JAKARTA - Pemerintah resmi menambah kuota pembiayaan KPR FLPP di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI untuk tahun 2026. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa kuota baru ditetapkan sebanyak 60.000 unit, naik 100% dari tahun lalu yang sebesar 30.000 unit.
Hery menyebutkan, pada tahun 2025 BRI berhasil menyalurkan sekitar 36.000 unit KPR FLPP, melebihi kuota awal. Dengan mandat baru ini, BRI menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan secara optimal melalui 7.500 kantor cabang di seluruh Indonesia.
Optimisme BRI dalam Menyalurkan KPR Subsidi
Baca Juga
Meski target tahun ini meningkat drastis, Hery yakin BRI mampu menjalankan penugasan pemerintah dengan baik. Dukungan jaringan distribusi yang luas menjadi modal utama untuk mencapai target pembiayaan KPR FLPP yang ditetapkan.
Sejauh ini, BRI sudah menunjukkan kapasitas tinggi dalam menyalurkan KPR subsidi. Hingga akhir Desember 2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan rumah bersubsidi kepada lebih dari 118.000 debitur di seluruh Indonesia.
Realisasi Pembiayaan KPR Subsidi 2025
Total pembiayaan KPR subsidi yang disalurkan BRI mencapai lebih dari Rp16 triliun sepanjang 2025. Rinciannya meliputi KPR Sejahtera FLPP senilai Rp15,74 triliun, KPR Tapera Rp321,23 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga Rp94,03 miliar, dan BP2BT sebesar Rp9,06 miliar.
Penyaluran pembiayaan ini menunjukkan peran strategis BRI dalam mendorong kepemilikan rumah bersubsidi bagi masyarakat. Program KPR FLPP menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mewujudkan hunian terjangkau secara merata di berbagai daerah.
Peran Strategis Jaringan BRI
Kemampuan BRI menyalurkan KPR FLPP didukung oleh 7.500 kantor cabang dan jaringan operasional yang luas. Hal ini memungkinkan BRI untuk menjangkau debitur di pelosok wilayah dan memastikan distribusi pembiayaan tepat sasaran.
Hery menegaskan, BRI siap mendukung program pemerintah dan membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap rumah layak huni. Mandat penyaluran KPR FLPP 60.000 unit tahun ini menjadi peluang untuk memperkuat kontribusi bank terhadap pembangunan perumahan nasional.
Target dan Harapan 2026
Dengan kuota baru 60.000 unit, BRI berharap dapat mencapai target pembiayaan lebih optimal dibandingkan tahun lalu. Hery mengungkapkan bahwa Menteri terkait telah menambahkan target KPR FLPP tahun ini sehingga meningkat 100% dari kuota semula.
Kapasitas distribusi dan pengalaman BRI dalam menyalurkan pembiayaan rumah subsidi menjadi kunci keberhasilan program ini. Bank juga berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan dan proses pembiayaan agar sesuai ketentuan pemerintah dan kebutuhan debitur.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Program KPR FLPP yang didukung BRI diharapkan membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki hunian layak. Dengan meningkatnya kuota, lebih banyak keluarga di berbagai wilayah Indonesia dapat merasakan manfaat pembiayaan bersubsidi.
Selain itu, pencapaian target pembiayaan KPR FLPP juga berdampak pada percepatan pembangunan rumah dan sektor properti. Program ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan rumah yang terjangkau.
Hery menegaskan bahwa BRI akan memaksimalkan penyaluran KPR FLPP dengan tetap memperhatikan kehati-hatian dan efisiensi. Bank menyiapkan strategi distribusi yang matang agar target 60.000 unit dapat tercapai secara optimal.
Secara kumulatif, BRI menjadi salah satu bank penyalur KPR FLPP terbesar di Indonesia. Keberhasilan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam mendukung kebijakan pemerintah sekaligus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program KPR FLPP di BRI juga selaras dengan upaya pemerintah dalam menekan backlog rumah nasional. Dengan tambahan kuota, BRI dapat memperluas jangkauan dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pemenuhan kebutuhan hunian bagi rakyat.
Mandat tambahan ini menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan BRI dalam menyalurkan pembiayaan secara efisien dan tepat sasaran. Bank akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat sistem monitoring agar program berjalan lancar.
Dengan target baru yang ambisius, BRI optimistis dapat memenuhi mandat pemerintah dan memperkuat kontribusinya dalam pembangunan perumahan nasional. Komitmen ini sekaligus menunjukkan peran strategis BRI sebagai bank yang mendukung kesejahteraan masyarakat melalui akses rumah bersubsidi.
Hery menutup konferensi pers dengan optimisme bahwa BRI mampu menyalurkan seluruh kuota KPR FLPP tahun ini. Peningkatan kuota menjadi 60.000 unit merupakan langkah nyata pemerintah dan BRI dalam memperluas kesempatan masyarakat memiliki rumah layak dan terjangkau.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
MIND ID dan IBC Optimalkan Nikel Indonesia Sebagai Pilar Utama Industri Baterai Global 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Cek Simulasi KUR BRI 2026 untuk Modal Usaha Ramadhan dengan Pinjaman Ringan
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
BNI Raih Laba Rp20 Triliun 2025 dan Perkuat Peran Strategis dalam Pembangunan Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Nasabah BCA Wajib Tahu Aturan Saldo Minimum Terbaru 2026 Agar Rekening Tidak Terblokir
- Kamis, 05 Februari 2026
Bank Mandiri Tingkatkan Dampak Sosial dan Lingkungan dengan 1.174 Program TJSL 2025
- Kamis, 05 Februari 2026
BEI Menguatkan Langkah Strategis Setelah Pertemuan dengan MSCI untuk Pasar Modal Indonesia
- Kamis, 05 Februari 2026













