PT Rukun Raharja Siapkan Strategi Buyback Saham Sebesar Rp250 Miliar Akibat Volatilitas Pasar
- Jumat, 30 Januari 2026
JAKARTA - PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) bergerak cepat menyiapkan pembelian kembali saham atau buyback untuk menstabilkan harga di tengah gejolak pasar. Langkah ini diambil setelah saham perseroan mengalami tekanan signifikan pasca pengumuman MSCI.
Manajemen RAJA menyatakan pembelian kembali saham akan dilakukan pada kondisi pasar yang fluktuatif secara signifikan. Keputusan ini juga bertujuan memberikan sinyal positif kepada investor mengenai fundamental perusahaan.
Tekanan Saham RAJA di Bursa Efek Indonesia
Baca JugaPanduan Jadwal KA Bandara YIA Xpress Rabu Perjalanan Langsung Tanpa Transit
Dalam dua hari terakhir, saham RAJA tercatat anjlok hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB). Pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, saham RAJA jatuh 15% ke level Rp4.590 dan kemudian turun 14,81% menjadi Rp3.910 per saham hingga pukul 10.25 WIB.
Penurunan tajam ini mendorong manajemen untuk mengambil langkah proaktif berupa buyback. Hal ini diharapkan dapat menahan gejolak harga dan memberikan kepercayaan kepada pemegang saham di tengah pasar yang volatile.
Saham RAJA yang berada di level ARB menunjukkan tingginya tekanan jual dalam waktu singkat. Investor menilai buyback menjadi mekanisme efektif untuk mengurangi volatilitas sementara dan mendukung harga pasar.
Rincian Buyback dan Strategi Perusahaan
Perseroan mengalokasikan dana buyback maksimal sebesar Rp250 miliar yang bersumber dari kas internal. Manajemen menegaskan bahwa dana tersebut berasal dari surplus kas yang tidak mengganggu operasional perusahaan sehari-hari.
Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari total modal ditempatkan. Sementara itu, perseroan memastikan jumlah saham yang beredar tetap di atas minimal 7,5%, sesuai ketentuan yang berlaku di Bursa Efek Indonesia.
Langkah buyback juga merupakan bentuk perlindungan nilai bagi pemegang saham yang terdampak tekanan pasar. RAJA berharap aksi ini mampu memulihkan kepercayaan investor serta memberikan stabilitas harga saham jangka menengah.
Pembelian kembali saham dapat menekan jumlah saham yang beredar di pasar, sehingga secara otomatis meningkatkan rasio kepemilikan investor eksisting. Efek ini bisa memberikan dampak positif terhadap harga saham apabila permintaan kembali meningkat.
Selain itu, buyback juga menjadi sinyal manajemen bahwa perusahaan memiliki fundamental kuat dan likuiditas memadai. Investor kerap menilai buyback sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap nilai pemegang saham.
Manajemen RAJA menekankan bahwa aksi ini bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan kondisi pasar. Strategi buyback dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan gejolak tambahan pada harga saham.
Dalam laporan resmi, manajemen menyebut buyback menjadi salah satu alat untuk menahan volatilitas ekstrem di tengah sentimen pasar global. Saham RAJA yang sebelumnya mengalami tekanan akibat pengumuman MSCI diharapkan kembali stabil setelah aksi ini.
Investor menyambut baik rencana buyback karena dapat meningkatkan keyakinan terhadap prospek perusahaan. Perusahaan minyak dan gas ini menunjukkan kesiapan menghadapi fluktuasi pasar dengan langkah strategis yang jelas.
Langkah ini juga sejalan dengan praktik umum perusahaan publik di Indonesia untuk menjaga likuiditas dan nilai pasar. Buyback dianggap sebagai mekanisme efektif untuk memanfaatkan dana internal tanpa mengganggu operasional harian.
Kondisi pasar yang tidak menentu menjadikan buyback sebagai pilihan utama bagi RAJA untuk menstabilkan saham. Aksi ini juga menjadi bentuk perlindungan terhadap nilai investasi pemegang saham di tengah volatilitas tinggi.
Seiring pelaksanaan buyback, manajemen akan terus memantau pergerakan pasar. Fleksibilitas dan kesiapan menyesuaikan strategi menjadi kunci agar tujuan stabilisasi harga saham tercapai secara efektif.
Di sisi lain, investor juga menilai langkah buyback sebagai tanda perusahaan menghargai saham dan berkomitmen terhadap pemegang saham jangka panjang. RAJA menunjukkan kemampuan menggunakan surplus kas secara strategis untuk mendukung stabilitas pasar.
Kesimpulannya, buyback saham RAJA senilai Rp250 miliar menjadi strategi penting di tengah gejolak pasar yang dipicu pengumuman MSCI. Manajemen menekankan bahwa langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, melindungi pemegang saham, dan menunjukkan fundamental perusahaan tetap kuat.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Peran Praja IPDN dan ASN Kemendagri dalam Pemulihan Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang
- Rabu, 04 Februari 2026
Wamenkominfo Dorong Platform Digital Terapkan Sistem Deteksi Usia Anak Berbasis Perilaku
- Rabu, 04 Februari 2026
Presiden Prabowo Resmi Tetapkan Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026 di Seluruh Indonesia
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Update Jadwal KM Labobar Februari-Maret 2026 Panduan Lengkap Rute Dan Keberangkatan
- Rabu, 04 Februari 2026
PELNI Cabang Bitung Pastikan Konektivitas Maluku Dan Papua Aman Selama Februari
- Rabu, 04 Februari 2026
PLN Sukses Energize GISTET 500 kV Paiton Perkuat Sistem Kelistrikan Nasional
- Rabu, 04 Februari 2026
PLN DIY Lakukan Pemeliharaan Jaringan Distribusi Listrik Rabu 4 Februari 2026
- Rabu, 04 Februari 2026
Pemkab Aceh Barat Kawal Percepatan Pembangunan Jalan Hauling Tambang Batubara Permanen
- Rabu, 04 Februari 2026












