Harga Minyak Sawit Menguat Signifikan Didorong Permintaan Musiman Tinggi
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Harga minyak sawit mentah atau CPO menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan terakhir. Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek permintaan dalam waktu dekat.
Pada perdagangan sebelumnya, kontrak CPO untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup pada MYR 4.154 per ton. Angka ini naik 1,4 persen dibandingkan sesi sebelumnya dan menjadi level tertinggi sejak awal Desember, sekitar tujuh pekan terakhir.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga
Baca JugaStrategi Terbaru Pemerintah Perkuat Pendampingan UMK Menuju Wajib Halal 2026
Pergerakan harga didorong oleh kombinasi ekspektasi permintaan yang meningkat dan penurunan produksi musiman. Kedua faktor ini menciptakan sentimen positif di pasar CPO yang membuat harga melonjak.
Penurunan produksi awal tahun biasanya dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan siklus panen. Volume hasil perkebunan yang lebih rendah membuat pasokan terbatas dan pasar menjadi lebih sensitif terhadap perubahan permintaan.
Prospek Produksi dan Stabilitas Harga
Otoritas industri memperkirakan harga CPO masih berpeluang bertahan di level tinggi dalam waktu dekat. Harga diperkirakan berada di kisaran MYR 4.000 hingga MYR 4.300 per ton pada bulan berikutnya.
Stabilitas harga didukung oleh pasokan yang terbatas dan momentum konsumsi yang meningkat. Situasi ini menciptakan ruang bagi harga untuk tetap solid dalam jangka pendek.
Dorongan Permintaan Musiman
Permintaan CPO diperkirakan meningkat menjelang Ramadan dan Tahun Baru Imlek. Momentum konsumsi yang tinggi ini mendorong ekspektasi kenaikan kebutuhan minyak sawit secara signifikan.
Proyeksi ekspor produk minyak sawit Malaysia menunjukkan potensi peningkatan 8,64 hingga 11,4 persen pada periode awal Januari. Kenaikan ekspor ini menjadi sinyal positif yang memperkuat harga di pasar global.
Analisis Teknikal dan Tren Harga
Dari sisi teknikal, harga CPO masih berada di zona bullish dengan RSI 14 hari di level 56. Posisi RSI di atas 50 menunjukkan tren penguatan masih berlangsung.
Namun Stochastic RSI 14 hari sudah mencapai level 100, menandakan pasar berada di area overbought. Kondisi ini meningkatkan potensi koreksi harga dalam jangka pendek sehingga pelaku pasar perlu waspada.
Level Support dan Resisten
Harga CPO berpotensi mengalami tekanan turun pada perdagangan berikutnya. Level pivot point berada di MYR 4.084 per ton sebagai acuan awal pergerakan harian.
Support terdekat berada di MYR 4.062 per ton, berdekatan dengan rata-rata pergerakan lima hari (MA-5). Level support berikutnya ada di MA-10 pada kisaran MYR 4.048 per ton, sedangkan target penurunan terjauh mencapai MYR 3.985 per ton.
Jika harga kembali menguat, resisten terdekat berada di kisaran MYR 4.156 hingga MYR 4.159 per ton. Area resisten lanjutan dapat dicapai pada MYR 4.198 hingga MYR 4.203 per ton, menjadi titik penting untuk memantau tren selanjutnya.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Revolusi Layanan BPJS Kesehatan Melalui Empat Inovasi Canggih Berbasis Kecerdasan Buatan
- Rabu, 04 Februari 2026
10 Tempat Makan 24 Jam di Bandung yang Wajib Dikunjungi Para Pecinta Kuliner Malam
- Rabu, 04 Februari 2026
12 Ide Kegiatan Sosial di Bulan Ramadhan yang Bisa Dilakukan Semua Orang
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Lonjakan Serapan Beras Nasional Awal 2026 Buka Peluang Ekspor dan Kestabilan Pangan
- Rabu, 04 Februari 2026
Proyeksi Harga Nikel 2026 Meningkat Tajam Akibat Pengetatan Produksi Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Panduan Lengkap Cara Bayar iCloud dengan Mudah dan Cepat
- 04 Februari 2026
3.
Cara Membuat Akun Telegram dengan Mudah plus Cara Login
- 04 Februari 2026













