Selasa, 10 Maret 2026

PGN Alokasikan Capex Triliunan Rupiah untuk Penguatan Infrastruktur Gas dan Energi Transisi 2026

PGN Alokasikan Capex Triliunan Rupiah untuk Penguatan Infrastruktur Gas dan Energi Transisi 2026
PGN Alokasikan Capex Triliunan Rupiah untuk Penguatan Infrastruktur Gas dan Energi Transisi 2026

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Sub Holding Gas Pertamina menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 353 juta pada tahun 2026. Jumlah tersebut setara dengan Rp 5,98 triliun dengan asumsi kurs US$ 1 = Rp16.936, meningkat sekitar 14% dibandingkan capex tahun 2025.

Alokasi capex ini ditujukan untuk memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi dan mendukung ketahanan energi nasional. Selain itu, strategi ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran gas bumi sebagai energi transisi bagi masyarakat dan industri.

Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menyatakan bahwa fokus perusahaan pada 2026 adalah pertumbuhan yang terintegrasi, kredibel, dan berkelanjutan. Semua langkah strategi disesuaikan dengan disiplin keuangan serta penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di seluruh lini operasi.

Baca Juga

Perkuat Tata Kelola, ADHI Karya Jalin Kerja Sama Hukum dengan Kejati Jawa Tengah

“Arah strategis PGN pada tahun 2026 difokuskan pada penguatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, serta ekspansi bisnis bernilai tambah secara selektif. Seluruhnya diimbangi dengan strategi keuangan yang disiplin serta komitmen penuh terhadap penerapan aspek HSSE di setiap lini,” ujar Arief, dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Maret 2026.

Pengembangan Infrastruktur Transmisi dan Distribusi

PGN mengalokasikan capex sebesar US$ 219 juta khusus untuk pengembangan infrastruktur transmisi dan distribusi gas bumi. Program ini mencakup pipeline serta beyond pipeline, termasuk Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG), agar energi lebih dekat dan andal bagi masyarakat dan pelanggan industri.

Beberapa proyek prioritas meliputi customer attachment dan perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Sumatera dan Jawa. Selain itu, PGN juga membangun Pipa Tegal–Cilacap, memperpanjang Pipa Sei Mangkei, serta mengembangkan terminal regasifikasi di Jawa Timur.

Langkah ini bertujuan meningkatkan akses energi gas yang lebih efisien dan berkelanjutan. Infrastruktur yang kuat juga mendukung PGN dalam menghadirkan layanan andal kepada seluruh pelanggan.

Selain itu, pengembangan infrastruktur gas juga menjadi salah satu upaya perusahaan dalam mendukung energi transisi. Dengan demikian, PGN berperan aktif dalam menyiapkan sistem energi rendah karbon di masa depan.

Investasi pada Low Carbon Business dan Biomethane

PGN tidak hanya fokus pada pengembangan infrastruktur, tetapi juga melanjutkan pengembangan low carbon business. Salah satu inisiatif penting adalah pengembangan biomethane sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Program ini menunjukkan komitmen PGN terhadap keberlanjutan energi dan pengurangan emisi karbon. Inisiatif energi rendah karbon diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus lingkungan.

Pengembangan biomethane menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis. Dengan langkah ini, PGN dapat memperluas portofolio energi yang ramah lingkungan.

Selain biomethane, PGN juga mempertimbangkan inovasi dan teknologi baru dalam pengelolaan energi gas. Strategi ini mendukung misi perusahaan untuk menjadi Sub Holding Gas yang adaptif dan berdaya saing tinggi.

Capex Sisi Hulu untuk Optimalkan Eksplorasi

Di sisi hulu, PGN mengalokasikan capex sebesar US$ 134 juta untuk mengoptimalkan kinerja eksplorasi dan peningkatan oil and gas lifting. Kegiatan ini meliputi pengeboran (drilling) di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Ketapang, dan Fasken.

