JAKARTA - Ketika malam mulai turun dan angin petang mengelus Kota Blora, sebuah gerobak dorong sederhana sudah bersiap menyapa para penikmat kuliner. Tepatnya di Jalan Mr. Iskandar, tak jauh dari jembatan Kaliwangan, harum rempah dan aroma kuah hangat menguar dari gerobak milik Suratmi, seorang penjual soto ayam klethuk yang telah setia menjalani usahanya selama 25 tahun.
Soto ayam klethuk bukan sekadar makanan berkuah biasa, melainkan warisan kuliner yang memadukan cita rasa khas rempah, suwiran daging ayam kampung, dan taburan klethuk—singkong goreng renyah yang unik dan hanya bisa ditemukan di Blora. Hidangan ini telah menjadi ikon rasa yang membekas dan mengundang kerinduan para pecinta kuliner lokal.
Rahasia Klethuk dan Cita Rasa Otentik Soto Ayam Blora
Baca JugaResep Savory Pancake Bayam Lezat dan Sehat, Saus Yogurt Creamy Cocok Brunch di Rumah
Keunikan soto klethuk terletak pada klethuk itu sendiri. Klethuk terbuat dari singkong yang melalui proses panjang mulai dari dikukus, ditumbuk, diiris, hingga dijemur di bawah sinar matahari yang cukup panas agar menghasilkan kerenyahan maksimal saat digoreng. Ketika digigit, klethuk mengeluarkan suara khas “klethuk-klethuk” yang menjadi ciri tersendiri.
Selain itu, resep soto ini memakai daging ayam kampung pilihan yang dipadukan dengan irisan telur ayam, tusuk telur puyuh, jerohan, paha, kepala, dan sayap ayam. Tempe, tahu, perkedel, serta kerupuk melengkapi hidangan agar makin nikmat dan mengenyangkan. Suratmi, sang penjual, selalu menjaga kualitas bahan dan rasa, mulai dari ayam yang tidak tergantikan hingga kecap yang digunakan, agar konsistensi rasa tetap terjaga dan memuaskan setiap lidah.
Harga yang terjangkau mulai Rp12.000 untuk porsi kecil dan Rp15.000 untuk porsi besar membuat soto ini ramah di kantong berbagai kalangan. Para pelanggan bisa menikmati soto dengan duduk lesehan sambil menyaksikan kehidupan malam di jalan Mr. Iskandar. Waktu berjualan mulai dari maghrib hingga pukul 21.00 WIB, memberikan kesempatan luas bagi siapa saja yang ingin mencicipi sajian legendaris ini.
Seorang pelanggan setia, Jatmiko, menyatakan betapa soto klethuk buatan Suratmi memberikan sensasi rasa yang tidak terlupakan. Baginya, kuliner ini bukan hanya soal rasa, tapi juga bagian dari kekayaan budaya Blora yang turut menggerakkan roda perekonomian lokal, khususnya UMKM.
Soto klethuk bukan hanya kuliner biasa, melainkan juga identitas rasa khas yang membawa nuansa nostalgia dan kebersamaan. Keistimewaan rempah yang berpadu dengan tekstur klethuk renyah menjadikan hidangan ini pilihan tepat bagi yang ingin menikmati kelezatan sekaligus merasakan spirit tradisi dan kerja keras para pelaku usaha kecil di Blora.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Rumah Murah di Parung Panjang Bogor Mulai Rp150 Jutaan, Dekat Akses Jakarta
- Rabu, 01 April 2026
Berita Lainnya
5 Kafe di Cirebon yang Paling Cocok untuk Work From Cafe Biar Produktif
- Rabu, 01 April 2026












