Kamis, 05 Februari 2026

Radiant Ruby Rampungkan Akuisisi 51 Persen Saham AMMS untuk Transformasi Digital

Radiant Ruby Rampungkan Akuisisi 51 Persen Saham AMMS untuk Transformasi Digital
Radiant Ruby Rampungkan Akuisisi 51 Persen Saham AMMS untuk Transformasi Digital

JAKARTA - Radiant Ruby Company Ltd. resmi menyelesaikan akuisisi 51% saham PT Agung Menjangan Mas Tbk. (AMMS). Direktur Radiant Ruby, Brian Limiardi, menyatakan transaksi selesai pada 24 Desember 2025 dengan jumlah saham 630.001.369 unit.

Saham tersebut diambil alih dari PT Mandara Mas Semesta sebanyak 599.563.869 unit dan 30.437.500 saham milik Hartono Limmantoro. Dengan akuisisi ini, Radiant Ruby menjadi pengendali AMMS dengan kepemilikan 51% dari total saham yang ditempatkan dan disetor.

Nilai Transaksi dan Mekanisme Akuisisi

Baca Juga

Strategi Buyback Saham BRPT 2026 Diprediksi Tingkatkan Kinerja dan Struktur Modal Perusahaan

Harga pengambilalihan per saham ditetapkan Rp30 sehingga total nilai transaksi mencapai Rp18,9 miliar. Langkah ini menandai Radiant Ruby sebagai investor strategis yang mengincar transformasi bisnis AMMS ke arah industri digital.

Selanjutnya, Radiant Ruby akan melaksanakan penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO) sesuai ketentuan POJK 9/2018. Pengumuman MTO akan dilakukan secara publik sebagai bagian dari prosedur kepatuhan dan transparansi.

Strategi Transformasi ke Industri Aset Keuangan Digital

Radiant Ruby menargetkan pertumbuhan eksponensial kinerja AMMS melalui pengembangan produk teknologi berbasis aset digital. Perusahaan akan mengeksplorasi digitalisasi aset, termasuk representasi aset melalui instrumen berbasis token sesuai regulasi yang berlaku.

Selain itu, AMMS akan menyelenggarakan program edukasi bisnis dan keuangan digital secara business to business. Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan pasar, mendukung calon investor, dan meningkatkan adopsi teknologi keuangan modern di Indonesia.

Profil dan Kinerja AMMS Sebelum Akuisisi

Sebelum diakuisisi, AMMS bergerak di sektor budidaya ikan dan real estat. Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 4 Agustus 2022 melalui IPO dengan dana yang dihimpun mencapai Rp24 miliar untuk modal kerja.

Hingga 30 Juni 2025, total aset AMMS mencapai Rp71,65 miliar, dengan total ekuitas Rp69,62 miliar dan liabilitas Rp2,02 miliar. Pendapatan semester I/2024 tercatat Rp7,35 miliar, sedangkan semester I/2025 menurun menjadi Rp4,7 miliar.

Dampak Akuisisi terhadap Prospek Bisnis

Akuisisi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas AMMS di sektor digital. Radiant Ruby berharap integrasi dan transformasi digital akan meningkatkan efisiensi, memperluas jaringan klien, serta membuka peluang pendanaan baru.

Sinergi ini juga diharapkan memposisikan AMMS sebagai pemain kunci di industri aset keuangan digital. Dengan pengendalian baru, Radiant Ruby dapat mengarahkan strategi pengembangan produk dan inovasi sesuai tren pasar global.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham Saratoga Investama Sedaya Hingga Rp2,47 Miliar

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham Saratoga Investama Sedaya Hingga Rp2,47 Miliar

Bangun Kosambi (CBDK) Siapkan Buyback Saham Rp250 Miliar Untuk Jaga Kepercayaan Investor

Bangun Kosambi (CBDK) Siapkan Buyback Saham Rp250 Miliar Untuk Jaga Kepercayaan Investor

Gozco Capital Tingkatkan Kepemilikan Saham Bank Neo Commerce Hingga Lebih Dari 10 Persen

Gozco Capital Tingkatkan Kepemilikan Saham Bank Neo Commerce Hingga Lebih Dari 10 Persen

PT Barito Renewables Energy (BREN) Siapkan Buyback Saham Rp2 Triliun Untuk Stabilkan Harga dan Struktur Modal

PT Barito Renewables Energy (BREN) Siapkan Buyback Saham Rp2 Triliun Untuk Stabilkan Harga dan Struktur Modal

Danantara Indonesia Siap Groundbreaking Pabrik Baja 3 Juta Ton Untuk Kurangi Ketergantungan Impor

Danantara Indonesia Siap Groundbreaking Pabrik Baja 3 Juta Ton Untuk Kurangi Ketergantungan Impor