Pemerintah Fokus Perbaikan Jalan dan Jembatan Rusak Aceh Demi Kesejahteraan Petani Kopi
- Selasa, 10 Maret 2026
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, menegaskan perbaikan jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir dan longsor di Aceh menjadi prioritas. Pernyataan ini disampaikan saat meninjau kondisi infrastruktur di Bener Meriah, Aceh, pada Senin, 9 Maret 2026.
Dody menegaskan langkah ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar infrastruktur yang diperbaiki lebih kuat dan tahan bencana. Percepatan pemulihan jalan dan jembatan dianggap krusial untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Skala Kerusakan dan Bantuan Pemerintah
Baca JugaDanantara Siapkan Pendanaan Belasan Triliun untuk Proyek Hunian Subsidi Meikarta
Data pemerintah menunjukkan kerusakan mencapai 154 jembatan dan 184 ruas jalan di Bener Meriah. Kondisi ini mencakup jalan nasional, provinsi, dan kabupaten yang sebagian sudah mulai diperbaiki.
Pemerintah pusat memastikan bantuan mencakup seluruh infrastruktur terdampak, tidak hanya jalan nasional. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 untuk mempercepat pembangunan jalan daerah.
Peran Infrastruktur terhadap Aktivitas Ekonomi
Dody menekankan bahwa jalan dan jembatan merupakan akses vital bagi masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian. Pemulihan infrastruktur diharapkan mendorong mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat lebih cepat pulih.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menyebut infrastruktur yang baik menjadi jalur utama distribusi kopi arabika. Kerusakan jalan dapat mengurangi pendapatan petani hingga Rp500 miliar per tahun akibat turunnya harga jual kopi ceri.
Dampak Ekonomi pada Produksi Kopi Arabika
Saat akses jalan baik, harga kopi ceri dapat mencapai Rp25.000 per kilogram. Namun, ketika jalan rusak, harga turun menjadi sekitar Rp22.000 per kilogram sehingga memengaruhi pendapatan masyarakat.
Selain itu, hanya 17 persen kopi ceri yang diolah menjadi green bean siap ekspor. Produksi kopi arabika sebagian besar diekspor, sehingga kondisi jalan juga memengaruhi kontribusi devisa negara dari sektor perkebunan.
Strategi Pemulihan dan Harapan Masyarakat
Pemerintah pusat menyiapkan dasar hukum jelas melalui Inpres untuk mendukung pembangunan jalan provinsi dan kabupaten. Dengan adanya dukungan ini, percepatan perbaikan dapat dilaksanakan secara sistematis dan terarah.
Tagore menilai perhatian pemerintah masih sangat diperlukan agar perbaikan jalan provinsi dan kabupaten segera rampung. Infrastruktur yang baik diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan petani kopi sekaligus menjaga kelancaran distribusi komoditas unggulan Bener Meriah.
Dody menambahkan pembangunan kembali infrastruktur bertujuan memulihkan aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan konektivitas daerah. Pemulihan jalan dan jembatan pascabencana menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam mendukung pertumbuhan lokal dan nasional.
Pemerintah berharap program perbaikan dapat mendorong peningkatan produksi kopi arabika dan memperkuat ekonomi masyarakat. Ketersediaan jalan yang baik juga memperlancar ekspor, sehingga berkontribusi pada devisa negara.
Melalui langkah ini, masyarakat diharapkan semakin merasakan manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur. Aktivitas pertanian yang lancar, harga stabil, dan akses yang mudah menjadi indikator keberhasilan program pemulihan jalan dan jembatan di Aceh.
Nathasya Zallianty
wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
DPR dan Pemerintah Bersinergi Lindungi Anak dari Dampak Negatif Media Sosial
- Selasa, 10 Maret 2026
Harga Buyback Emas Antam Melonjak Hari Ini 10 Maret 2026 Tembus Rp2,802 Juta per Gram
- Selasa, 10 Maret 2026
Berita Lainnya
Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik PLN Bikin Rumah Lebih Nyaman Selama Ramadan
- Selasa, 10 Maret 2026
PGEO Fokus Perluas Kapasitas Panas Bumi Meski Laba Bersih Turun Signifikan
- Selasa, 10 Maret 2026
Update Terbaru Harga Pangan Nasional: Cabai dan Daging Masih Jadi Sorotan Masyarakat
- Selasa, 10 Maret 2026












