Kamis, 05 Februari 2026

Pentingnya Penerapan Budaya K3 dan Norma Ketenagakerjaan Demi Perlindungan Pekerja

Pentingnya Penerapan Budaya K3 dan Norma Ketenagakerjaan Demi Perlindungan Pekerja
Pentingnya Penerapan Budaya K3 dan Norma Ketenagakerjaan Demi Perlindungan Pekerja

JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya perusahaan konsisten melaksanakan kepatuhan norma ketenagakerjaan. Menurutnya, kepatuhan ini menjadi perlindungan nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan pekerja.

"Kepatuhan norma ketenagakerjaan ini sangat penting karena langsung berdampak pada perlindungan dan keselamatan pekerja," kata Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Ruang Lingkup Kepatuhan Perusahaan

Baca Juga

Pemerintah Tuntaskan Keadilan Transmigran dengan Penerbitan Ribuan Sertifikat Hak Milik

Kepatuhan perusahaan mencakup kejelasan hubungan kerja dan pembayaran upah sesuai ketentuan upah minimum yang berlaku. Hal ini juga termasuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan bagi seluruh pekerja.

Selain itu, perusahaan wajib menerapkan waktu kerja dan waktu istirahat yang sesuai, hak cuti bagi pekerja, serta standar keselamatan dan kesehatan kerja atau K3. Semua ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan terjamin kesehatannya.

Budaya K3 sebagai Pilar Pekerjaan Layak

Dalam momentum Bulan K3 Nasional, Wamenaker menegaskan bahwa regulasi saja tidak cukup. Peningkatan pemahaman dan kesadaran seluruh pihak terhadap norma serta budaya K3 menjadi kunci pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul.

"Penerapan budaya K3 yang baik dapat melindungi pekerja dari risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, sehingga mendorong terwujudnya pekerjaan layak," ujar Ferry, sapaan akrab Wamenaker.

Kriteria Pekerjaan Layak untuk Semua Pekerja

Pekerjaan layak setidaknya harus tersedia bagi seluruh penduduk usia produktif tanpa diskriminasi. Selain itu, pekerjaan tersebut harus memberikan perlindungan sosial bagi pekerja dan menjamin tersalurnya aspirasi melalui dialog sosial yang berlandaskan kemanusiaan.

Dengan memenuhi ketiga kondisi ini, diharapkan kualitas kehidupan pekerja meningkat. Hal ini juga menjadi indikator keberhasilan penerapan norma ketenagakerjaan dan budaya K3 di berbagai perusahaan.

Tanggung Jawab Bersama Pemangku Kepentingan

Pelaksanaan K3 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban semua pemangku kepentingan. Konsistensi dan keberlanjutan dalam membudayakan K3 memungkinkan terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan layak bagi semua pekerja.

Menurut Wamenaker, pembudayaan K3 secara konsisten juga mendorong peningkatan produktivitas. Lingkungan kerja yang aman dan sehat secara langsung berkontribusi pada keberlanjutan perusahaan dan kesejahteraan pekerja.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi Pemerintah Memperkuat Ketersediaan Minyak Goreng Terjangkau Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026

Strategi Pemerintah Memperkuat Ketersediaan Minyak Goreng Terjangkau Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026

Industri Manufaktur Indonesia Catat Pertumbuhan Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 Pada 2025

Industri Manufaktur Indonesia Catat Pertumbuhan Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 Pada 2025

Kementerian UMKM Dorong Usaha Rakyat Terlibat Langsung di Sektor Pertambangan

Kementerian UMKM Dorong Usaha Rakyat Terlibat Langsung di Sektor Pertambangan

Kemendag Fokus Perkuat Produk Lokal dan UMKM Agar Tembus Pasar Global

Kemendag Fokus Perkuat Produk Lokal dan UMKM Agar Tembus Pasar Global

Realisasi Anggaran 2025 Kementerian PU Capai 95 Persen, Infrastruktur Indonesia Siap Dukung Indonesia Maju 2045

Realisasi Anggaran 2025 Kementerian PU Capai 95 Persen, Infrastruktur Indonesia Siap Dukung Indonesia Maju 2045