Jumat, 06 Februari 2026

Smelter Freeport Manyar Baru Bisa Beroperasi Penuh Pada Kuartal II-2026

Smelter Freeport Manyar Baru Bisa Beroperasi Penuh Pada Kuartal II-2026
Smelter Freeport Manyar Baru Bisa Beroperasi Penuh Pada Kuartal II-2026

JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengungkapkan smelter katoda tembaga di Manyar, Gresik, Jawa Timur, baru dapat kembali beroperasi penuh pada triwulan II-2026. Penundaan ini terjadi akibat longsor di tambang Grasberg Block Cave (GBC) yang mengganggu pasokan konsentrat tembaga.

Presiden Direktur Freeport, Tony Wenas, menjelaskan smelter Manyar sempat mencapai utilitas 70% pada Agustus 2025. Namun, produksi harus distop sementara sejak awal September 2025 karena kurangnya bahan baku dari tambang.

Produksi Terbatas di Dua Tambang Freeport

Baca Juga

Top 11 Perusahaan Batu Bara di Indonesia 2026, Kapasitas Fantastis!

Saat ini, dua tambang Freeport yakni Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ) sudah kembali beroperasi. Kedua tambang tersebut menghasilkan 70.000 ton konsentrat per hari, sekitar 30% dari kapasitas total 210.000 ton per hari.

Seluruh konsentrat yang diproduksi dialirkan ke smelter PT Smelting di Gresik. Smelter lama ini tetap menjadi prioritas karena kesepakatan dengan operator Jepang.

Smelter Manyar Fokus Olah Produk Sampingan

Sementara itu, smelter Manyar saat ini hanya memproses lumpur anoda dari PT Smelting. Lumpur anoda tersebut dimurnikan untuk mengekstrak emas, perak, dan mineral ikutan lainnya.

Tony menegaskan, produksi hulu 30% ini seluruhnya dikirim ke PT Smelting. Strategi ini memaksimalkan kapasitas smelter lama sebelum smelter Manyar beroperasi penuh.

Sejarah dan Kapasitas Smelter Freeport

PT Smelting dibangun pada 1996 bersama konsorsium Jepang dan dikelola Mitsubishi. Smelter ini mampu mengolah 1 juta ton konsentrat tembaga menjadi 300.000 ton katoda tembaga per tahun, melayani kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

Smelter kedua di Manyar, dibangun sejak Oktober 2021 dan diresmikan 27 Juni 2024, memiliki desain single line terbesar di dunia. Kapasitasnya mencapai 1,7 juta ton konsentrat setelah beroperasi penuh, lengkap dengan unit refinery, pemurnian logam mulia, unit oksigen, asam sulfat, desalinasi, dan pengolahan limbah untuk efisiensi maksimal.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

ITDC Gandeng Angkasa Pura Support, Ribuan Tenaga Kerja Lokal Terserap di Kawasan Mandalika

ITDC Gandeng Angkasa Pura Support, Ribuan Tenaga Kerja Lokal Terserap di Kawasan Mandalika

Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota Perkuat Transportasi Publik Jakarta

Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota Perkuat Transportasi Publik Jakarta

WIKA Beton Catat Omzet Rp4 Triliun 2025, Dorong Proyek Infrastruktur dan ESG Nasional dan Internasional

WIKA Beton Catat Omzet Rp4 Triliun 2025, Dorong Proyek Infrastruktur dan ESG Nasional dan Internasional

Rekrutmen Bersama BUMN 2026 Siap Membuka Peluang Karier Lebih Luas bagi Pencari Kerja Indonesia

Rekrutmen Bersama BUMN 2026 Siap Membuka Peluang Karier Lebih Luas bagi Pencari Kerja Indonesia

PLN EPI Mulai Konstruksi Pipa Gas WNTS-Pemping, Pastikan Pasokan Energi Natuna Stabil ke Batam

PLN EPI Mulai Konstruksi Pipa Gas WNTS-Pemping, Pastikan Pasokan Energi Natuna Stabil ke Batam