Harga Minyak Dunia Alami Penurunan, Pasar Fokus pada Pasokan Internasional
- Kamis, 08 Januari 2026
JAKARTA - Harga minyak dunia kembali melemah seiring pasar mencermati perkembangan pasokan global.
Investor menyoroti kesepakatan Amerika Serikat (AS) untuk mengimpor minyak mentah dari Venezuela senilai sekitar USD 2 miliar. Langkah ini diprediksi meningkatkan pasokan minyak ke konsumen terbesar di dunia.
Harga minyak Brent turun sekitar 1,22% menjadi USD 59,96 per barel. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) melemah 2% menjadi USD 55,99 per barel. Penurunan ini terjadi karena pelaku pasar memproyeksikan kelebihan pasokan minyak sepanjang 2026.
Baca JugaStrategi Terbaru Pemerintah Perkuat Pendampingan UMK Menuju Wajib Halal 2026
Kesepakatan dengan Venezuela berpotensi mengubah alokasi kargo yang awalnya ditujukan ke China. Hal ini akan menambah pasokan minyak di pasar internasional. Para analis menilai langkah ini sebagai faktor utama pelemahan harga minyak hari ini.
Dampak Geopolitik Venezuela
Situasi geopolitik Venezuela memberikan tekanan tambahan terhadap pasar minyak. Presiden Venezuela sebelumnya ditangkap oleh pasukan AS, memicu tuduhan penculikan dan upaya pencurian cadangan minyak. Blokade ekspor minyak telah membatasi pengiriman jutaan barel sejak pertengahan Desember.
Trump menyebutkan AS akan menerima antara 30 hingga 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi. Meski volumenya relatif kecil dibandingkan Cadangan Minyak Strategis AS yang mencapai 413 juta barel, pasar tetap memperhatikan dampaknya. Analis menilai pasokan tambahan ini memengaruhi pergerakan harga jangka pendek.
Selain itu, AS berencana menyita kapal tanker terkait Venezuela setelah pengejaran selama dua minggu. Penyitaan ini dapat menimbulkan ketegangan geopolitik dengan negara lain. Investor memantau risiko ini sambil menyesuaikan strategi perdagangan minyak global.
Perubahan Stok Minyak AS
Data persediaan minyak mentah AS menunjukkan penurunan 3,8 juta barel menjadi 419,1 juta barel. Penurunan stok memberikan sedikit dukungan terhadap harga minyak. Namun kenaikan persediaan produk olahan seperti bensin dan distilat menimbulkan tekanan tambahan.
Stok bensin naik 7,7 juta barel dalam sepekan, jauh melebihi ekspektasi pasar. Sementara itu, stok diesel dan minyak pemanas meningkat 5,6 juta barel. Kondisi ini menunjukkan bahwa distribusi minyak mentah dan produk olahan berjalan berbeda, memengaruhi keseimbangan pasar.
Kombinasi penurunan stok minyak mentah dan kenaikan stok produk olahan menimbulkan ketidakpastian harga. Pelaku pasar terus memantau data mingguan untuk menyesuaikan strategi trading. Faktor ini juga menjadi bahan pertimbangan bagi produsen minyak global dalam menentukan produksi.
Proyeksi Pasar Minyak Surplus
Analis Morgan Stanley memperkirakan pasar minyak global bisa mengalami surplus hingga 3 juta barel per hari pada paruh pertama 2026. Prediksi ini didasari pertumbuhan permintaan yang lemah pada tahun sebelumnya. Selain itu, pasokan dari produsen OPEC dan non-OPEC meningkat secara signifikan.
BMI menambahkan, ekspor minyak Venezuela yang lebih tinggi dan harga murah dapat menekan perluasan kapasitas produksi di AS. Hal ini berpotensi menyeimbangkan kelebihan pasokan dari OPEC dan non-OPEC. Investor menilai kondisi ini bisa menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut.
Dengan tren surplus pasar, harga minyak kemungkinan akan tetap fluktuatif. Para pelaku pasar diharapkan waspada terhadap perubahan kebijakan dan pasokan global. Kondisi ini mencerminkan kompleksitas hubungan geopolitik dan ekonomi dalam perdagangan minyak dunia.
Strategi Investor dan Respons Pasar
Investor menyesuaikan strategi mereka untuk menghadapi harga minyak yang volatil. Pergerakan harga dipengaruhi oleh pernyataan pejabat, kesepakatan perdagangan, dan data stok. Respons pasar menunjukkan bahwa informasi geopolitik dan pasokan global tetap menjadi faktor dominan.
Kondisi ini menekankan pentingnya pemantauan terus-menerus terhadap dinamika pasar minyak. Para analis merekomendasikan diversifikasi dan antisipasi risiko geopolitik. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi dampak fluktuasi harga yang tajam pada portofolio investasi energi.
Kesimpulannya, pasar minyak dunia saat ini menghadapi tekanan dari surplus pasokan dan ketidakpastian geopolitik. Meskipun stok minyak mentah AS menurun, peningkatan produk olahan dan ekspor Venezuela tetap menjadi faktor penentu. Investor global terus mengamati pergerakan harga dan menyesuaikan strategi agar tetap stabil dalam menghadapi ketidakpastian pasar.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Revolusi Layanan BPJS Kesehatan Melalui Empat Inovasi Canggih Berbasis Kecerdasan Buatan
- Rabu, 04 Februari 2026
10 Tempat Makan 24 Jam di Bandung yang Wajib Dikunjungi Para Pecinta Kuliner Malam
- Rabu, 04 Februari 2026
12 Ide Kegiatan Sosial di Bulan Ramadhan yang Bisa Dilakukan Semua Orang
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Lonjakan Serapan Beras Nasional Awal 2026 Buka Peluang Ekspor dan Kestabilan Pangan
- Rabu, 04 Februari 2026
Proyeksi Harga Nikel 2026 Meningkat Tajam Akibat Pengetatan Produksi Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Panduan Lengkap Cara Bayar iCloud dengan Mudah dan Cepat
- 04 Februari 2026
3.
Cara Membuat Akun Telegram dengan Mudah plus Cara Login
- 04 Februari 2026













