Rabu, 04 Februari 2026

Harga TBS Sawit Sumsel Naik Signifikan Akibat Tren Kenaikan CPO dan Inti Sawit

Harga TBS Sawit Sumsel Naik Signifikan Akibat Tren Kenaikan CPO dan Inti Sawit
Harga TBS Sawit Sumsel Naik Signifikan Akibat Tren Kenaikan CPO dan Inti Sawit

JAKARTA - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatra Selatan (Sumsel) periode II Januari 2026 menunjukkan tren kenaikan signifikan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit yang memengaruhi pendapatan pekebun lokal secara langsung.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (PPH) Dinas Perkebunan Sumsel, Mukpakanisin, menyebutkan harga TBS untuk tanaman usia 10-20 tahun ditetapkan Rp3.451 per kilogram (kg). “Harga ini naik Rp61,09 per kg dibanding periode I Januari 2026 yang berada di angka Rp3.390,24 per kg,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Kenaikan Harga di Seluruh Kelompok Umur Tanaman

Baca Juga

Strategi Terbaru Pemerintah Perkuat Pendampingan UMK Menuju Wajib Halal 2026

Kenaikan tidak hanya terjadi pada tanaman produktif dewasa, tetapi juga terlihat pada TBS usia muda. Harga TBS umur 3 tahun periode II Januari tercatat Rp2.908,55 per kg, meningkat dari sebelumnya Rp2.860,13 per kg.

Mukpakanisin menjelaskan faktor utama peningkatan harga adalah harga rata-rata CPO yang naik dari Rp13.877,17 per kg pada periode I menjadi Rp14.038,97 per kg periode II Januari 2026. Selain itu, harga inti sawit ikut meningkat dari Rp10.725,35 per kg menjadi Rp11.267,98 per kg.

Penetapan Harga dan Masa Berlaku

Penetapan harga TBS periode II Januari berlaku mulai 20 Januari 2026 hingga periode berikutnya, 10 Februari 2026. Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian bagi pekebun dalam perencanaan panen dan pemasaran hasil produksi.

Indeks K untuk periode ini tetap 92,53%, sedangkan nilai cangkang tercatat Rp18,16 per kg. Data ini menjadi acuan penting bagi industri pengolahan CPO dan perdagangan TBS di tingkat lokal maupun nasional.

Daftar Harga TBS Berdasarkan Umur Tanaman

Berikut rincian harga TBS Sawit di Sumsel periode II Januari 2026 per kilogram:

Umur 3 tahun: Rp2.908,55

Umur 4 tahun: Rp2.999,27

Umur 5 tahun: Rp3.134,31

Umur 6 tahun: Rp3.171,87

Umur 7 tahun: Rp3.171,29

Umur 8 tahun: Rp3.277,32

Umur 9 tahun: Rp3.338,54

Umur 10–20 tahun: Rp3.451,33

Umur 21 tahun: Rp3.440,21

Umur 22 tahun: Rp3.445,50

Umur 23 tahun: Rp3.421,08

Umur 24 tahun: Rp3.322,63

Umur 25 tahun: Rp3.332,83

Kenaikan ini mencerminkan strategi pasar pekebun untuk menyesuaikan harga TBS dengan fluktuasi harga CPO dan inti sawit. Langkah ini diharapkan mendorong stabilitas pendapatan pekebun sekaligus menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit lokal.

Dampak Kenaikan terhadap Pekebun dan Industri

Kenaikan harga TBS mendorong optimisme di kalangan pekebun di Sumsel. Mereka dapat menyesuaikan jadwal panen dan distribusi untuk memaksimalkan pendapatan, terutama bagi pekebun skala kecil hingga menengah.

Di sisi industri, peningkatan harga TBS berdampak pada biaya bahan baku CPO bagi pengolah dan pabrik minyak sawit. Namun, tren ini juga memberi insentif bagi pengelola kebun untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas buah sawit.

Kenaikan harga TBS Sumsel mengikuti pola kenaikan harga CPO global. Hal ini menunjukkan hubungan yang erat antara pasar internasional dan harga bahan baku di tingkat lokal.

Selain itu, fluktuasi harga inti sawit turut memengaruhi keputusan penetapan harga TBS. Harga inti yang naik mendorong nilai jual buah sawit secara keseluruhan sehingga memengaruhi margin pekebun.

Prospek Pasar TBS dan CPO ke Depan

Dengan kenaikan harga periode II Januari 2026, pekebun diharapkan lebih siap menghadapi volatilitas pasar. Penetapan harga berkala memberikan kepastian bagi pengambilan keputusan panen dan distribusi hasil produksi ke pabrik.

Indeks K tetap menjadi indikator kualitas buah sawit yang dijadikan acuan bagi pedagang dan pabrik. Pengelolaan harga dan kualitas secara simultan diperkirakan dapat meningkatkan daya saing TBS Sumsel di pasar regional dan nasional.

Perkembangan harga ini menjadi sinyal positif bagi industri sawit Sumsel yang menjadi salah satu penghasil TBS terbesar di Indonesia. Peningkatan harga diharapkan mendorong produktivitas, sekaligus memberi kontribusi terhadap ekonomi lokal melalui peningkatan pendapatan pekebun.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Lonjakan Serapan Beras Nasional Awal 2026 Buka Peluang Ekspor dan Kestabilan Pangan

Lonjakan Serapan Beras Nasional Awal 2026 Buka Peluang Ekspor dan Kestabilan Pangan

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Februari 2026: Penurunan Pertamax Hingga Dexlite di Seluruh Indonesia

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Februari 2026: Penurunan Pertamax Hingga Dexlite di Seluruh Indonesia

Pemerintah Mempertahankan Tarif Listrik Triwulan I Tahun 2026 Untuk Semua Golongan Non-Subsidi

Pemerintah Mempertahankan Tarif Listrik Triwulan I Tahun 2026 Untuk Semua Golongan Non-Subsidi

Harga Batu Bara Acuan Februari 2026 Naik, Pemerintah Tegaskan Strategi Produksi Berkelanjutan

Harga Batu Bara Acuan Februari 2026 Naik, Pemerintah Tegaskan Strategi Produksi Berkelanjutan

Proyeksi Harga Nikel 2026 Meningkat Tajam Akibat Pengetatan Produksi Indonesia

Proyeksi Harga Nikel 2026 Meningkat Tajam Akibat Pengetatan Produksi Indonesia