Rabu, 04 Februari 2026

Harga Tembaga Naik Tajam Karena Kekhawatiran Pasokan dan Lonjakan Permintaan Global

Harga Tembaga Naik Tajam Karena Kekhawatiran Pasokan dan Lonjakan Permintaan Global
Harga Tembaga Naik Tajam Karena Kekhawatiran Pasokan dan Lonjakan Permintaan Global

JAKARTA - Harga tembaga kembali naik pada Selasa, setelah mengalami penurunan selama dua sesi terakhir. Lonjakan ini dipicu kekhawatiran mengenai pasokan serta permintaan yang terus meningkat di pasar global.

Harga tembaga kontrak teraktif di Shanghai Futures Exchange naik 2,60% menjadi 104.500 yuan ($15.066,54) per ton metrik. Sementara itu, harga tembaga tiga bulan di London Metal Exchange melonjak 4,08% menjadi $13.417 per ton.

Kenaikan ini mengikuti koreksi harga tembaga sejak Jumat, setelah rally sebelumnya di kedua bursa. Penurunan sebelumnya sempat menekan harga hingga 13,65% menjadi 98.580 yuan dari rekor tertinggi 114.160 yuan di Shanghai.

Baca Juga

Strategi Terbaru Pemerintah Perkuat Pendampingan UMK Menuju Wajib Halal 2026

Di London, harga tembaga turun 14,54% dari level tertinggi $14.527,50 per ton. Namun rebound ini kembali menguatkan posisi tembaga sebagai logam strategis di pasar komoditas.

Faktor-Faktor Pendukung Kenaikan Harga Tembaga

Kenaikan harga tembaga juga didorong oleh rebound harga emas dan perak yang mengangkat sentimen pasar logam pada Selasa. Selain itu, gangguan di beberapa tambang, pengalihan persediaan, serta penerapan tarif AS turut memberikan tekanan pada pasokan.

Kekhawatiran pasokan global berpadu dengan perkiraan meningkatnya permintaan karena regulasi elektronik dan pusat data di Amerika Serikat. Narasi fundamental ini tetap menjadi faktor utama yang menopang harga meskipun terjadi fluktuasi jangka pendek.

Penurunan harga sebelumnya justru menarik pembeli untuk masuk kembali ke pasar saat kondisi makro stabil. Hal ini menunjukkan bahwa penyesuaian harga sementara tidak mengubah tren permintaan tembaga dalam jangka menengah.

Selain itu, sembilan hari libur Tahun Baru Imlek mulai 15 Februari 2026 diperkirakan memengaruhi aktivitas pasar di Cina. Meski begitu, permintaan tembaga tetap kuat, terutama di pusat-pusat impor utama seperti pelabuhan Yangshan.

Premium tembaga di Yangshan, yang mencerminkan permintaan impor Cina, melonjak menjadi $39 per ton pada Senin, naik dari $20 per ton pada Kamis sebelumnya. Lonjakan ini menandakan minat beli yang meningkat di tengah kekhawatiran pasokan.

Pergerakan Harga Logam Lain di Pasar Global

Di antara logam dasar di Shanghai Futures Exchange, timah memimpin penurunan dengan kontrak teraktif turun 6,7% menjadi 383.340 yuan per ton. Aluminium turun 0,96%, zinc turun 0,79%, timbal turun 0,98%, dan nikel turun 1,25%.

Sementara itu, di London Metal Exchange, harga aluminium naik 1,69%, zinc naik 1,11%, timbal naik 0,87%, nikel naik 3,17%, dan timah naik 5,01%. Pergerakan ini menunjukkan korelasi yang berbeda antara logam di dua bursa utama dunia.

Fluktuasi ini juga memberikan gambaran bagaimana permintaan dan pasokan lokal memengaruhi harga logam berbeda. Di sisi lain, tembaga tetap menjadi fokus utama investor karena ketatnya pasokan dan perannya di industri teknologi.

Analisis Teknikal dan Tren Harga Tembaga LME

Menurut analisis teknikal, support pertama tembaga di LME berada di $13.210 per ton, dan support berikutnya di $13.276 per ton. Sedangkan resistance pertama berada di $13.243 per ton, dengan resistance berikutnya di $13.410 per ton.

