Jumat, 06 Februari 2026

Petrosea Akuisisi Scan-Bilt Sebagai Strategi Ekspansi Bisnis Asia Pasifik

Petrosea Akuisisi Scan-Bilt Sebagai Strategi Ekspansi Bisnis Asia Pasifik
Petrosea Akuisisi Scan-Bilt Sebagai Strategi Ekspansi Bisnis Asia Pasifik

JAKARTA - PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, menyelesaikan pengambilalihan mayoritas saham Scan-Bilt Pte. Ltd. (SBPL) senilai US$8,03 juta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas diversifikasi bisnis di kawasan Asia Pasifik dan Oceania.

Melalui anak usahanya, Petrosea Services Solutions Ltd., perseroan membeli 60% saham SBPL dari TCAL Engineering Pte. Ltd. dengan nilai setara Rp134,19 miliar, menguatkan posisi perusahaan dalam industri EPC kimia.

Langkah Strategis Perluas Kapabilitas EPC

Baca Juga

Top 11 Perusahaan Batu Bara di Indonesia 2026, Kapasitas Fantastis!

Presiden Direktur Petrosea, Michael, menyebut akuisisi SBPL memperkuat kapabilitas multidisiplin EPC di industri pengolahan kimia. Selain itu, langkah ini membuka peluang ekspansi geografis ke Singapura, Papua Nugini, Australia, dan Indonesia.

Pengambilalihan ini juga menegaskan posisi Petrosea sebagai pemain utama yang mampu menyediakan layanan terpadu di sektor migas. Strategi ini sejalan dengan diversifikasi perusahaan ke bisnis non-coal dan energi terbarukan.

SBPL: Rekam Jejak dan Potensi Bisnis

SBPL yang berdiri sejak 1990 memiliki pengalaman panjang dalam konstruksi multidisiplin dan teknik sipil. Proyek yang pernah ditangani mencakup industri pengolahan migas onshore, pembangunan chemical plant, tankage terminal, dan fasilitas pembangkit listrik.

Dengan akuisisi ini, SBPL akan dikembangkan sebagai pusat bisnis (business hub) Petrosea untuk mendukung operasi regional. Hal ini memungkinkan perusahaan mengintegrasikan layanan EPC dan EPCI secara lebih luas di berbagai pasar.

Portofolio dan Ekspansi Petrosea

Petrosea memiliki pengalaman lebih dari lima dekade dalam menyediakan layanan terpadu mulai dari EPC, pertambangan, hingga logistik untuk sektor pertambangan dan minyak & gas. Melalui grup HBS dan Hafar, perusahaan juga memperluas portofolio ke sektor non-coal, termasuk emas, mineral, dan layanan EPCI lepas pantai terpadu.

Akuisisi SBPL diharapkan mendukung pertumbuhan Petrosea secara strategis dan finansial. Perusahaan kini semakin siap menghadapi persaingan regional dan memperkuat kapabilitas proyek multidisiplin di Asia Pasifik.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

ITDC Gandeng Angkasa Pura Support, Ribuan Tenaga Kerja Lokal Terserap di Kawasan Mandalika

ITDC Gandeng Angkasa Pura Support, Ribuan Tenaga Kerja Lokal Terserap di Kawasan Mandalika

Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota Perkuat Transportasi Publik Jakarta

Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota Perkuat Transportasi Publik Jakarta

WIKA Beton Catat Omzet Rp4 Triliun 2025, Dorong Proyek Infrastruktur dan ESG Nasional dan Internasional

WIKA Beton Catat Omzet Rp4 Triliun 2025, Dorong Proyek Infrastruktur dan ESG Nasional dan Internasional

Rekrutmen Bersama BUMN 2026 Siap Membuka Peluang Karier Lebih Luas bagi Pencari Kerja Indonesia

Rekrutmen Bersama BUMN 2026 Siap Membuka Peluang Karier Lebih Luas bagi Pencari Kerja Indonesia

PLN EPI Mulai Konstruksi Pipa Gas WNTS-Pemping, Pastikan Pasokan Energi Natuna Stabil ke Batam

PLN EPI Mulai Konstruksi Pipa Gas WNTS-Pemping, Pastikan Pasokan Energi Natuna Stabil ke Batam