Rabu, 04 Februari 2026

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Februari 2026: Penurunan Pertamax Hingga Dexlite di Seluruh Indonesia

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Februari 2026: Penurunan Pertamax Hingga Dexlite di Seluruh Indonesia
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Februari 2026: Penurunan Pertamax Hingga Dexlite di Seluruh Indonesia

JAKARTA - Tercatat penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina pada bulan Februari 2026. Hal ini menjadi kabar baik bagi konsumen yang rutin mengisi bahan bakar kendaraan.

Pertamina secara berkala menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti tren harga minyak mentah dunia. Penyesuaian ini berlaku di berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Penurunan Harga BBM Jenis Pertamax dan Turbo

Baca Juga

Strategi Terbaru Pemerintah Perkuat Pendampingan UMK Menuju Wajib Halal 2026

Di Jawa Barat, harga Pertamax mengalami penurunan dari Rp12.350 per liter menjadi Rp11.800 per liter. Sementara Pertamax Turbo turun dari Rp13.400 menjadi Rp12.700 per liter.

Produk Pertamax Green juga menyesuaikan harga, turun dari Rp13.150 menjadi Rp12.450 per liter. Koreksi harga ini menunjukkan komitmen Pertamina menyesuaikan BBM dengan kondisi pasar.

Koreksi Harga Diesel: Pertamina Dex dan Dexlite

Seri Dex juga mengalami penurunan, dengan Dexlite turun dari Rp13.500 ke Rp13.250 per liter. Sedangkan Pertamina Dex sedikit menurun dari Rp13.600 menjadi Rp13.500 per liter.

Penurunan ini menandakan upaya menyeimbangkan harga BBM jenis diesel dengan fluktuasi harga minyak dunia. Konsumen kendaraan berbahan bakar diesel bisa merasakan dampak langsung dari penyesuaian ini.

Daftar Harga BBM Pertamina Per Provinsi

Berikut daftar harga BBM Pertamina hari Rabu, 4 Februari 2026, untuk berbagai wilayah di Indonesia:

Aceh dan Free Trade Zone Sabang

Pertamax di Aceh dibanderol Rp12.100, sedangkan Pertamax Turbo Rp13.000. Dexlite tercatat Rp12.350 dan Pertamina Dex Rp13.800, sementara Pertalite Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800.

Di FTZ Sabang, Pertamax Rp11.100, Dexlite Rp12.350, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Penurunan harga di wilayah ini sejalan dengan tren nasional.

Sumatera: Sumatera Utara hingga Lampung

Di Sumatera Utara, harga Pertamax Rp13.000, Pertamax Turbo Rp12.100, Pertamina Dex Rp13.800, dan Dexlite Rp13.550. Pertalite tetap Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800.

Provinsi Sumatera Barat dan Riau memiliki harga Pertamax Rp12.400, Turbo Rp13.250, Pertamina Dex Rp14.100, Dexlite Rp13.850, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan mencatat harga yang sama untuk BBM non-subsidi dan subsidi.

Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara: Harga Stabil dan Penurunan Signifikan

Di DKI Jakarta, harga Pertamax Rp11.800, Turbo Rp12.700, Pertamax Green Rp12.450, Pertamina Dex Rp13.500, Dexlite Rp13.250, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800.

Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur menyesuaikan harga sama dengan Jakarta. Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat mengikuti tren serupa, sedangkan Nusa Tenggara Timur mencatat harga Pertamax Rp12.100, Turbo Rp13.000, Pertamina Dex Rp13.800, dan Dexlite Rp13.550.

Kalimantan dan Sulawesi: Penurunan Harga BBM Terus Berlanjut

Provinsi Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan Utara mencatat harga Pertamax antara Rp12.100–Rp12.400 per liter. Harga Pertamina Dex berada di kisaran Rp13.800–Rp14.100, sedangkan Dexlite Rp13.800–Rp13.850.

Sulawesi Utara, Gorontalo, Tengah, Tenggara, Selatan, dan Barat memiliki harga BBM seragam, dengan Pertamax Rp12.100, Turbo Rp13.000, Pertamina Dex Rp13.800, Dexlite Rp13.800, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800.

Maluku dan Papua: Harga BBM Beragam, Penurunan Tetap Terjadi

Di Maluku, Pertamax Rp12.650, Dexlite Rp13.550, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Maluku Utara dan Papua mencatat harga yang relatif stabil, dengan variasi kecil pada Pertamax dan Pertamina Dex.

Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan memiliki harga Dexlite Rp13.550, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Penyesuaian harga ini tetap konsisten dengan tren nasional yang menurun.

Penurunan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Turbo, Green, dan Dex menunjukkan respons Pertamina terhadap harga minyak mentah global. Hal ini berdampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan BBM untuk transportasi dan aktivitas sehari-hari.

Dengan perubahan harga ini, konsumen di seluruh Indonesia dapat menyesuaikan pengeluaran bahan bakar mereka. Penurunan harga ini juga diharapkan memberikan efek jangka panjang pada stabilitas ekonomi lokal.

Selain itu, penyesuaian harga dilakukan secara merata di seluruh provinsi, termasuk wilayah Free Trade Zone seperti Sabang dan Batam. Penurunan harga BBM ini menjadi kabar baik di awal Februari 2026 bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo mengalami koreksi signifikan di sebagian besar wilayah. Penurunan harga Pertamina Dex dan Dexlite juga mengikuti tren yang sama.

Sementara Pertalite dan Biosolar tetap stabil, memberikan konsistensi bagi konsumen yang menggunakan BBM subsidi. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Pertamina menjaga keseimbangan harga BBM subsidi dan non-subsidi.

Secara keseluruhan, penurunan harga BBM Pertamina per Februari 2026 memberikan dampak nyata bagi pengguna kendaraan. Penyesuaian ini menunjukkan respons cepat Pertamina terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan kebutuhan konsumen domestik.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Lonjakan Serapan Beras Nasional Awal 2026 Buka Peluang Ekspor dan Kestabilan Pangan

Lonjakan Serapan Beras Nasional Awal 2026 Buka Peluang Ekspor dan Kestabilan Pangan

Pemerintah Mempertahankan Tarif Listrik Triwulan I Tahun 2026 Untuk Semua Golongan Non-Subsidi

Pemerintah Mempertahankan Tarif Listrik Triwulan I Tahun 2026 Untuk Semua Golongan Non-Subsidi

Harga Batu Bara Acuan Februari 2026 Naik, Pemerintah Tegaskan Strategi Produksi Berkelanjutan

Harga Batu Bara Acuan Februari 2026 Naik, Pemerintah Tegaskan Strategi Produksi Berkelanjutan

Proyeksi Harga Nikel 2026 Meningkat Tajam Akibat Pengetatan Produksi Indonesia

Proyeksi Harga Nikel 2026 Meningkat Tajam Akibat Pengetatan Produksi Indonesia

Harga Tembaga Naik Tajam Karena Kekhawatiran Pasokan dan Lonjakan Permintaan Global

Harga Tembaga Naik Tajam Karena Kekhawatiran Pasokan dan Lonjakan Permintaan Global