Suplai BBM dan LPG di Wilayah Bencana Jawa Tengah Aman, Beberapa SPBU Terendam Banjir
- Rabu, 22 Januari 2025
SEMARANG - Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor telah melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah, menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan mengganggu operasional beberapa lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM). Namun, Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (JBT) menjamin ketersediaan dan distribusi BBM serta LPG tetap terkendali dan aman bagi masyarakat.
Mitigasi Risiko oleh Pertamina Patra Niaga
Taufiq Kurniawan, Area Manager Commrel & CSR JBT Pertamina Patra Niaga, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah mitigasi risiko untuk memastikan pasokan BBM dan LPG tidak terganggu di wilayah terdampak. "Masyarakat tak perlu panik karena kondisi terus kami monitor. Suplai BBM dan LPG di wilayah terdampak masih normal secara umum," ujarnya pada Rabu, 22 Januari 2025.
Taufiq menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi penanganan darurat untuk mengatasi kendala distribusi di beberapa SPBU yang terdampak bencana. Beberapa SPBU mengalami kendala akibat terendamnya area distribusi karena tanggul sungai yang jebol dan banjir dari tingginya intensitas hujan.
Kondisi di Lapangan
Sejumlah wilayah seperti Grobogan, Sragen, Pekalongan, dan Kendal mengalami peningkatan debit sungai yang tidak terkendali setelah bendungan jebol. Ini menyebabkan beberapa SPBU terpaksa menghentikan operasional sementara dan mengalihkan suplai ke SPBU terdekat.
Salah satu SPBU yang terdampak adalah SPBU 44.581.11 di MT Haryono Kuwaron, Grobogan. SPBU ini terendam air akibat bendungan yang jebol, sehingga operasional dihentikan sejak pukul 09.30. Namun, suplai BBM tetap dapat dialihkan ke SPBU terdekat seperti SPBU 44.58119, 44.58102, dan 44.58106 di Grobogan, serta SPBU 44.595.14 dan 45595.30 di Demak, yang berbatasan dengan wilayah tersebut.
Di SPBU Nelayan Tawangsari, Kendal, tangki solar berkapasitas 20 kiloliter (KL) terendam air, namun tangki solar lainnya dengan kapasitas 32 KL masih aman dan bisa digunakan. "Kami melakukan monitoring intensif dan sedang menguras tangki berkapasitas 20 KL yang terkena dampak,” ujar Taufiq.
Transportasi dan Logistik Tetap Lancar
Pertamina memastikan bahwa semua sarana dan prasarana penyaluran seperti Supply Point Utama dan mobil tangki tidak mengalami penundaan. Sebab, kendaraan pengangkut BBM masih dapat menggunakan jalur alternatif yang tersedia. Langkah ini dilakukan agar distribusi BBM dan LPG tetap berlangsung tanpa hambatan signifikan.
Bantuan Sosial untuk Wilayah Terdampak
Selain menjaga stabilitas suplai BBM dan LPG, Pertamina juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program CSR (Corporate Social Responsibility). Bantuan berupa first aid bencana telah disalurkan ke beberapa titik yang membutuhkan, seperti di Patebon Kendal dengan rencana penyaluran lebih lanjut ke wilayah yang terkena longsor dan banjir di Pekalongan. "Kami berkomitmen untuk terus membantu masyarakat terdampak sekaligus memastikan suplai energi tetap berjalan baik," tambah Taufiq.
Mengantisipasi Pembelian Panik
Dalam situasi ini, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian panik (panic buying) sebab suplai BBM dan LPG tetap aman. Taufiq menegaskan pentingnya langkah kolektif dalam menjaga situasi tetap kondusif. "Kami sudah lakukan mitigasi risiko di beberapa penyalur BBM terdampak dan masyarakat tidak perlu panic buying," katanya menenangkan warga.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pertamina berharap distribusi energi tetap berjalan lancar meskipun bencana sedang melanda beberapa wilayah. Koordinasi dengan pihak terkait seperti pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pihak kepolisian juga terus dilakukan untuk mengoptimalkan pengiriman BBM dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik.
Dalam menghadapi tantangan bencana alam yang mengganggu infrastruktur di Jawa Tengah, Pertamina Patra Niaga JBT telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk memastikan suplai BBM dan LPG tetap terjamin. Sinergi antara mitigasi risiko, distribusi yang terencana, bantuan sosial, serta kolaborasi dengan pihak terkait menjadi kunci utama dalam mempertahankan kestabilan energi di wilayah terdampak. Langkah ini diharapkan dapat menjadi model penanganan bencana yang efektif dalam mempertahankan suplai energi di tengah situasi krisis.
Mazroh Atul Jannah
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Danantara Indonesia Dorong PT PAL dan INKA Jadi Motor Utama Hilirisasi Baja Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Resep Nugget Udang Homemade Anti Pengawet, Gurih, dan Mudah Dibuat
- Kamis, 05 Februari 2026
Cara Praktis Membuat Es Mambo Kacang Merah yang Segar dan Lezat di Rumah
- Kamis, 05 Februari 2026
4 Resep Olahan Pisang Praktis dan Lezat untuk Menu Buka Puasa di Rumah
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Guncangan Gempa Magnitudo 3,8 Getarkan Bonjol Pasaman Tidak Memiliki Potensi Tsunami
- Kamis, 05 Februari 2026
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi Mencapai Empat Meter Di Perairan Talaud
- Kamis, 05 Februari 2026
Kemensos Rilis Jadwal Resmi Pencairan Bansos PKH Tahap Satu Tahun 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Yusril Ihza Mahendra Tekankan Pentingnya Mitigasi Risiko Keuangan Digital Bagi UMKM
- Kamis, 05 Februari 2026