Selain drilling, PGN juga memperpanjang kontrak kerja sama (KKKS) di WK Pangkah. Perusahaan menjalankan survei dan pemrosesan seismik 3D untuk mendukung peningkatan cadangan dan produksi migas.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan pasokan energi yang stabil. Optimalisasi kegiatan hulu juga mendukung target pertumbuhan perusahaan jangka panjang.

PGN menekankan aspek HSSE dengan target Zero Accident dalam seluruh kegiatan operasional. Perusahaan menargetkan pengurangan emisi sebesar 35.000 ton CO2 ekuivalen untuk mendukung komitmen keberlanjutan.

Kolaborasi dan Sinergi dengan Pemangku Kepentingan

Kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar energi. PGN terus memperkuat sinergi dengan seluruh key stakeholders untuk menjaga transparansi dan keselarasan pemahaman terhadap ekspektasi pasar.

Sinergi ini juga bertujuan memastikan prospek bisnis perusahaan tetap positif di tengah tantangan industri yang dinamis. Dengan fondasi sinergi yang kuat, PGN optimistis tetap adaptif dan kompetitif menghadapi perubahan pasar.

Langkah strategis ini mencerminkan pendekatan PGN yang terintegrasi dan berorientasi pada masa depan. Perusahaan memadukan pengembangan infrastruktur, inovasi energi rendah karbon, serta optimasi operasi hulu dalam satu kesatuan strategi.

Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah, mitra industri, dan komunitas lokal menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek. Hal ini memastikan setiap inisiatif capex memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

PGN juga menekankan pentingnya pengelolaan risiko dan disiplin keuangan. Semua proyek dijalankan dengan pertimbangan matang agar investasi menghasilkan nilai maksimal dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Dengan alokasi capex yang signifikan, PGN menunjukkan komitmen nyata terhadap pengembangan energi nasional. Perusahaan menempatkan gas bumi sebagai solusi energi transisi yang strategis bagi Indonesia.

Selain itu, penguatan infrastruktur gas dan upaya keberlanjutan juga diharapkan mendorong efisiensi dan stabilitas pasokan energi. Hal ini menjadi dasar bagi PGN untuk menghadapi kebutuhan energi yang terus meningkat.

Keseluruhan strategi PGN pada 2026 menekankan integrasi antara pertumbuhan bisnis, inovasi energi rendah karbon, dan kepatuhan terhadap HSSE. Perusahaan menargetkan kinerja operasional optimal dengan dampak sosial dan lingkungan yang positif.

Dengan langkah-langkah ini, PGN siap menghadapi tantangan industri energi yang semakin kompleks. Capex yang dialokasikan memberikan fondasi bagi perusahaan untuk terus berkembang secara berkelanjutan.

Strategi ini memperkuat posisi PGN sebagai Sub Holding Gas yang handal dan adaptif. Perusahaan terus mengedepankan kualitas layanan, inovasi, dan keberlanjutan sebagai prioritas utama.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pelindo 2026 Siapkan Program Mudik Gratis dengan Ribuan Kursi untuk Pemudik

Pelindo 2026 Siapkan Program Mudik Gratis dengan Ribuan Kursi untuk Pemudik

Elnusa Tbk Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Masyarakat Selama Ramadan Idulfitri 2026

Elnusa Tbk Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Masyarakat Selama Ramadan Idulfitri 2026

Prospek Cerah Industri Sawit 2026, Eagle High Plantations Targetkan Pertumbuhan Double Digit

Prospek Cerah Industri Sawit 2026, Eagle High Plantations Targetkan Pertumbuhan Double Digit

Garudafood Optimistis Raih Pertumbuhan Penjualan Signifikan Selama Ramadan Hingga Lebaran 2026

Garudafood Optimistis Raih Pertumbuhan Penjualan Signifikan Selama Ramadan Hingga Lebaran 2026

Solusi Bangun Indonesia Tingkatkan Kapasitas Produksi dan Dermaga untuk Ekspansi Global Semen

Solusi Bangun Indonesia Tingkatkan Kapasitas Produksi dan Dermaga untuk Ekspansi Global Semen