Support dan resistance ini menunjukkan titik kritis bagi pergerakan harga tembaga dalam jangka pendek. Investor dan trader memantau level tersebut untuk menentukan strategi masuk dan keluar di pasar logam.

Pergerakan harga yang volatile menunjukkan bahwa meskipun ada kenaikan, pasar tetap sensitif terhadap berita pasokan dan permintaan. Hal ini menjadi indikator penting bagi pelaku industri dan investor logam global.

Loni T, Senior Analyst di Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting, menekankan bahwa tren fundamental tembaga tetap positif. Kenaikan harga menunjukkan bahwa pasokan global menghadapi tekanan, sementara permintaan dari sektor teknologi terus meningkat.

Faktor ini menjadi sinyal bagi produsen dan investor untuk memanfaatkan peluang harga tinggi. Di sisi lain, pembeli strategis dapat memanfaatkan penurunan jangka pendek untuk menambah stok.

Meskipun volatilitas masih terjadi, pasar tembaga menunjukkan ketahanan terhadap tekanan eksternal. Kenaikan harga yang terjadi pada Selasa menegaskan pentingnya tembaga dalam rantai pasok logam global.

Gangguan pasokan di tambang-tambang utama serta pengalihan persediaan tetap menjadi pemicu sentimen positif di pasar. Investor memperhatikan laporan pasokan ini untuk menentukan arah harga dalam beberapa minggu ke depan.

Kombinasi faktor pasokan yang terbatas dan permintaan yang kuat membuat tembaga tetap menjadi komoditas strategis. Para pelaku pasar terus menilai kondisi makro untuk menyesuaikan strategi perdagangan mereka.

Permintaan dari sektor elektronik, pusat data, dan industri energi menjadi pendorong utama harga tembaga. Selain itu, ketatnya pasokan global menambah tekanan kenaikan harga dalam jangka menengah.

Harga tembaga yang naik kembali menjadi perhatian investor setelah koreksi sebelumnya. Kenaikan ini memberi sinyal bahwa pasar masih mendukung logam ini sebagai instrumen lindung nilai dan investasi strategis.

Fluktuasi harga sementara, termasuk penurunan sebelum rebound, menunjukkan bahwa tembaga tetap sensitif terhadap faktor global. Namun, tren jangka menengah tetap menguat karena kebutuhan industri yang stabil.

Pasar global memandang tembaga sebagai indikator kesehatan ekonomi dan industri teknologi. Kenaikan harga pada Selasa menegaskan bahwa logam ini masih menjadi fokus perdagangan utama di bursa global.

Investor yang memantau support dan resistance di LME dapat mengambil posisi strategis. Pergerakan harga yang volatile namun tetap didorong oleh fundamental menunjukkan peluang perdagangan yang menjanjikan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

wartaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Lonjakan Serapan Beras Nasional Awal 2026 Buka Peluang Ekspor dan Kestabilan Pangan

Lonjakan Serapan Beras Nasional Awal 2026 Buka Peluang Ekspor dan Kestabilan Pangan

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Februari 2026: Penurunan Pertamax Hingga Dexlite di Seluruh Indonesia

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Februari 2026: Penurunan Pertamax Hingga Dexlite di Seluruh Indonesia

Pemerintah Mempertahankan Tarif Listrik Triwulan I Tahun 2026 Untuk Semua Golongan Non-Subsidi

Pemerintah Mempertahankan Tarif Listrik Triwulan I Tahun 2026 Untuk Semua Golongan Non-Subsidi

Harga Batu Bara Acuan Februari 2026 Naik, Pemerintah Tegaskan Strategi Produksi Berkelanjutan

Harga Batu Bara Acuan Februari 2026 Naik, Pemerintah Tegaskan Strategi Produksi Berkelanjutan

Proyeksi Harga Nikel 2026 Meningkat Tajam Akibat Pengetatan Produksi Indonesia

Proyeksi Harga Nikel 2026 Meningkat Tajam Akibat Pengetatan Produksi Indonesia