Jumat, 06 Februari 2026

Bisnis Infrastruktur Grup Salim di Filipina Catat Laba Rp6,67 Triliun Kuartal III/2025

Bisnis Infrastruktur Grup Salim di Filipina Catat Laba Rp6,67 Triliun Kuartal III/2025
Bisnis Infrastruktur Grup Salim di Filipina Catat Laba Rp6,67 Triliun Kuartal III/2025

JAKARTA - Metro Pacific Investments Corporation (MPIC), konglomerasi milik Anthoni Salim di Filipina, mencatat kinerja solid selama sembilan bulan pertama 2025. Laba bersih inti konsolidasi tumbuh 14% secara tahunan, menandai ketahanan bisnis di tengah tantangan ekonomi regional.

Grup Salim menguasai 49,9% saham MPIC melalui First Pacific Company Ltd., sementara Anthoni Salim juga mengendalikan 42% saham First Pacific. MPIC merupakan holding dengan fokus utama di sektor infrastruktur, termasuk energi, air, jalan tol, real estate, kesehatan, dan manajemen limbah.

Segmen Energi Jadi Motor Pertumbuhan

Baca Juga

Top 11 Perusahaan Batu Bara di Indonesia 2026, Kapasitas Fantastis!

Segmen kelistrikan memberikan kontribusi terbesar terhadap laba bersih operasional, mencapai 65% atau setara Rp4,97 triliun. Kinerja ini meningkat 5% YoY berkat kenaikan biaya pass through, pertumbuhan penjualan listrik ritel, dan peningkatan pendapatan dari pembangkit listrik.

Kenaikan biaya pass through sebagian besar disebabkan oleh harga gas alam dan LNG yang meningkat. Dengan dukungan permintaan yang stabil, segmen energi tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan MPIC.

Air dan Jalan Tol Menunjukkan Pertumbuhan Stabil

Segmen air membukukan pendapatan Rp7,83 triliun, tumbuh 10% YoY, seiring kenaikan tarif 8% sejak Januari 2025. Laba bersih inti segmen ini meningkat 18% menjadi Rp3,22 triliun, menegaskan kekuatan bisnis air yang berkelanjutan.

Sementara itu, segmen jalan tol meraih pendapatan Rp7,63 triliun, tumbuh 17% YoY berkat kombinasi kenaikan tarif dan pertumbuhan lalu lintas. Namun, laba bersih inti segmen ini turun 2% menjadi Rp1,35 triliun karena biaya pendanaan yang lebih tinggi pada proyek akuisisi baru.

Prospek dan Strategi MPIC ke Depan

CEO MPIC, Manuel V. Pangilinan, menekankan bahwa hasil sembilan bulan pertama 2025 mencerminkan ketahanan bisnis inti perusahaan. Ke depan, perusahaan akan fokus pada pengembangan portofolio di sektor energi, air, dan ketahanan pangan.

Segmen kelistrikan dan air diproyeksikan terus mencatat pertumbuhan kuat, sementara segmen jalan tol diharapkan mendapatkan kembali momentum seiring pematangan proyek-proyek baru. MPIC optimistis dapat mempertahankan kinerja solid dan memperluas dampak bisnis di kawasan Filipina.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

ITDC Gandeng Angkasa Pura Support, Ribuan Tenaga Kerja Lokal Terserap di Kawasan Mandalika

ITDC Gandeng Angkasa Pura Support, Ribuan Tenaga Kerja Lokal Terserap di Kawasan Mandalika

Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota Perkuat Transportasi Publik Jakarta

Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota Perkuat Transportasi Publik Jakarta

WIKA Beton Catat Omzet Rp4 Triliun 2025, Dorong Proyek Infrastruktur dan ESG Nasional dan Internasional

WIKA Beton Catat Omzet Rp4 Triliun 2025, Dorong Proyek Infrastruktur dan ESG Nasional dan Internasional

Rekrutmen Bersama BUMN 2026 Siap Membuka Peluang Karier Lebih Luas bagi Pencari Kerja Indonesia

Rekrutmen Bersama BUMN 2026 Siap Membuka Peluang Karier Lebih Luas bagi Pencari Kerja Indonesia

PLN EPI Mulai Konstruksi Pipa Gas WNTS-Pemping, Pastikan Pasokan Energi Natuna Stabil ke Batam

PLN EPI Mulai Konstruksi Pipa Gas WNTS-Pemping, Pastikan Pasokan Energi Natuna Stabil ke Batam