta kali transaksi dari 1,30 juta transaksi pada pekan sebelumnya, Sabtu, 16 November 2024.

Baca Juga

Jadwal Lengkap Kapal Pelni KM Sangiang Maret–April 2026 Disertai Rute Detail dan Cara Pemesanan Tiket Online

Namun, di tengah penurunan ini, rata-rata volume transaksi harian melonjak 48,51% menjadi 31,99 miliar lembar saham, dibandingkan 21,54 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi saham harian juga naik 5,09% menjadi Rp12,28 triliun dari Rp11,67 triliun.

Aksi Jual Asing dan Sentimen Global
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp517,12 miliar pada pekan ini.

Meski demikian, secara tahun berjalan, investor asing masih mencatatkan beli bersih (net buy) senilai Rp29,11 triliun.

Menurut Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, tekanan pada IHSG dipicu oleh sentimen eksternal, terutama kemenangan Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat.

"Kebijakan proteksionisme Trump diperkirakan akan menguntungkan perekonomian AS, menyebabkan arus dana keluar dari pasar negara berkembang menuju AS, serta mendorong penguatan dolar terhadap rupiah," jelasnya, Jumat, 15 November 2024.

Di sisi lain, data ekonomi AS yang positif, seperti pertumbuhan Indeks Harga Produsen (PPI), memperkuat peluang Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga acuan pada Desember.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai langkah The Fed akan tetap berhati-hati dalam pelonggaran moneter. "Sentimen inilah yang memicu koreksi pasar dan arus keluar (outflow) dari pasar saham," tuturnya.

Rekomendasi Saham
Meskipun pasar tengah menghadapi tekanan, beberapa saham berfundamental kuat tetap direkomendasikan untuk dicermati.

MNC Sekuritas merekomendasikan: BBRI, ADRO, BMRI, dan BRIS
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan: BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, ITMG, dan TLKM.

Investor diimbau untuk tetap memperhatikan sentimen global dan domestik sambil mengalokasikan portofolio pada saham-saham potensial di sektor unggulan.

Tri Kismayanti

Tri Kismayanti

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jadwal Terbaru KRL Solo Jogja Akhir Maret 2026 Lengkap dari Pagi Hingga Malam untuk Perjalanan Lebih Nyaman

Jadwal Terbaru KRL Solo Jogja Akhir Maret 2026 Lengkap dari Pagi Hingga Malam untuk Perjalanan Lebih Nyaman

Kinerja WTON 2025 Tetap Tangguh, Laba Rp40 Miliar dan Kontrak Baru Tembus Rp4 Triliun

Kinerja WTON 2025 Tetap Tangguh, Laba Rp40 Miliar dan Kontrak Baru Tembus Rp4 Triliun

Jasa Marga Catat Arus Balik Lebaran 2026 Tembus 3,5 Juta Kendaraan, Warga Diminta Waspada Perjalanan

Jasa Marga Catat Arus Balik Lebaran 2026 Tembus 3,5 Juta Kendaraan, Warga Diminta Waspada Perjalanan

Jasa Raharja Perkuat Pos Pelayanan Terpadu di Jawa Timur untuk Arus Balik Lebaran 2026 Agar Masyarakat Lebih Aman

Jasa Raharja Perkuat Pos Pelayanan Terpadu di Jawa Timur untuk Arus Balik Lebaran 2026 Agar Masyarakat Lebih Aman

Dirjen PTPP Pimpin Rapat Strategis untuk Optimalkan Proses Pengadaan Tanah Nasional Sesuai UU Terbaru

Dirjen PTPP Pimpin Rapat Strategis untuk Optimalkan Proses Pengadaan Tanah Nasional Sesuai UU Terbaru